Gelombang PHK Januari Tahun Ini Sentuh Level Tertinggi Sejak 2009

Menurut Challenger, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada bulan Januari merupakan yang tertinggi di awal tahun sejak 2009.

Diterbitkan 07 Februari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Konsultan ketenagakerjaan Challenger, Gray & Christmas melaporkan jumlah rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Januari tercatat menjadi yang tertinggi sejak krisis keuangan global. Di saat yang sama, rencana perekrutan tenaga kerja turun ke level terendah untuk periode tersebut.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (7/2/2026), perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat mencatat sebanyak 108.435 pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Januari.. Angka ini melonjak 118% dibanding periode yang sama tahun lalu dan naik 205% dari Desember 2025. Jumlah itu menjadi yang tertinggi untuk bulan Januari sejak 2009, ketika perekonomian berada di fase akhir resesi terdalam sejak era Depresi Besar.

Pada saat yang sama, perusahaan hanya mencatat 5.306 perekrutan baru, menjadi jumlah terendah untuk bulan Januari sejak 2009, tahun ketika Challenger mulai menghimpun data tersebut. Adapun resesi global secara resmi dinyatakan berakhir pada Maret 2009.

Pada periode yang sama, perusahaan hanya menambah 5.306 tenaga kerja baru, tercatat sebagai angka perekrutan terendah untuk bulan Januari sejak 2009 saat Challenger mulai mengumpulkan data. Tahun tersebut juga menjadi penanda berakhirnya resesi global yang secara resmi dinyatakan selesai pada Maret 2009.

Di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang cenderung stagnan—minim perekrutan sekaligus penambahan karyawan—data Challenger menunjukkan potensi peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Secara umum, kita melihat banyak pemutusan hubungan kerja di kuartal pertama, tetapi ini adalah total yang tinggi untuk bulan Januari,” kata Andy Challenger, pakar tempat kerja dan kepala bagian pendapatan perusahaan. 

“Ini berarti sebagian besar rencana ini ditetapkan pada akhir tahun 2025, yang menandakan bahwa para pemberi kerja kurang optimis tentang prospek tahun 2026,” tambahnya.

Klaim awal tunjangan pengangguran pada Januari tercatat 231.000 setelah penyesuaian musiman, menjadi level tertinggi sejak awal Desember. 

Kenaikan tersebut diduga dipengaruhi badai musim dingin besar yang melanda sebagian wilayah negara, meski secara tren jangka panjang angka pengangguran masih berada di posisi terendah sejak Oktober 2024.

Kekhawatiran yang Muncul Akibat PHK

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) skala besar memicu kekhawatiran terhadap potensi pelemahan pasar tenaga kerja. Sejumlah perusahaan raksasa seperti Amazon, UPS, dan Dow Inc. baru-baru ini mengumumkan pengurangan karyawan dalam jumlah signifikan. 

Sektor transportasi mencatat tingkat PHK tertinggi pada Januari, terutama setelah UPS mengungkap rencana memangkas lebih dari 30 ribu pekerja. Sementara itu, sektor teknologi menempati posisi berikutnya, dipicu keputusan Amazon untuk menghapus sekitar 16 ribu posisi, mayoritas di level korporasi.

Rencana perekrutan tercatat turun 13%  dibanding Januari 2025 dan merosot 49% dibanding Desember.

Data dari perusahaan pemantau dinilai masih fluktuatif dan tidak selalu sejalan dengan statistik resmi. Meski demikian, laporan ke Departemen Tenaga Kerja pada Januari berdasarkan aturan Pemberitahuan Penyesuaian dan Pelatihan Ulang Pekerja mencatat lebih dari 100 perusahaan telah menyampaikan notifikasi rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) skala besar.

Dalam laporan terpisah yang dirilis Kamis (5/2/2026), Biro Statistik Tenaga Kerja mencatat jumlah lowongan pekerjaan anjlok pada Desember menjadi 6,54 juta. Angka tersebut turun 386.000 dibanding bulan sebelumnya dan merosot lebih dari 900.000 dari posisi Oktober. Capaian itu menjadi level terendah sejak September 2020.

Menurunnya jumlah lowongan kerja membuat rasio posisi tersedia terhadap jumlah pengangguran turun menjadi 0,87 banding 1, dari sebelumnya sempat melampaui 2 banding 1 pada puncaknya di pertengahan 2022.

Sementara itu, laporan ADP pada Rabu menunjukkan sektor swasta hanya menambah 22.000 lapangan kerja sepanjang Januari.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6