Liputan6.com, Jakarta - Kisah sukses di dunia bisnis kerap lahir dari perjalanan hidup yang penuh luka dan perjuangan. Hal inilah yang tercermin dari perjalanan Gia Huynh, seorang imigran asal Vietnam dengan status Single Mom yang kini menjelma menjadi pengusaha sukses di Amerika Serikat (AS).
Dari titik terendah hidupnya, tidur di dalam mobil sebagai ibu tunggal dengan bayi berusia lima minggu, Huynh berhasil membangun perusahaan permen daring bernama Silky Gem yang kini menghasilkan pendapatan lebih dari USD 9 juta atau setara Rp 151 miliar (estimasi kurs Rp 16.770 per USD) per tahun.
Dikutip dari CNBC, Jumat (9/1/2026), ketika pertama kali menginjakkan kaki di AS pada 2016, Huynh hanya membawa USD 50 atau Rp 838 ribu di sakunya. Ia bekerja hingga 14 jam sehari di salon kuku demi bertahan hidup.
Advertisement
Tekanan ekonomi, perceraian, hingga hubungan penuh kekerasan membuat hidupnya semakin terpuruk. Bahkan, pada satu fase paling kelam, ia kehilangan tempat tinggal dan harus membesarkan anaknya seorang diri di dalam mobil.
Namun, keterbatasan itu tidak memadamkan tekad Huynh. Di sela-sela kesibukannya sebagai pekerja salon dan seorang ibu yang membesarkan anaknya sendiri, ia mulai bereksperimen dengan berbagai ide bisnis online.
Mulai dari sabun buatan tangan hingga produk fesyen, semuanya ia coba tanpa hasil signifikan. Hingga akhirnya, sebuah video permen kristal di media sosial membangkitkan memori masa kecilnya di Vietnam.
Dari dapur kecil dan modal hanya USD 500, Huynh mulai memproduksi permen kristal buatan tangan.
Tanpa latar belakang pendidikan formal dan tanpa kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, ia membangun bisnisnya secara organik lewat platform digital.
Kini, Silky Gem menjadi bukti bahwa ketekunan, keberanian, dan inovasi mampu mengubah nasib seseorang secara drastis.
Bangkit dari Luka Masa Kecil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4031041/original/049406400_1653299244-WhatsApp_Image_2022-05-23_at_15.39.21.jpeg)
Gia Huynh lahir dan dibesarkan dalam keluarga miskin di Vietnam. Masa kecilnya diwarnai trauma, perundungan, dan keterbatasan pendidikan. Ia bahkan tidak menyelesaikan sekolah dasar. Lingkungan keras tersebut membentuk rasa rendah diri yang terus membayangi hidupnya hingga dewasa.
“Saya selalu diintimidasi, orang-orang memanggil saya dengan sebutan yang tidak pantas, hanya karena kulit saya lebih gelap,” kata Huynh. “Karena saya tidak lulus kelas lima, keluarga dan teman-teman selalu meremehkan saya,” tambahnya.
Namun, pengalaman pahit itulah yang perlahan menjadi bahan bakar mentalnya untuk bertahan dan bangkit. Setelah menghadapi tunawisma dan tekanan hidup di negeri orang, Huynh mulai menyadari bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika ia berani mempercayai dirinya sendiri.
Advertisement
Silky Gem: Dari Dapur Rumah ke Pasar Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5152203/original/046077700_1741240640-permen-yupi-shutterstock_280154789_ratio-16x9.jpg)
Pada awal 2022, Huynh mulai menjual permen kristalnya melalui Etsy. Dalam tiga bulan pertama, penjualan masih berkisar ratusan dolar. Namun, titik balik terjadi ketika produknya viral setelah diulas influencer media sosial. Dalam satu hari, penjualannya melonjak hingga USD 3 ribu, sekitar Rp 50 juta.
Dalam sembilan bulan pertama, Silky Gem mencatat pendapatan lebih dari USD 1,8 juta, sekitar Rp 30 miliar. Kini, bisnis tersebut telah berkembang pesat dan mempekerjakan kedua orang tua Huynh, menjadikannya usaha keluarga yang berkelanjutan.
“Ini sungguh luar biasa... Ini benar-benar mengubah pandangan saya tentang diri saya sendiri,” katanya. “Sepanjang hidup saya, saya percaya bahwa saya tidak berharga, tidak berguna. Saya tidak memiliki keterampilan, saya tidak memiliki pendidikan untuk semua ini,” tambahnya.
Pelajaran Bisnis dari Seorang Imigran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065874/original/002837200_1656384186-shutterstock_1898853715.jpg)
Bagi Huynh, pelajaran terbesar dalam hidup dan bisnis adalah mengalahkan rasa takut dan mental korban. Ia membuktikan bahwa keterbatasan pendidikan, bahasa, dan modal bukanlah penghalang mutlak untuk sukses.
“Saya selalu menyalahkan orang lain atas kurangnya kepercayaan diri, pendidikan, dan segala hal lainnya. Saya selalu berperan sebagai korban sepanjang hidup saya,” katanya. “Tapi itu tidak benar. Anda bisa melakukannya jika Anda bertekad. Saya tidak sekolah bahasa. Saya tidak lulus kelas lima, tetapi karena saya bertekad, saya berhasil,” tambahnya.
“Musuh terbesar kita adalah diri sendiri,” ujar Huynh. Kisahnya menjadi inspirasi global bahwa siapa pun bisa sukses membangun bisnis, selama memiliki tekad dan keberanian untuk memulai.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3904828/original/067187900_1761031719-Foto_eug.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4100217/original/063805300_1658739378-pexels-ketut-subiyanto-4473398_1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3246/original/023028100_1470665987-kecil.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8574835/original/057277000_1782531340-AP26177858339524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4997798/original/078035300_1731143506-arti-mimpi-menikah-dengan-suami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8543063/original/048622600_1782481954-Rilis_Peresmian_Serentak_Tujuh_Kantor_IPSKA__5_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8542402/original/032194800_1782480495-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_18.43.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8540535/original/035193100_1782477533-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_19.36.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530156/original/001422200_1782462250-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_3.19.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528786/original/061172800_1782460439-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_1.49.51_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8517751/original/068643200_1782443762-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_10.06.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475914/original/072997800_1782386472-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_21.55.22.jpeg)