Liputan6.com, Jakarta - Senyum merekah terlihat dari wajah-wajah penghuni rumah deret (warga) di kawasan Semanggi, Kelurahan Sangkrah, Kota Surakarta. Ya, kawasan itu kini telah 'disulap' menjadi lebih rapi, tertata, dan layak untuk dihuni. Salah seorang warga, Sunarto (40) mengisahkan pengalamannya tinggal puluhan tahun di kawasan kumuh sebelumnya turun temurun. Perubahan drastis dialaminya dua bulan terakhir. Sunarto dan keluarganya kini menghuni rumah dua lantai secara cuma-cuma.
"Sekarang sudah enak, sudah enggak banyak kuman atau apa begitu. Lebih nyaman, daripada dulu. Di kasih gratis, tanpa dipungut biaya sama sekali," kata Sunarto saat berbincang di kediamannya di Sangkrah, Surakarta, Jawa Tengah, dikutip Jumat (13/2/2026).
Perbincangan ringan itu cukup menghangat ketika sorot sinar matahari dari sisi timur mengarah ke pintu rumah Sunarto. Namun, teduh mulai terasa ketika Sunarto mengajak masuk ke rumahnya.
Advertisement
Hunian gratis yang dibangun dari kerja sama BUMN di bawah Kementerian Keuangan itu tidak begitu besar untuk ukuran rumah deret. Ada dua lantai dengan ukuran masing-masing sekitar 4x5 meter.Â
Ada satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur sederhana di lantai bawah. Serta, ada satu kamar tidur, ruang berkumpul, ditambah sebagian kecil balkon di lantai dua.
Sorot matahari pagi itu nampak bersanding dengan merekahnya senyum di wajah Tomo (38). Pedagang pentol ceker ini bersyukur bisa mendapat rumah gratis dari pemerintah. Apalagi, dulu kawasan tempat tinggalnya, yang hanya berjarak 2,4 kilometer (km) dari Kantor Walikota Surakarta itu pernah jadi langganan banjir dan kumuh penuh tikus.
"Soalnya dulu kumuh, banyak tikus, drainase itu banyak sampah-sampah, kalau sudah jadi (rumah deret) kan alhamdulillah, besok dikasih gorong-gorong, apalagi lebih bersih, layak tinggal," ungkap Tomo, sambil mengusap wajahnya beberapa kali.
Sunarto, Tomo, dan puluhan penghuni rumah deret itu punya ukuran hunian yang serupa, 4x5 meter dengan dua lantai. Bedanya, sebagian hunian menghadap sisi timur, dan lainnya menghadap sisi barat.
Diberi Uang Sewa Rp 5 Juta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502585/original/019274900_1770989461-Rumah_Deret-13_Februari_2026b.jpg)
Warga Sangkrah, Surakarta tidak serta merta langsung menempati rumah tersebut. Ada proses sekitar satu tahun bagi warga asli wilayah tersebut untuk menunggu pembangunan rumah deretnya.
Selama itu pula, warga direlokasi dengan mencari kontrakan di sekitar kawasan. Biayanya tidak dikeluarkan sendiri, pemerintah memberikan bantuan Rp 5 juta untuk biaya sewa rumah kontrakan satu tahun selama proses pembangunan.
"Sementara dibangun itu kita nyewa dulu, dikasih uang sama pemerintah, itu selama satu tahun, dikasih uang sewa sama Pemkot, ya. Sesuai uang sewa disini Rp 5 juta setahun," kata Sunarto.
Bantuan rumah gratis hingga biaya sewa selama pembangunan bukan diberikan sembarangan. Sunarto, Tomo, dan warga lainnya dipandang layak menerima bantuan tersebut lantaran masuk kategori yang tidak mampu menyicil hunian. Rumah deret yang tak jauh dari sungai Bengawan Solo itu memang menyasar warga asli, dengan penghasilan sekitar Rp 1-2 juta perbulan.
Â
Advertisement
BUMN Kemenkeu Gandengan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500845/original/010149600_1770879524-Rumah_deret_di_kawasan_Semanggi__Kelurahan_Sangkrah__Kota_Surakarta__Jawa_Tengah-3.jpg)
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara meninjau langsung hasil pembangunan rumah deret di kawasan Semanggi, Kelurahan Sangkrah, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Lokasi ini terlihat semakin layak huni dari sebelumnya masuk kategori kumuh.
Suahasil mengatakan langkah ini jadi bagian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari badan usaha milik negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan. Dia turut berbincang dengan beberapa penghuni rumah deret.
"Saya lihat beberapa unit dan beberapa penghuni. Saya sangat berbesar hati bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dijalankan oleh badan usaha kita bisa memberikan dampak kepada masyarakat secara langsung," ungkap Suahasil, di Sangkrah, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).
Ditarget 56 Unit Hunian Tahun Ini
Pada 2026, ditargetkan ada 56 unit rumah deret yang selesai dibangun. 37 unit diantaranya sudah mulai ditempati warga. 19 unit rumah sisanya masih proses pembangunan dan akan rampung pada Juni-Juli 2026 nanti.
Suahasil mengapresiasi langkah special mission vehicle (SMV) Kemenkeu yang bergandengan dalam pelaksanaan program tersebut. Adapun, proses pelaksanaannya dipimpin oleh PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).
"BUMN di bawah Kementerian Keuangan atau kita sering sebut Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan itu tidak boleh sekedar bekerja sendiri-sendiri, tapi harus dalam satu sinergi sehingga kalau memberikan dampak dari TJSL juga dampak yang penuh sinergi," pintanya.
"Kita sudah lihat tadi, saya sudah melihat sendiri bagaimana penataan kawasan yang dilakukan dan kemudian juga bagaimana para penghuni itu juga mendapatkan manfaat yang positif dari penataan yang dilakukan," Suahasil menambahkan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502576/original/019088700_1770989375-Sunarto-13_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782165/original/058199200_1782878254-carlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288052/original/043334700_1783289642-000_B9BW8VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288258/original/062355500_1783308425-eng1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288078/original/014194100_1783298244-nor5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288177/original/067177000_1783307508-000_B9C82QK-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288136/original/097177200_1783304121-000_B9BW9YM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288067/original/059957100_1783296963-000_B9BZ2NC-Neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288146/original/094182100_1783304694-000_B9C8442.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502611/original/090688700_1770990460-WhatsApp_Image_2026-02-13_at_10.50.40_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485621/original/068828500_1769516121-Foto_2.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472846/original/096950000_1768378113-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359388/original/066910300_1758644598-WhatsApp_Image_2025-09-23_at_16.16.54_cd0de8ea.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2364179/original/049366100_1537504137-P_20180921_094118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502013/original/070589500_1770965098-Ketua_Dewan_Ekonomi_Nasional__DEN__Luhut_Binsar_Pandjaitan-13_Februari_2026b.jpg)