Jasa Marga Alihkan Lalu Lintas dan Tutup 10 Gerbang Tol Imbas Demo

Jasa Marga mengatakan, aksi unjuk rasa yang semula berlangsung di sekitar Gedung DPR/MPR mulai masuk Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 21:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jasa Marga mengalihkan lalu lintas dari Gerbang Tol (GT) Cililitan dan GT Halim menuju arah Tanjung Priok setelah massa aksi unjuk rasa memasuki Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit (Dalam Kota) pada Kamis malam (27/8/2026).

Jasa Marga Metropolitan Tollroad (JMT), Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), dan Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas untuk menjaga keamanan serta kelancaran pengguna jalan.

Senior General Manager JMT Plaza Tol Cililitan Jakarta Widiyatmiko Nursejati mengatakan, massa aksi memasuki jalan tol melalui akses di sekitar kawasan Senayan.

“Memasuki malam hari, aksi unjuk rasa yang semula berlangsung di sekitar Gedung DPR/MPR mulai memasuki Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit (Dalam Kota),” kata Widiyatmiko dalam keterangan, Kamis (27/8/2026).

Kepolisian memberlakukan diskresi pengalihan lalu lintas dari GT Cililitan dan GT Halim yang menuju Tol Dalam Kota ke arah Tanjung Priok.

Jasa Marga juga menutup sementara transaksi di 10 gerbang tol, yaitu GT Cawang, GT Tebet 1, GT Kuningan 1, GT Senayan, GT Slipi 1, GT Slipi 2, GT Pejompongan, GT Angke 2, GT Jelambar 2, dan GT Tanjung Duren.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan dari arah Slipi menuju Cawang menghindari sementara Tol Dalam Kota dan menyesuaikan rute dengan kondisi lalu lintas.

Jasa Marga meminta pengguna jalan yang tetap melakukan perjalanan mengikuti arahan petugas, menjaga jarak aman, dan mengutamakan keselamatan.

Jasa Marga bersama Kepolisian dan petugas operasional terus memantau kondisi lalu lintas dan menyesuaikan rekayasa berdasarkan situasi di lapangan.

Pengguna jalan dapat memantau informasi lalu lintas melalui One Call Center Jasa Marga 133, situs resmi Jasa Marga, media sosial @official.jmmetropolitan, dan aplikasi Travoy.

Massa Masuk Jalan Tol, Mobil Diduga Milik Pejabat Dirusak

Sebelumnya, sejumlah massa aksi di depan Gedung DPR memasuki Jalan S. Parman, Kamis (27/8/2026). Satu unit mobil yang melintas di dalam jalan tol diamuk massa.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Kamis (27/8/2026), sejumlah massa yang hadir tersebut masuk ke dalam ruas jalan tol. Beberapa dari mereka membawa bendera yang dipasang di kayu. Massa kemudian berjalan dan bergerak di antara kendaraan yang melintas.

Amukan massa tak terhindarkan ketika sebuah mobil yang diduga milik salah satu pejabat melintas. Mereka kemudian langsung melempari batu dan memukulnya menggunakan kayu.

"Mobil pejabat woy, mobil pejabat," kata salah satu massa

Akibat insiden itu, kaca bagian depan mobil tampak mengalami kerusakan akibat terkena lemparan batu. Meski demikian, sejumlah massa lainnya mencoba untuk menenangkan beberapa orang yang mencoba merusak. Tak berselang lama, mobil tersebut akhirnya kembali melaju.

Sementara itu, warga dari berbagai elemen terlihat masih memadati sekitar gedung DPR, terutama di jembatan menuju perempatan Halte Petamburan. Banyak dari mereka juga duduk di pagar pembatas jalur busway dan jalan tol.

Selain itu, massa dari kelompok pelajar datang dari Jalan Pejompongan Raya. Mereka datang sembari menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6