Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini, Cek Rincian 19 Maret 2026

Harga emas di Pegadaian terpantau kompak naik pada Kamis (19/3/2026). Baik emas jenis UBS maupun Galeri24 mengalami kenaikan sebesar Rp11.000 per gram.

Diterbitkan 19 Maret 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) kompak naik pada perdagangan hari ini, Kamis (19/3/2026). Keniakan harga emas Pegadaian ini untuk jenis UBS dan Galeri24. 

Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS hari ini mencapai Rp 3.026.000 per gram dari sebelumnya Rp 3.015.000 per gram. kenaikan harga emas UBS ini mencapai Rp 11.000.

Sedangkan harga emas Galeri24 naik menjadi Rp 3.012.000 per gram dari sebelumnya Rp 3.001.000 per gram. Naik di angka yang sama yaitu Rp 11.000. 

Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu bisa berubah.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian Kamis (19/3/2026):

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.580.000
  • ‎1 gram: Rp 3.012.000
  • ‎2 gram: Rp 5.951.000
  • ‎5 gram: Rp 14.768.000
  • ‎10 gram: Rp 29.456.000
  • ‎25 gram: Rp 73.244.000
  • ‎50 gram: Rp 146.372.000
  • ‎100 gram: Rp 292.598.000
  • ‎250 gram: Rp 729.697.000
  • ‎500 gram: Rp 1.459.392.000
  • ‎1.000 gram: Rp 2.918.784.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.635.000
  • ‎1 gram: Rp 3.026.000
  • ‎2 gram: Rp 6.005.000
  • ‎5 gram: Rp 14.839.000
  • 10 gram: Rp 29.523.000
  • ‎25 gram: Rp 73.660.000
  • ‎50 gram: Rp 147.017.000
  • ‎100 gram: Rp 293.919.000
  • 250 gram: Rp 734.581.000
  • ‎500 gram: Rp 1.467.437.000.

Harga Emas Melemah 6 Hari Beruntun

Harga emas dunia melemah tajam setelah bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan.

Mengutip CNBC, Kamis (19/3/2026), Harga emas spot tercatat turun 2,2% menjadi USD 4.895,61 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas juga merosot 2,4% ke level USD 4.889,80 per ounce.

Keputusan The Fed ini sebenarnya sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Bank sentral tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5% hingga 3,75%.

Meski demikian, The Fed masih memproyeksikan adanya satu kali penurunan suku bunga pada 2026.

Dalam pernyataan resminya, The Fed hanya melakukan sedikit perubahan terhadap pandangan ekonomi. Mereka mencatat pertumbuhan ekonomi sedikit lebih cepat dan proyeksi inflasi yang lebih tinggi untuk 2026.

The Fed memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh 2,4% tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Meski ketidakpastian meningkat, pejabat The Fed tetap memberi sinyal adanya peluang pemangkasan suku bunga ke depan.

Harga Emas Melemah 6 Hari, Inflasi dan Energi Jadi Tekanan

Sedangkan dikutip dari The Street, pada perdagangan Kamis pagi di sesi Asia, harga emas (XAU/USD) kembali mengalami tekanan dan berada di kisaran USD 4.830 per ounce. Penurunan ini menandai pelemahan selama enam hari berturut-turut, menjadi tren terburuk sejak akhir 2024.

Tekanan terhadap emas dipicu pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menilai kenaikan harga energi akan mendorong inflasi lebih tinggi.

The Fed kembali menahan suku bunga dalam pertemuan Maret—menjadi kali kedua berturut-turut tanpa perubahan—di tengah ketidakpastian ekonomi akibat perang Iran dan inflasi yang masih tinggi.

Meski bank sentral masih memberi sinyal pemangkasan suku bunga, pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada 2026.

Kepala strategi logam MKS PAMP SA, Nicky Shiels, menilai sikap Powell masih cenderung berhati-hati.

“Powell sedikit menarik kembali pernyataannya, yang tidak seagresif yang dikhawatirkan, namun tetap fokus pada mandat ganda dengan menjaga suku bunga tetap ketat lebih lama,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6