Liputan6.com, Jakarta - Kepala Divisi Riset Ekonomi PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) Suhindarto, memproyeksikan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) pada tahun 2026 akan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2025.
"Kami melihat seperti yang tadi disebutkan, di tahun 2026 mendatang penerbitannya akan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2025," kata Suhindarto dalam Media Forum PEFINDO, ditulis Rabu (17/12/2025).
Proyeksi tersebut didasarkan pada sejumlah faktor struktural yang memengaruhi kebutuhan pembiayaan pemerintah ke depan. Menurut Suhindarto, terdapat dua faktor utama yang mendorong peningkatan penerbitan SBN pada 2026.
Advertisement
Faktor pertama adalah defisit anggaran yang diperkirakan mengalami pelebaran seiring dengan kebutuhan belanja negara yang tetap tinggi, baik untuk program prioritas maupun menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
"Karena ada dua hal yang menjadi penyebab utamanya, yang pertama adalah defisit yang mengalami pelebaran," ujarnya.
Selain itu, faktor kedua berasal dari meningkatnya surat utang negara yang jatuh tempo pada 2026. Kondisi ini membuat pemerintah perlu melakukan pembiayaan ulang (refinancing) dalam jumlah lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga volume penerbitan SBN pun ikut terdorong naik.
"Dan yang kedua adalah surat utang jatuh tempo yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2025," ujarnya.
Â
Target Penerbitan SBN 2026 Targetnya Rp1.585 Triliun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2961004/original/033043800_1573113385-20191107-Pembelian-Sukuk-Tabungan-Seri-ST-006-ANGGA-3.jpg)
Mengacu pada dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Suhindarto menyebutkan bahwa target penerbitan SBN secara bruto pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp1.585 triliun.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan target penerbitan pada tahun 2025. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 pemerintah menargetkan penerbitan SBN bruto sebesar Rp1.342 triliun.
"Sehingga tahun 2026 mendatang kalau kita lihat di APBN sendiri untuk target penerbitannya bisa mencapai di sekitar Rp 1.585 triliun, itu nilainya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan target tahun 2025 yang secara bruto di Rp 1.342 triliun," ujarnya.
Â
Advertisement
Penerbitan Obligasi Korporasi 2026 Diproyeksi Rp 175,77 Triliun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2961006/original/032643100_1573113387-20191107-Pembelian-Sukuk-Tabungan-Seri-ST-006-ANGGA-5.jpg)
Adapun PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memperkirakan nilai penerbitan obligasi korporasi tahun depan masih berada pada level yang solid, meski tidak setinggi tahun sebelumnya.
Suhindarto, menyebut penerbitan surat utang korporasi pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran Rp 154 triliun hingga Rp 196,86 triliun. Adapun titik tengah proyeksi tersebut berada di angka Rp 175,77 triliun.
"Dengan sentimen yang overweight untuk tahun 2026 kami memperkirakan penerbitan surat hutang korporasi bisa mencapai antara Rp 154 sampai Rp 196,86 triliun dengan titik tengahnya di Rp 175,77 triliun," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2961002/original/082496400_1573113383-20191107-Pembelian-Sukuk-Tabungan-Seri-ST-006-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/7029/original/065415200_1744906934-1000023100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258737/original/031550300_1781406712-063_2281462946.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258053/original/067867800_1781307185-cyle_larin_gol_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8319326/original/066926200_1782187594-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262486/original/089294900_1781817493-000_B7KZ4JN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258677/original/006830300_1781400870-000_B6Z639C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7888802/original/088640200_1780717331-IMG_4763.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1641377/original/045202600_1499335559-20170706-IHSG-Berakhir-Bertahan-di-Zona-Hijau-Angga-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282581/original/072799000_1672910732-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554447/original/021361600_1776071384-IMG_2094.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487881/original/098610500_1769682055-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537790/original/021655300_1774442876-1000271979.jpg)