Perjalanan UMKM Kabanjahe: Dari Jual Es Buah hingga Laundry Express Berkat KUR BRI

Hingga Desember 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. Capaian ini merefleksikan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kesuksesan usaha sering kali berawal dari langkah kecil yang dijalani secara konsisten. Hal inilah yang dialami Sari Handayani Daulay (39), pelaku UMKM asal Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, yang berhasil mengembangkan usahanya melalui kerja keras dan dukungan pembiayaan.

Sari memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2015 dengan menjajakan es buah. Produk tersebut dijual berkeliling kampung dan dititipkan di sejumlah kedai kecil di wilayah Karo. Dari aktivitas sederhana ini, ia mulai menyadari adanya peluang lain, yakni penjualan mainan anak yang saat itu belum banyak tersedia di daerahnya.

“Awalnya hanya jualan es buah, tapi saya melihat banyak anak-anak di sini yang sulit mendapatkan mainan. Akhirnya saya mulai jualan mainan eceran untuk membantu ekonomi keluarga,” ungkap Sari.

Mengenal KUR BRI di Tengah Keterbatasan Modal

Upaya mengembangkan usaha mainan anak tidak berjalan mulus. Salah satu kendala utama yang dihadapi Sari adalah keterbatasan modal, terutama untuk memenuhi ketentuan minimal pembelian dari distributor agar memperoleh harga yang lebih terjangkau.

Titik terang muncul ketika petugas BRI melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga di lingkungannya. Dari interaksi tersebut, Sari diperkenalkan dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

“Jadi ada petugas BRI yang mungkin tahu saya punya usaha, lalu ditawari KUR BRI. Saya dijelaskan apa itu KUR dan persyaratannya dan dari situ saya tertarik mencoba,” imbuhnya.

Pengajuan KUR pertama memberikan pinjaman Rp5 juta, yang kemudian meningkat menjadi Rp25 juta setelah pelunasan. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, termasuk merekrut tenaga kerja dan membuka peluang usaha tambahan.

Bertahan di Masa Pandemi dan Terus Melaju

Saat pandemi COVID-19 terjadi, Sari kembali beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Ia melihat banyak anak membutuhkan pendampingan belajar karena tidak dapat mengikuti sekolah tatap muka. Dari kondisi tersebut, lahirlah usaha bimbingan belajar yang ia kelola sendiri.

Selain itu, Sari juga mengembangkan usaha laundry express yang semakin diminati. Pada tahun 2023, pengembangan usaha ini mendapat dukungan pembiayaan KUR BRI sebesar Rp100 juta. Kini, usaha mainan anak diteruskan oleh adiknya, sementara Sari fokus pada pengelolaan laundry express dan bimbingan belajar.

“KUR sangat membantu, terutama di awal menjalankan usaha. Kemajuan bisnis saya sekarang ini tentu berkat KUR BRI. Proses pencairan dana juga cepat, sekitar 3-4 hari. Sebelumnya, kalau pinjam uang di sini kan ke rentenir, duitnya nggak bisa muter, malah habis buat bayar utang. Kalau di BRI bunganya ringan, jadi sebagai pemilik usaha nggak merasa berat,” jelasnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa pembiayaan KUR BRI memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas UMKM dan memperkuat sektor riil di berbagai daerah.

“Kisah dari Sari Handayani Daulay menjadi salah satu contoh dengan pendanaan KUR, pelaku UMKM di daerah bisa terus berkembang usahanya. Kami juga terus memberikan pendampingan kepada dan pemberdayaan bagi pelaku usaha untuk bisa naik kelas”, imbuhnya.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa KUR BRI bukan hanya instrumen pembiayaan, tetapi juga katalis yang mendorong pergerakan ekonomi rakyat secara inklusif dengan UMKM sebagai tulang punggungnya.

Per Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. Sebanyak 64,49% dari total penyaluran dialokasikan ke sektor produksi, dengan sektor pertanian sebagai penyumbang terbesar sebesar Rp80,09 triliun atau 44,97%, menegaskan komitmen BRI dalam mendukung penguatan sektor riil nasional.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6