Harga Emas Antam Hari Ini 21 Mei 2026 Lebih Mahal Rp 35 Ribu, Cek Rincian di Sini

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melesat pada perdagangan Kamis, (21/5/2026). Berikut daftar lengkapnya.

Diterbitkan 21 Mei 2026, 08:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta -  Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melesat pada perdagangan Kamis, (21/5/2026). Harga emas Antam hari ini lebih mahal Rp 35.000.

Mengutip laman logammulia.com, Kamis, 21 Mei 2026, harga emas antam dibanderol Rp 2.800.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas antam dipatok Rp 2.765.000.

Harga buyback emas Antam juga naik dengan angka yang sama. Harga buyback emas Antam hari ini melesat Rp 35.000 menjadi Rp 2.604.000 per gram. Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.604.000 gram.

Sebagai informasi, harga emas antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam hari ini Kamis (21/5/2026) untuk pengambilan Gedung Antam:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.450.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.800.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.550.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.307.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.815.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 27.550.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 68.710.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 137.255.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 274.360.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 685.590.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.370.900.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.740.600.000.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia menguat 1% pada Rabu, 20 Mei 2026. Kenaikan harga emas dunia didorong harapan penyelesaian konflik Iran menekan pasar minyak. Sentimen itu juga meredakan sejumlah kekhawatiran inflasi dan menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dari level tertinggi baru-baru ini.

Mengutip CNBC, Kamis (20/5/2026), harga emas di pasar spot naik 1% menjadi USD 4.532,72 per ounce. Harga emas mencapai titik terendah lebih dari tujuh minggu sebelumnya. Di sisi lain, harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,5% menjadi USD 4.535,30.

“Kita telah melihat jeda dari peningkatan imbal hasil yang berkelanjutan. Akibatnya, kita telah melihat harga emas menguat dari titik terendah baru-baru  ini,” ujar Direktur Perdagangan High Ridge Futures.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun sedikit turun setelah menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025 pada Selasa pekan ini.

Imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.

“Segala jenis penyelesaian perang dan pembukaan Selat Hormuz akan menjadi hal positif bagi pasar emas karena ekspektasinya adalah suku bunga akan turun, dan karenanya akan menjadi peluang dan bermanfaat bagie mas,” Meger menambahkan.

 

 

Harga Minyak

Selain itu, harga minyak menunjukkan harga minyak Brent turun setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengatakan perang dengan Iran akan berakhir dengan sangat cepat. Namun, investor tetap berhati-hati terhadap hasil pembicaraan damai karena gangguan pasokan Timur Tengah terus berlanjut.

Biaya bahan bakar yang lebih tinggi memicu inflasi, memaksa bank sentral untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi. Meskipun merupakan lindung nilai inflasi, emas yang tidak menghasilkan imbal hasil berkinerja buruk dalam lingkungan suku bunga tinggi.

Investor kini memperkirakan peluang 48,6% Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada Desember, dan peluang 89,6% bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga saat ini pada pertemuan berikutnya pada Juni, menurut alat FedWatch CME.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6