Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kebijakan yang menyebabkan kelebihan kapasitas struktural (structural excess capacity) sebagaimana yang menjadi sorotan dalam investigasi Amerika Serikat.
Ia menjelaskan, struktur industri manufaktur Indonesia berjalan mengikuti mekanisme pasar, sehingga produksi dilakukan berdasarkan permintaan, bukan akibat intervensi kebijakan pemerintah.
“Bahwa Indonesia tidak ada kebijakan yang mengakibatkan structural excess capacity ya,” ujar Budi kepada wartawan di kantor Kementerian Perekonomian, Senin (13/4/2026).
Advertisement
Lebih lanjut, ia menilai surplus perdagangan Indonesia terhadap Amerika Serikat merupakan konsekuensi dari perbedaan struktur ekonomi kedua negara, khususnya tingginya permintaan dari pasar AS terhadap produk Indonesia.
“Nah, surplus Indonesia ke Amerika ini kan sebenarnya juga memang perbedaan struktur ekonomi kita, karena memang kita ekspor ke Amerika kan karena memang permintaan domestik Amerika yang besar ke Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa produksi industri nasional bersifat market driven, sehingga tidak menimbulkan distorsi dalam perdagangan global.
“Karena memang produksi manufaktur kita itu kan diproduksi sesuai permintaan pasar, jadi market driven,” pungkasnya.
Investigasi Dagang Amerika Serikat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167102/original/009661500_1742306811-cdacf437-a867-44a0-8f7f-1cd7ef219f5b.jpg)
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia tengah menyusun respon atas investigasi dagang Amerika Serikat melalui kebijakan Section 301 yang menyasar ekspor nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut ada dua isu utama yang disorot, yakni excess capacity dan dugaan keterkaitan bahan baku dengan praktik forced labor.
“Pertama, kan US menerapkan section 301 dalam perdagangan, yaitu lakukan penyelidikan terhadap ekspor Indonesia. Dua hal, yaitu ekses kapasitas, yaitu produksi yang berlebih, dan yang kedua terkait dengan impor bahan baku yang terkait dengan forced labor,” ujar Airlangga di kantornya, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan, pemerintah menyusun jawaban resmi sebelum masuk ke tahap lanjutan investigasi. Airlangga juga menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan berbasis komoditas, bukan regulasi secara umum.
“Enggak, yang dibahas kan excess kapasitas. Sebagai contoh satu excess semen misalnya. Semen kita nggak pernah ekspor ke Amerika. Jadi kita tinggal jawab aja,” tuturnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2626643/original/042780100_1669784618-pas_foto_biru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617290/original/045455000_1635503923-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/7029/original/065415200_1744906934-1000023100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8383833/original/057103900_1782262774-IMG-20260624-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8347249/original/064991000_1782220586-viking_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5435038/original/086391400_1765002403-Screenshot_2025-12-06_132515.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261796/original/098128400_1781757698-AP26168773967931.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5435038/original/086391400_1765002403-Screenshot_2025-12-06_132515.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258474/original/070070600_1781346469-AP26163500989479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4735404/original/061413200_1707129893-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504462/original/009512800_1771237713-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262364/original/007814800_1781781853-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563533/original/046149400_1776904156-AP26108447326306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579573/original/036335300_1778057265-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309642/original/052722800_1782176035-AP26173542858845.jpg)