Damri Bakal Angkut 31 Ribu Penumpang ke Jakarta saat Arus Balik Lebaran 2026

Damri mencatat pergerakan arus balik didominasi oleh pelanggan dari wilayah Sumatra dan Jawa Tengah.

Diterbitkan 24 Maret 2026, 16:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Damri mencatat pergerakan arus balik Lebaran 2026 menuju Jakarta mulai menunjukkan peningkatan. Pada periode 23–29 Maret 2026, Damri melayani perjalanan arus balik dari sejumlah rute utama, dengan estimasi jumlah peserta mencapai sekitar 31.423 penumpang.

Pergerakan arus balik tersebut didominasi oleh pelanggan dari wilayah Sumatra dan Jawa Tengah. Rute Lampung-Jakarta menjadi yang paling padat dengan jumlah mencapai 18.121 orang atau lebih dari separuh total arus balik. 

Selain itu, rute Yogyakarta-Jakarta mencatat 6.183 pelanggan, disusul Purwokerto-Jakarta sebanyak 4.480 pelanggan. Sejumlah rute lainnya seperti Surabaya/Malang, Banyuwangi, dan Denpasar turut menyumbang pergerakan arus balik menuju Jakarta dan sekitarnya.

Head of Corporate Communication Damri P Septian Adri S mengatakan, dominasi rute Lampung menunjukkan tingginya mobilitas arus balik lintas pulau yang turut bergantung pada konektivitas penyeberangan nasional, khususnya pada koridor Merak-Bakauheni.

"Seiring dengan meningkatnya arus balik, kami mencatat pergerakan pelanggan yang cukup signifikan dari sejumlah wilayah, khususnya dari Lampung, Yogyakarta, dan Purwokerto menuju Jakarta," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).

Ia menambahkan, ngka pergerakan tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi mengalami peningkatan seiring dengan berlangsungnya periode arus balik Lebaran.

"Kami terus memantau kondisi di koridor-koridor utama, termasuk jalur penyeberangan, serta melakukan penyesuaian operasional agar perjalanan pelanggan tetap berjalan aman dan lancar," kata dia. 

Pemudik Bisa Manfaatkan WFA

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengimbau pemudik agar memaksimalkan waktu Work From Anywhere (WFA), untuk mengurai puncak arus balik yang diprediksi pada 24 Maret 2026.

Lantaran, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan, Jasa Marga memprediksi bahwa pada 24 Maret 2025 sekitar 285 ribu kendaraan pemudik akan kembali ke Jabodetabek melalui jalur tol. 

"Kami imbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan waktu WFA yang diberikan agar bisa kembali pada tanggal 25,26 atau 27 Maret," ujar dia.

 

Swasta Didorong Terapkan Pola Serupa

Ia menambahkan, kebijakan WFA berlaku bagi masyarakat yang bekerja di sektor pemerintahan dan BUMN, serta dihimbau dapat diterapkan juga di sektor swasta.

"Harapan kami pengusaha swasta memberi kelonggaran kepada para pegawainya untuk memanfaatkan  WFA dalam mengatur waktu kepulangan," Aan menambahkan.

Berdasarkan data Jasa Marga hingga 22 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, sebesar 39,9 persen kendaraan telah melintas masuk ke Jakarta dari total proyeksi 3,4 juta kendaraan. Jumlah tersebut dihitung dari empat gerbang tol (GT) utama, yakni GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikatama dan GT Kalihurip Utama.

"Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan rest area sebaik-baiknya. Maksimalkan waktu 30 menit supaya bisa bergantian dengan yang lainnya atau maksimalkan tempat istirahat yang juga berada di luar jalur tol," pinta Aan.

 

Damri Buka Rute Baru Jakarta-Denpasar

Sebelumnya, Perum DAMRI membuka rute baru perjalanan bus Jakarta-Denpasar. Rute ini membuka opsi perjalanan menuju Bali via jalur darat, dengan tarif Rp 590 ribu.

Damri Jakarta-Denpasar ini merupakan kelanjutan rute Jakarta-Banyuwangi sebagai titik terjauh. Namun meningkatnya permintaan membuat perusahaan memutuskan untuk membuka layanan langsung menuju Pulau Dewata.

SVP Komersial dan Pengembangan Usaha Damri Agus Hari Survijanto menyampaikan, Damri rute Jakarta-Denpasar saat ini masih dalam tahap uji coba. Dengan jadwal perjalanan satu kali dalam satu pekan.

"Rute baru yang kami launching ini adalah dari Jakarta ke Denpasar, dan ini direct. Selama ini kami hanya sampai Banyuwangi," kata Agus di Jakarta, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Saat ini, layanan tersebut masih dijalankan secara terbatas sebagai bagian dari uji coba operasional. "Untuk tahap awal ini kami jalankan sebagai trial run. Saat ini mungkin seminggu sekali dulu, tetapi ini rutin. Kalau permintaannya bagus tentu akan kami tambah," imbuhnya.

Menurut dia,, potensi permintaan perjalanan ke Bali memang cukup besar. Oleh karenanya, Damri membuka peluang peningkatan frekuensi perjalanan dalam waktu dekat.

"Kami yakin sebenarnya permintaan ke Denpasar itu banyak. Kalau responsnya baik, bukan tidak mungkin nantinya kami operasikan setiap hari," kata Agus.

 

Berangkat dari 3 Stasiun Damri

Sementara General Manager Damri Cabang Jabodetabek Nardi menyampaikan, Damri rute Jakarta-Denpasar akan diberangkatkan dari beberapa titik di Jakarta. Dengan pemberangkatan awal dari Stasiun Damri Kemayoran, Cakung, dan Terminal Pulo Gebang. Ketiga titik keberangkatan tersebut memiliki tarif yang sama.

Durasi perjalanan dari titik awal hingga ke Denpasar diestimasikan memakan waktu 22 jam. Selama waktu tersebut, para penumpang bakal turut mendapat dua waktu makan berat.

"Untuk rute Jakarta-Denpasar tarif normalnya sekitar Rp 590 ribu. Saat periode Lebaran biasanya ada kenaikan sekitar 10-20 persen," tutur Nardi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6