Airlangga Sebut Ada 800 Ribu Penjual Video Commerce

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat tren belanja masyarakat tetap baik dengan memakai pola omni channel.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 13:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan tren belanja online di Indonesia tetap positif dengan jumlah penjual video commerce mencapai sekitar 800 ribu dan transaksi sekitar Rp 2,6 miliar.

Airlangga mengatakan, jumlah penjual video commerce meningkat hampir 75% di tengah perubahan pola belanja masyarakat. Konsumen kini memadukan kanal online dan offline dalam pola belanja omni channel.

"Kalau sekarang trennya tetap baik, terjadi tentu dual channel atau kita sering sebut sebagai omni channel di mana video commerce itu berjalan dan trennya malah naik ke 800 ribu, itu naik hampir 75% dan number of transaction-nya sekitar 2,6 miliar,” kata Airlangga dalam konferensi pers Kick Off Road to Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2026 di Kementerian Perdagangan, Kamis (27/8/2026).

Airlangga mengatakan, pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan aktivitas perdagangan domestik. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk berbelanja produk dalam negeri melalui program Belanja di Indonesia Saja.

"Kita sekarang melihat untuk menjaga daya beli, maka kemarin dengan Pak Menteri Perdagangan kita juga me-launch Belanja di Indonesia Saja bersama Hippindo,” ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan, pemerintah mendorong pelaku usaha mengembangkan kanal online dan offline secara bersamaan. Pemerintah menilai strategi tersebut dapat memperkuat daya beli melalui penawaran produk yang inovatif dan kompetitif.

“Pemerintah mendorong offline dan online untuk sama-sama membuat program sehingga tentu akan meningkatkan daya beli masyarakat dengan harga-harga dan barang yang lebih inovatif dan kompetitif,” kata Airlangga.

Perkembangan video commerce menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang semakin terintegrasi dengan ekosistem digital. Pemerintah melihat tren tersebut sebagai peluang untuk memperluas pasar produk dalam negeri sekaligus menjaga aktivitas ekonomi.

Cegah Warga Belanja ke Luar Negeri, Airlangga Colek Mendag

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa sektor wisata belanja (shopping tourism) memegang peran krusial sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia yang patut terus dipacu. Potensi ini kian nyata terlihat dari lonjakan mobilitas wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke tanah air sepanjang semester I 2026, yakni mencapai 7,45 juta kunjungan atau tumbuh 5,71% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pernyataan tersebut disampaikan Menko Airlangga saat membuka gelaran Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026)

"Kita lihat total kunjungan wisata sebetulnya naik, wisatawan mancanegara. Nah tentu di berbagai negara, tujuan dari wisatawan itu sebagian kuliner dan belanja. Jadi ini tentu perlu didorong supaya mereka belanja di Indonesia saja,” kata Airlangga dikutip dari Antara.

"Kita berharap bahwa ini juga bisa memanfaatkan wisata belanja sebagai motor pertumbuhan baru. Karena ini bagi pemerintah ini merupakan low hanging fruit, dan bagi para peritel juga ini momentumnya sudah ada," ujar dia menambahkan.

Tak sebatas menyasar pelancong asing, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di dalam negeri juga dinilai berpotensi besar menjadi penggerak roda ekonomi, baik di skala lokal maupun nasional.

Pergerakan wisnus pada paruh pertama 2026 mencatatkan angka fantastis hingga 630,41 juta perjalanan, alias meningkat 2,71% dibandingkan periode serupa di tahun sebelumnya. Tingginya mobilitas ini diyakini membuka peluang besar bagi sektor belanja, wisata kuliner, seni budaya, hingga promosi ritel nasional.

 

Strategi Kampanye Belanja

Airlangga menilai, strategi kampanye belanja sangat ideal jika dipadukan langsung dengan event pariwisata dan kebudayaan. Di saat bersamaan, ritel modern dapat difungsikan sebagai etalase utama bagi produk-produk lokal di hadapan wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Dan kita melihat pembayaran jasa perjalanan wisatawan ke luar negeri itu mencapai US$ 6,7 miliar. Jadi tentu ini kalau sebagian bisa ditarik untuk belanja di dalam negeri, ini juga hal yang baik," ujar Airlangga.

Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi tren mobilitas wisatawan dan konsumsi belanja domestik lewat ritel modern, mengingat kontribusinya yang begitu besar terhadap ketahanan ekonomi nasional.

"Tentu ini merupakan momentum yang harus kita jaga di tengah situasi perekonomian global yang belum baik-baik saja. Ritel Indonesia menunjukkan resiliensi dan bertahan untuk menopang perekonomian nasional," kata Airlangga.

 

Minta Pelaku Ritel Sediakan Stok

Guna mengoptimalkan peluang ini, Airlangga mendorong para pelaku ritel untuk bersinergi bersama pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok, kelancaran distribusi, hingga mutu produk agar minat belanja masyarakat di dalam negeri terus meningkat.

"Dan tentu nanti menjadi PR bersama dengan Pak Menteri Perdagangan (Budi Santoso), karena kita tidak ingin stoknya tipis akibatnya masyarakat Indonesia belanjanya di tempat lain, di luar negeri. Tapi dengan adanya stok yang lebih besar, tentu yang belanja akan lebih banyak lagi," jelas Menko Airlangga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6