Aset BUMN Anjlok Rp 100 Triliun Gara-Gara Salah Kelola

Danantara menemukan penyusutan aset BUMN hingga Rp 100 triliun akibat salah kelola, disertai potensi risiko dana pensiun Rp 50 triliun.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 22:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chief Operation Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkap nilai aset BUMN tak sesuai dengan catatan keuangan yang ada. Hal tersebut disinyalir karena kesalahan tata kelola.

Dony mengatakan pihaknya tengah menghitung penurunan nilai aset (impairment) milik BUMN sebelum memfinalkan laporan keuangan konsolidasi. Dia mencatat nilai aset BUMN susut hingga Rp 100 triliun.

"Anda bisa bayangkan pada tahun ini saja Impairment hampir Rp100 triliun akibat kesalahan tata kelola," ungkap Dony, mengutip keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Selain susutnya nilai aset tadi, Dony melirik adanya potensi gagal bayar dari perusahaan pengelola dana pensiun (dapen) BUMN. Hal ini pula yang tengah jadi sorotan untuk diperbaiki.

"Tahun ini saya harus menyelesaikan lagi potential default dan exposure kita dana pensiun kurang lebih Rp50 triliun," ucap dia.

Dia memastikan laporan keuangan akan dirilis setelah masalah-masalah ini ditangani. "Kita sedang bereskan buku-buku semua. Impairment kita rapihkan dulu," tegasnya.

 

Salah Tata Kelola

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) ini mengungkap adanya salah tata kelola yang mengakar di perusahaan negara. Sebagai contoh, adanya polesan atau manipulasi kinerja keuangan perusahaan.

Akibatnya, kata dia, negara dan perusahaan harus menanggung kerugian besar, baik karena faktor kelalaian manajemen maupun tindakan melanggar hukum.​"Kesalahan yang terjadi akibat empat hal. Financial engineering tujuannya performance terlihat lebih baik. Karena investasi yang digelembungkan dan dibesar-besarkan. Rugi karena keteledoran dalam memanage atau rugi karena fraud," bebernya.

​Dony memastikan saat ini fokusnya adalah melakukan audit mendalam dan merapikan pencatatan aset agar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Melalui bersih-bersih BUMN, Danantara diharapkan dapat memulai langkahnya di atas fondasi keuangan yang sehat, bersih dari beban masa lalu, serta menerapkan standar transparansi berkelas global.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6