Luhut Sebut Semua BUMN Bakal Dipantau Pakai Sistem AI

Penerapan sistem memakai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memantau BUMN akan menghemat anggaran.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 23:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap, rencana pemantauan BUMN dengan sistem berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pemantauan dengan AI ini digadang mampu menghemat hingga ratusan miliar rupiah.

Hal tersebut diungkap Luhut saat menerangkan mengenai sistem teknologi pemerintahan atau government technology. Dia telah melapor soal pemantauan sistem AI ini ke Presiden Prabowo Subianto.

"Kemudian tadi Presiden juga kami lapori, nanti semua BUMN baik Pertamina apa semua akan semua berbasis AI," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dia mengklaim, sistem ini akan menghemat hingga ratusan miliar rupiah. "Ini saya kira akan membuat penghematan tahu berapa puluhan miliar atau mungkin ratusan miliar ke depan ini," ucap dia.

Luhut menjamin, penerapan sistem ini tidak akan menambah orang baru, melainkan memanfaatkan tenaga dan sistem yang sudah berjalan sebelumnya untuk dikembangkan lagi. 

"Ini bukan hal baru, kita tidak meng-hire orang. Kita mengerjakan pengalaman kita sejak mulai Covid yang lalu, dengan PeduliLindungi, e-katalog, Simbara dan seterusnya. Saya kira itu yang sangat penting untuk kita sampaikan," kata Luhut.

Penyaluran Bansos Pakai Digital Single ID

Sebelumnya, Luhut mengungkap rencana pemanfaatan teknologi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga subsidi. Misalnya melalui digital single identity (ID).

Luhut mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menjalankan sistem digitalisasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Penggunaan Digital Single ID akan mulai diterapkan pada akhir 2026.

"Kita melihat bahwa dalam waktu tidak terlalu lama kita akan punya digital single ID, mungkin akhir tahun ini akan ada single digital single ID yang akan mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted," ungkap Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Subsidi Tak Lagi ke Barang

Dia mengaku telah mengantongi hitungan penghematan anggaran dengan penerapak digitalisasi pada bansos dan subsidi. Angkanya diakui cukup besar meski dia belum mengungkap angka pastinya.

Melalui pemanfaatan digitalisasi berbasis AI ini, nantinya subsidi tak akan dikucurkan pemerintah ke barang. Melainkan langsung disalurkan kepada penerima.

"Saya melihat nanti, subsidi tidak akan lagi ke barang, subsidi akan langsung kepada yang penerima. Karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp 5,4 juta per orang, dan ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," beber dia.

Mulai Tahun Depan

Selain bansos dan subsidi, Luhut juga melihat pemanfaatan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM. Pasalnya, seluruh nasabah KUR bisa dipantau latar belakangnya.

"Jadi ini satu pemerintahan yang berpenduduk hampir 300 juta orang pada awal tahun depan yang pertama menggunakan digitalisasi berbasis AI," ujar dia.

"Nah ini saya kira satu keberanian tersendiri karena tadi sempat disinggung. Semua akan bisa dimonitor dengan sistem ini, dan sekali lagi sistem ini dibangun oleh anak-anak Indonesia," sambung Luhut.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6