Cabai dan Bawang Merah Vietnam Mulai Banjiri Pasar Pekan Ini

Pemerintah membuka keran impor bawang merah dan cabai rawit impor yang berasal dari Vietnam dan China.

Diterbitkan 22 Juli 2013, 10:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Kelangkaan komoditas cabang dan bawang merah di pasar sepertinya akan segera teratasi. Pemerintah membuka keran impor bawang merah dan cabai rawit impor yang berasal dari Vietnam dan China.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan. "Untuk bawang merah dan cabai rawit itu izin sudah dikeluarkan bersama Kementerian Pertanian untuk mendatangkan 17 ribu ton bawang merah dan cabai rawit 9.700 ton. Minggu ini sudah tiba dan akan dilanjutkan secara bertahap sampai hari H lebaran," katanya di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2013).

Gita sendiri memastikan bahwa harga bawang merah dan cabai rawit di sejumlah di wilayah Jabodetabek mulai berangsur-angsur turun seiring masuknya importasi tersebut.

"Bawang merah sudah mulai turun, cabai rawit juga di Kramat Jati kemarin sudah turun menjadi Rp 45 ribu, turun 50%," lanjut dia.

Kenaikan harga pada kedua bahan pangan tersebut menurut Gita murni karena tingkat kebutuhan yang tinggi dan pasokan dalam negeri yang kurang akibat mundurnya jadwal panen karena anomali cuaca.

"Pasokan lokal kurang karena terjadinya gagal panen makanya kita impor. Kita sebenarnya tidak suka impor, tetapi lebih tidak suka lagi bila harganya tinggi. Kita akan impor dari Vietnam atau China," katanya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu harga cabai rawit merah sempat menembus angka Rp 100 ribu per kg sedangkan bawang merah mencapai Rp 85 ribu per kg. Dengan adanya importasi ini diharapkan akan menurunkan harga ke harga normal sebelum lebaran. (Dny/Nur)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6