InJourney Angkut 2,25 Ton Sampah di Pantai Bali, Gandeng Pandawara Group

Manajemen InJourney mengatakan, Bali adalah wajah pariwisata Indonesia yang harus dirawat bersama.

Diterbitkan 22 Februari 2026, 20:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Holding BUMN Sektor Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney berhasil mengangkut 2,25 ton sampah dari Pantai Kelan. Langkah ini memastikan destinasi wisata andalan di Bali tetap bersih untuk para wisatawan.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman melihat pantai menjadi salah satu daya tarik yang cukup kuat di Bali. Untuk itu, kebersihannya perlu dijaga untuk mendukung industri pariwisata yang bersih kedepannya.

"Permasalahan ini tentu tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, kami percaya setiap elemen mulai dari pemerintah, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” ujar Herdy dalam keterangan resmi, Sabtu (21/2/2026).

Inisiatif yang sejalan dengan bisnis dan pariwisata berkelanjutan ini turut menggandeng kelompok anak muda dari Pandawara Group. Total sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak 2,25 ton, terdiri dari sekitar 2,1 ton sampah organik dan 153 kilogram sampah anorganik. Upaya ini juga berkontribusi pada potensi reduksi emisi karbon hingga 0,87 ton CO2e.

Pantai Kelan memiliki daya tarik khas. Berjarak hanya 5 kilometer dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, menjadikannya pilihan untuk melihat pemandangan pesawat yang mendarat maupun lepas landas. Suasana tersebut semakin lengkap dinikmati saat senja.

"Bali adalah wajah pariwisata Indonesia yang harus kita rawat bersama, tidak hanya untuk wisatawan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” tutur Herdy.

Tanam 1 Juta Pohon

Sejalan dengan inisiatif InJourney Green, grup perusahaan juga melalukan penanaman pohon di sejumlah titik. PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menanam pohon di sekitar bandara.

"Program Penamanan 1 Juta Pohon yang diinisiasi InJourney Airports ini diharapkan juga dapat mendorong berbagai pihak untuk memiliki inisiatif yang sama untuk terus melestarikan lingkungan," ujar Direktur Human Capital InJourney Airports, Adi Nugroho.

InJourney Green digadang tak sebatas program korporasi, melainkan gerakan kolektif untuk membangun kesadaran, mengubah perilaku, dan merawat destinasi secara berkelanjutan. 

Target Reduksi 4.000 Ton Emisi

Sebelumnya, Holding BUMN Aviasi Pariwisata, InJourney membidik bisa mengurangi 4.000 ton emisi CO2 ekuivalen per tahun. Upaya ini bakal menjadi fokus InJourney pada 2026 ini.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono menyampaikan ada 37 bandara yang dikelola dengan kunjungan 157 juta orang lalu lalang. Kemudian, akan ada 106 hotel yang dikelola oleh InJourney Hospitality tahun ini dari 39 hotel saat ini.

"Jadi carbon footprint yang dihasilkan juga sangat banyak, tapi kami berusaha agar carbon footprint ini juga berkurang. Karena itu hari ini kami mem-pledge untuk mengurangi carbon emission 4.000 ton CO2, dan ini akan kami komitmen ini akan kami laksanakan di tahun ini," tutur Maya, di Kantor InJourney, Sarinah, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Jalan di Semua Aset InJourney

Dia menjelaskan, penurunan emisi karbon itu akan dilakukan secara menyeluruh dalam ekosistem InJourney. Berbagai cara akan dilakukan untuk mencapai target tersebut.

"Kita melaksananya dari berbagai sektor, dari airport dengan solar panel, kita akan mengurangi listrik di airport. Lalu juga dari hotel waste management, semua destinasi kami akan kami ubah menjadi EV," ujarnya.

"Lalu juga penanaman pohon, kami ada mangrove di Mandalika, ada berbagai penanaman pohon di berbagai aset. Jadi memang ini adalah suatu action yang tangible yang akan kami lakukan," Maya menambahkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6