Menekraf: Pameran Bukit Mimpi Jadi Ruang Pulihkan Harapan Anak Korban Bencana

Menteri Teuku Riefky mengapresiasi pameran lukisan "Bukit Mimpi". Program Ekraf Peduli ini dihadirkan untuk membangkitkan semangat anak-anak terdampak bencana.

Diterbitkan 29 September 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa program Ekraf Peduli menjadi salah satu upaya nyata membangkitkan kembali semangat anak-anak di daerah terdampak bencana melalui ruang kreativitas dan karya seni.

"Ekonomi kreatif mengambil peran bagi kreativitas. Mungkin tidak dapat menghapus jejak bencana, tetapi kreativitas dapat menjadi ruang untuk memulihkan harapan," ujar Teuku Riefky saat menghadiri showcase pameran lukisan bertajuk "Bukit Mimpi" di KiN Space, SCBD, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Pameran ini menampilkan deretan karya seni dari anak-anak asal Aceh Tamiang dan Kota Pariaman yang pernah terdampak bencana.

Teuku Riefky menjelaskan, program ini sebelumnya telah memberikan pelatihan, pembinaan, hingga pendampingan kepada 200 anak—masing-masing 100 anak dari Aceh Tamiang dan 100 anak dari Kota Pariaman. Mereka diajak melukis sebagai media mengekspresikan pengalaman traumatik serta membangkitkan kembali semangat hidup.

Dari ratusan karya yang dihasilkan, sebanyak 20 lukisan paling inspiratif diboyong ke Jakarta untuk dipamerkan kepada publik. Rinciannya, 10 karya berasal dari Pariaman dan 10 karya lainnya dari Aceh Tamiang.

Pameran di Jakarta ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak tersebut. Selain diapresiasi masyarakat luas, sejumlah lukisan juga dilelang dan mendapat perhatian khusus dari para tokoh yang hadir.

"Tadi juga dilakukan proses lelang. Menariknya bukan dari harga penjualannya, tetapi bagaimana kita mencoba mengapresiasi. Ini akan menjadi sesuatu yang selalu diingat, bahwa karya mereka diapresiasi oleh tokoh-tokoh di Jakarta," tutur Teuku.

 

Dorong Program Pemulihan Berlanjut

Teuku Riefky menegaskan, tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar memamerkan karya lukis, melainkan memulihkan kesehatan mental dan memantik kembali optimisme anak-anak korban bencana.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita membangkitkan kembali semangat anak-anak ini," tegasnya.

Ia berharap program Ekraf Peduli dapat terus berjalan berkesinambungan dengan dukungan berbagai pihak. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program pemulihan pascabencana yang dirancang untuk membantu masyarakat wilayah terdampak.

Teuku Riefky mengungkapkan, Kemenekraf sedikitnya menyiapkan sekitar 107 program hingga akhir tahun di daerah-daerah terdampak bencana. Tak hanya seni lukis, Kemenekraf juga menggelar sertifikasi barista, pelatihan juru masak, pendampingan bisnis kuliner, hingga pelatihan bagi konten kreator lokal.

 

Filosofi di Balik "Bukit Mimpi"

Melalui kreativitas, masyarakat diharapkan dapat kembali berekspresi, membangun rasa percaya diri, dan menatap masa depan dengan optimistis.

"Jangan pernah berhenti bermimpi. Apa yang kalian lukiskan hari ini mungkin berawal dari sebuah pengalaman pahit, tetapi kini telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kreativitas adalah kekuatan yang akan terus tumbuh jika terus diasah dan diberi kesempatan," pesan Teuku Riefky kepada anak-anak peserta.

Sebagai informasi, pameran "Bukit Mimpi" merupakan bagian dari rangkaian program "Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-Anak".

Nama "Bukit Mimpi" dipilih untuk menggambarkan ingatan bencana yang sempat terasa seperti mimpi buruk, sekaligus menjadi titik balik bagi anak-anak untuk kembali berani bermimpi dan merajut masa depan yang lebih baik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6