Kata Purbaya Soal Pembentukan Badan Ekspor

Menteri Keuangan Purbaya buka suara soal pembentukan badan ekspor oleh pemerintah.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa merespons soal isu Pemerintah yang disebut akan membentuk badan ekspor. Terkait hal ini, Purbaya menyebut dirinya belum mengetahui hal itu.

“Wah saya enggak tahu, nanti Presiden ngumumin itu,” kata Purbaya singkat kepada wartawan usai memimpin sidang aduan Debottlenecking, Selasa (19/5/2026).

Adapun isu yang berkembang menyebutkan pemerintah akan mengumumkan lembaga baru yang berfungsi memusatkan seluruh kegiatan ekspor untuk komoditas tertentu.

Sebelumnya, Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak selalu berdampak negatif bagi perekonomian nasional. Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin, menilai kondisi tersebut justru dapat menjadi peluang bagi industri berorientasi ekspor serta membuka potensi peningkatan lapangan kerja di sektor produktif.

Eddy memandang pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menyimpan peluang positif bagi sejumlah sektor ekonomi, khususnya industri yang berorientasi ekspor.

Menurut dia, depresiasi rupiah memang dapat menjadi beban bagi perusahaan yang memiliki tingkat ketergantungan impor tinggi. Namun di sisi lain, kondisi tersebut dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan yang menggunakan modal rupiah tetapi memperoleh pendapatan dalam dolar AS, seperti perusahaan eksportir.

“Meskipun dapat dipersepsikan ‘turun kelas’ atau ‘kurang diminati’, sebenarnya depresiasi mata uang itu banyak manfaatnya jika negara mampu memanfaatkan momentum tersebut. Misalnya, produk negara itu menjadi lebih kompetitif untuk diekspor ke negara lain,” kata Eddy saat dihubungi Liputan6.com, Senin (18/5/2026).

 

Produk Buatan Dalam Negeri

Ia menjelaskan, produk buatan dalam negeri dapat menjadi lebih kompetitif dibanding barang impor yang harganya cenderung meningkat akibat pelemahan rupiah.

Selain itu, Eddy melihat ada dampak lanjutan terhadap sektor ketenagakerjaan. Menurut dia, peningkatan potensi ekspor dapat mendorong penyerapan tenaga kerja di sektor produktif.

“Lapangan kerja ada kemungkinan meningkat di sektor produktif karena peningkatan potensi ekspor,” pungkasnya.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6