Stadion Brawijaya Dirombak Jelang BRI Super League, Single Seat agar Suporter Persik Nyaman

Stadion Brawijaya akan bertransformasi dengan penggunaan single seat.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kediri - Persik Kediri menata kandangnya menyongsong BRI Super League 2026/2027. Stadion Brawijaya akan bertransformasi dengan penggunaan single seat, membuat penonton dapat menyaksikan laga dalam posisi duduk yang lebih nyaman.

Pengerjaan pemasangan kursi dimulai jelang musim baru. Tahap awal difokuskan dulu pada area yang paling dibutuhkan agar sejumlah sektor siap digunakan saat kompetisi dimulai.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas catatan dan rekomendasi dari I.League selaku operator kompetisi, agar Stadion Brawijaya tetap memenuhi syarat sebagai homebase Persik pada musim mendatang.

Dari 2.000 single seat yang didatangkan pada tahap pertama, untuk sementara 1.000 unit diprioritaskan terpasang di Tribune VIP A dan B. Kursi sisanya dialokasikan ke tribune utama.

"Ketika barang datang, kami langsung pasang. Tapi, kami mengerjakannya secara bertahap. Untuk sementara kami dahulukan tribune VIP dan Utama,"kata Tri Widodo.

Pengerjaan dilakukan di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, yang menjadi kandang Persik.

Kapasitas Turun, Tahap Kedua 3.000 Kursi

Sesuai rencana, tahap kedua akan menghadirkan lagi 3.000 single seat untuk melengkapi pemasangan, termasuk ke area Tribune Ekonomi.

Jika seluruh pengadaan rampung, total kursi tunggal yang terpasang mencapai 5.000 unit. Tri Widodo menegaskan pengadaan ini merupakan upaya mandiri manajemen untuk menutup kekurangan yang masih ada.

Konsekuensinya, penggunaan kursi tunggal akan mengurangi daya tampung. Tanpa kursi, Stadion Brawijaya selama ini menampung sekitar 11.000 penonton. Jika semua tribune telah memakai single seat, kapasitas maksimal menjadi sekitar 9.000 penonton.

"Kalau nanti semua tribune pakai single seat, kapasitas maksimal stadion jadi sekitar 9.000 penonton. Jumlah ini memang berkurang, tapi penonton akan merasa nyaman menyaksikan pertandingan karena mereka tak perlu berdiri berjubel di tribune. Namun, kami minta penonton ikut menjaga aset ini agar durasi pemakaiannya bisa tahan lama," harap Tri Widodo.

Fasilitas Lain

Fasilitas yang cukup mendesak adalah lampu penerangan karena jumlah total lampu belum memenuhi standar yang dipatok ILeague minimal sebanyak 1.600 lux.

Pemkot Kediri akan menganggarkan penambahan lampu penerangan pada APBD tahun ini.

"Sejumlah pembenahan terus kami kebut bersama manajemen Persik yang punya catatan dari ILeague. Persik adalah aset daerah ini. Sebagai pengayom Kota Kediri, kami ingin klub ini bisa main di sini dan warga tak perlu harus mendukung tim di luar kota," tutur Pj Sekda Kota Kediri, Endang Kartika Sari.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Federico Valverde Harus Kembali ke Peran Terbaiknya di Real Madrid

Gatot Sumitro, Aning Jati, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan