Harga Perak Antam Hari Ini 8 Mei 2026 Naik Rp 1.000

Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik mengikuti harga perak dunia pada Jumat, (8/5/2026).

Diterbitkan 08 Mei 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada Jumat, (8/5/2026). Hal ini berbeda dengan pergerakan harga emas Antam.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 1.000 menjadi Rp 51.100 pada perdagangan Jumat pekan ini. Sebelumnya,harga perak Antam di Rp 50.100.

Antam menawarkan harga perak batangan 250 gram di kisaran harga Rp 13.300.000 dan perak batangan 500 gram di Rp 25.675.000. Selain itu, Antam menawarkan perak butiran murni 99,95%.

Lalu bagaimana harga perak dunia? Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia naik 2,86% menjadi USD 80,59.

Harga perak naik di atas USD 79 per ounce pada Jumat setelah mengalami volatilitas tajam pada sesi sebelumnya, meskipun bentrokan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran melemahkan harapan akan kesepakatan perdamaian jangka pendek dan kembali memicu kekhawatiran inflasi. Komando Pusat AS mengatakan, pasukan Amerika Serikat mencegat serangan Iran dan melancarkan serangan defensif sementara kapal perusak rudal bergerak melalui Selat Hormuz, sambil menekankan militer tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut.

Sementara itu, pemerintahan Trump sedang menunggu tanggapan Iran terhadap proposal yang bertujuan untuk membuka kembali Hormuz dan mengakhiri konflik yang berlangsung hampir 10 minggu.

Laporan menunjukkan Iran akan menanggapi melalui Pakistan dalam dua hari ke depan. Namun demikian, harga perak tetap turun lebih dari 15% sejak konflik dimulai, karena penutupan efektif Selat Hormuz memicu lonjakan harga energi yang bersejarah, memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia menguat dalam tiga sesi berturut-turut pada Kamis, 7 Mei 2026. Kenaikan harga emas dunia didukung meningkatnya optimisme kesepakatan damai akan tercapai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang membantu meredakan kekhawatiran mengenai inflasi dan kemungkinan suku bunga tinggi yang berkepanjangan.

Mengutip CNBC, Jumat, (8/5/2026), harga emas spot naik 1,1% menjadi USD 4.740,42 per ounce setelah mencapai puncak pada dua minggu sebelumnya. Harga emas spot naik 1,2% menjadi USD 4.749,20.

Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 5% menjadi USD 81,19, level tertinggi sejak 17 April. Platinum naik 1,2% menjadi USD 2.085,75, dan paladium menguat 0,1% menjadi USD 1.539,01.

"Jika gencatan senjata bertahan, dan kita dapat mengakhiri perang ini, dan kembali berbisnis seiring selat yang terbuka, saya dapat melihat harga emas mencapai USD 5.000 per ounce,” ujar Analis RJO Futures, Bob Haberkorn.

Ia menuturkan, pasar hanya mengamati situasi di Timur Tengah, serta arah yang dapat dipertimbangkan oleh Federal Reserve.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga turut memprediksi berakhirnya perang dengan Iran dengan cepat. Hal ini saat Iran mempertimbangkan proposal perdamaian AS yang menurut sumber akan resmi mengakhiri konflik sambil tetap menyisakan tuntutan AS yang belum terselesaikan. Hal ini agar Iran menangguhkan program nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz.

Harga minyak terus mengalami penurunan, dengan patokan minyak mentah Brent diperdagangkan di bawah USD 100 per barel.

Kenaikan biaya energi cenderung mendorong inflasi. Dalam skenario seperti itu, para pembuat kebijakan mungkin kurang cenderung untuk memangkas suku bunga guna menahan tekanan harga. Terlepas dari perannya sebagai lindung nilai inflasi, emas menjadi kurang menarik dalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi karena tidak menawarkan imbal hasil.

Dalam catatan TD Securities menyebutkan, ada jalan menuju harga emas di atas USD 5.200 per ounce setelah konflik dan tekanan inflasi yang didorong oleh minyak mereda.

“Pergeseran kebijakan ke arah mandat lapangan kerja maksimum Fed di kemudian hari, imbal hasil yang lebih rendah, dan dolar AS yang lebih lemah, ditambah dengan meningkatnya permintaan investor dan bank sentral, dapat menghidupkan kembali tren kenaikan,”

Pasar menunggu laporan lapangan kerja bulanan AS pada Jumat untuk menilai bagaimana Fed akan melanjutkan kebijakan moneter tahun ini. Di tempat lain, bank sentral China menambah stok emas untuk bulan ke-18 berturut-turut pada April, menurut data.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6