Geser Walmart, Amazon Raup Penjualan Terbesar di Dunia pada 2025

Amazon mencetak penjualan USD 717 miliar pada 2025, lebih tinggi dibandingkan Walmart sebesar USD 713 miliar.

Diterbitkan 22 Februari 2026, 21:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Amazon telah melampaui Walmart sebagai perusahaan terbesar di dunia yang diukur berdasarkan penjualan. Dengan demikian, Amazon mengakhiri dominasi Walmart selama 13 tahun di daftar puncak.

Mengutip CNN, ditulis Minggu (22/2/2026), Amazon mencetak penjualan USD 717 miliar atau Rp 12.090 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.860). Walmart, perusahaan terbesar di dunia selama lebih dari satu dekade, mencetak penjualan USD 713 miliar atau Rp 12.023 triliun pada 2025.

Kedua perusahaan meskipun pesaing signifikan dalam ritel konsumen, pertumbuhan pendapatan Amazon di bidang komputasi awan, periklanan dan bisnis lainnya membantu mengungguli Walmart.

Jeff Bezos memulai Amazon pada 1994 sebagai toko buku daring, tetapi perusahaan tersebut menghasilkan hampir USD 129 miliar atau Rp 2.175 triliun dalam penjualan tahun lalu dari divisi Amazon Web Services (AWS). AWS menyediakan jaringan luas pilihan komputasi, penyimpanan, kecerdasan buatan untuk perusahaan dan pemerintah di dunia.

AWS juga merupakan pendorong keuntungan utama bagi Amazon dan membantu perusahaan mengimbangi kerugian dari bisnis ritelnya.

Sebagian besar (USD 464 miliar) pendapatan Amazon tahun lalu berasal dari penjualan di toko daring dan fisik serta dari penjual pihak ketiga. Amazon juga menghasilkan lebih dari USD 100 miliar gabungan dari iklan dan langganan Prime.

Sebaliknya, lebih dari 90% penjualan Walmart berasal dari toko fisik dan situs webnya.  Meskipun Amazon mengalami peningkatan pesat, Walmart telah beradaptasi dan berada dalam kondisi terkuatnya dalam beberapa tahun terakhir.

Saham Walmart baru-baru ini melampaui nilai USD 1 triliun, peritel tradisional pertama yang mencapai angka tersebut. Walmart juga memindahkan pencatatan sahamnya ke Nasdaq, memberi sinyal kepada investor mereka ingin dianggap sebagai perusahaan teknologi.

 

 

 

Bisnis Walmart

Bisnis Walmart di Amerika Serikat sedang meningkat pesat, dipimpin oleh rumah tangga kelas menengah dan atas yang beralih ke pengecer ini untuk mencoba menghemat uang. Pengecer ini terus mendapatkan pangsa pasar dari para pesaingnya seperti Target.

Walmart, yang dipimpin oleh CEO baru John Furner, mengatakan pada Kamis bahwa penjualan di AS tumbuh 4,6% pada kuartal lalu.

“Laju perubahan dalam ritel semakin cepat,” kata Furner dalam sebuah pernyataan.

“Hasil keuangan kami menunjukkan bahwa kami tidak hanya merangkul perubahan ini, tetapi juga memimpinnya.”

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6