Pertamina Resmi Gandeng PTTGC Bangun Komplek Industri Petrokimia

Pertamina menggandeng perusahaan asal Thailand PTT Global Chemical Public Company Limited untuk membangun komplek industri petrokomia.

Diterbitkan 10 Desember 2013, 16:48 WIB
Copy Link
Batalkan
PT Pertamina (Persero) akhirnya merealisasikan mimpinya memiliki komplek industri petrokimia dengan menandatangani perjanjian kerjasama bersama perusahaan asal Thailand PTT Global Chemical Public Company Limited (PTTGC).

Penandatanganan kerjasama ini mnejadi keputusan akhir invetasi (final invesment decision/FID) pembangunan komplek petrokimia di Indonesia.

Direktur Perencanaan Investasi Manjemen Resiko Pertamina Afdal Badarudin yang mewakili Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, komplek petrokimia kelas dunia yang dibangun tersebut ditargetkan beroperasi komersial 2018.

Kerjasama tertuang dalam penandatanganan kerjasama (Joint Venture-Heads of Agreement/JV-HoA) yang menjadi dasar pelaksanaan studi kelayakan dari komplek petrokimia yang akan dibangun.

"Klaborasi ini dapat diwujudkan setelah tuntasnya feasibility study awal yang telah dilakukan secara ekstensif, pada April lalu," kata Afdal, saat penandatanganan perjanjian di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Manufacturing JV-HoA ditujukan untuk segera mewujudkan kesepakatan prinsip-prinsip perusahaan patungan dan lingkup investasi. Ini termasuk untuk memungkinkan kedua pihak mengakhiri detail rencana proyek pada awal 2014, sebelum melaksanakan detail bankable feasibility study dan Front End Engineering Design (FEED).

Afdal menambahkan, kedua perusahaan telah menemukan satu pemikiran dalam beberapa hal. Seperti tujuan dan sasaran proyek, modal investasi, spesifikasi site, juga termasuk kekuatan dari masing-masing pihak sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan patungan yang akan dibentuk nanti. "Keputusan FID ditargetkan bisa ditetapkan pada 2015," tegas dia.

Pertamina dan PTTGC telah menuntaskan survei pasar polimer Indonesia melalui kegiatan distribusi dan pemasaran. Keduanya juga telah memutuskan konfigurasi awal komplek petrokimia dan kajian teknis terhadap ruang lingkup investasi.

Pembangunan komplek terkait prediksi permintaan produk petrokimia domestik akan meningkat seiring tren positif pada sektor manufaktur.

Nilai pasar petrokimia Indonesia diperkirakan mencapai US$ 30 miliar pada 2018 dan perusahaan patungan ini menargetkan dapat menguasai 30% pangsa para setelah komplek petrokimia tersebut beroperasi. (Pew/Nrm)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6