Menko Airlangga: Langkah Efisiensi Anggaran Diambil untuk Jaga Defisit di Bawah 3%

Pemerintah memotong anggaran Kementerian/Lembaga guna menjaga defisit APBN. Langkah efisiensi ini diambil untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 20:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan langkah efisiensi anggaran Kementerian dan Lembaga sebagai salah satu strategi menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam batas aman di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bagian dari skenario yang disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi ekonomi yang lebih berat.

"Jadi yang pertama tadi terkait dengan skenario Itu adalah skenario saat kita kritis atau krisis Nah langkah yang diambil per hari ini adalah pemotongan anggaran supaya defisit tidak lewat daripada 3%,” ujar Airlangga di Kantornya, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah menyiapkan sejumlah skenario jika konflik global berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Skenario tersebut mempertimbangkan kemungkinan perang berlangsung selama lima bulan, enam bulan, hingga sepuluh bulan atau sampai akhir tahun anggaran.

Namun karena konflik yang terjadi saat ini baru berlangsung sekitar dua minggu, pemerintah masih menggunakan pendekatan awal berupa efisiensi dan pemotongan anggaran.

"Jadi selama perangnya masih belum mencapai dalam tanda petik lima bulan kita masih skenario pemotongan anggaran dan kita masih menggunakan maximum defisit itu 3%,” tuturnya.

 

Dinamis

Airlangga menjelaskan, besaran penghematan anggaran yang diperlukan masih bersifat dinamis dan sangat bergantung pada berbagai faktor, terutama perkembangan harga minyak dunia. Di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan potensi peningkatan pendapatan negara dari sektor komoditas.

Ia menyebut kenaikan harga sejumlah komoditas seperti minyak, batu bara, nikel, hingga kelapa sawit berpotensi meningkatkan penerimaan negara yang dapat membantu menjaga stabilitas fiskal.

Airlangga menuturkan, Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi secara berkala. Evaluasi kebijakan fiskal akan dilakukan secara dinamis sebagaimana yang pernah dilakukan pada masa pandemi Covid-19, dengan memonitor kondisi ekonomi setiap bulan untuk menentukan langkah lanjutan yang diperlukan

Prabowo Minta Menteri Kaji Penghematan Anggaran Saat Eskalasi Timur Tengah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan penghematan anggaran usai meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Dia pun meminta jajaran menterinya mengkaji penghematan yang dapat dilakukan untuk menjaga defisit anggaran.

Awalnya, Prabowo berbicara soal upaya penghematan yang dilakukan Pakistan dalam menyikapi konflik di Timur Tengah. Bahkan, kata dia, Pakistan sudah menganggap eskalasi di Timur Tengah sebagai situasi kritis atau 'critical measures'.

"Jadi mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures. Seolah bahwa ini bagi mereka sudah seperti kita dulu waktu Covid-19," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Dia membeberkan Pakista menerapkan kebijakan 50 persen work from home (WFH) atau bekerka dari rumah untuk semua kantor pemerintah maupun swasta. Kemudian, hari kerja dipotong menjadi empat hari.

Selain itu, Pakistan memangkas gaji anggota anggota DPR sebesar 25 persen. Bahkan, anggota kabinetnya tidak diberikan gaji.

"Semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah," ujarnya.

Prabowo mengungkapkan pemerintah Pakistan juga memangkas 50 persen penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk semua kementerian/lembaga.

Mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah tidak digunakan pada setiap saat.

"Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan," ucap Prabowo.

Meniru Pakistan

Menurut Prabowo, pemerintah Pakistan menghentikan semua agenda kunjungan ke luar negeri, mengurangi anggaran untuk acara pesta, dan pembelajaran untuk pendidikan tinggi dilakukan secara daring. Kemudian, semua sekolah berhenti untuk dua minggu menjelang Lebaran.

Prabowo menyebut penghematan yang dilakukan Pakistan tersebut dapat dilakukan sebagai contoh. Dia menilai Indonesia juga harus melakukan penghematan.

"Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini ya kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan," jelas dia."Saya percaya dua tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit," sambung Prabowo.

Dia memerintahkan menteri koordinator untuk membahas upaya penghematan anggaran. Prabowo mengatakan kebijakan WFH, mengurangi hari kerja hingga efisiensi dapat dipertimbangkan untuk diterapkan.

"Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6