Listrik Belum Menyala di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera, Ini Kendalanya

Kementerian ESDM menyatakan terus berupaya untuk memulihkan listrik di wilayah terdampak bencana Sumatera.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 15:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Ahmad Erani Yustika mengatakan, masih ada kendala pemulihan tenaga listrik di wilayah bencana Sumatera. Meski, pasokan listrik telah diprioritaskan di fasilitas-fasilitas penting.

Erani mengatakan, pihaknya terus berupaya memulihkan listrik dan pasokan BBM ke wilayah terdampak. Soal pemulihan listrik, ada beberapa kendala yang menghambat pembangunan kembali tower listrik yang rusak.

"Jadi tergantung dari masing-masing wilayah. Ada beberapa yang sudah dipasang jaringan kembali tapi tiba-tiba hujan, longsor kembali, roboh kembali," kata Erani, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Dia menuturkan, PT PLN (Persero) telah terus berupaya untuk memulihkan listrik. Sejumlah material pembangunan kembali tower listrik diketahui telah dikirim dari Jakarta sejak awal bencana.

"Hal semacam itu tapi seharusnya dengan upaya yang intensif dari PLN sejak hari pertama itu listrik sudah ini sudah bisa diberikan aksesnya tapi memang belum dalam jumlah seperti yang semula," tutur dia.

"Setiap hari helikopter macam-macam itu setiap hari sejak hari pertama. Apa saja dilakukan untuk bisa menerobos daerah itu sejak hari pertama tadi itu," ia menambahkan.

Prioritas Pemulihan Listrik

Erani menegaskan, prioritas utama pemulihan listrik adalah warga yang terdampak langsung. Termasuk beberapa fasilitas penting seperti rumah sakit.

Dia menyadari kondisi wilayah yang terdampak banjir bandang dan longsor sulit untuk dilalui. Utamanya adalah upaya untuk pemulihan secepat mungkin.

"Ya yang diutamakan itu bagi warga yang betul-betul terdampak langsung itu. Kini medannya memang luar biasa ya," kata Erani.

Pasokan BBM

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika mengatakan setiap wilayah terdampak bencana Sumatera telah mendapat suplai bahan bakar minyak (BBM). Namun, volume yang disalurkan masih lebih rendah dari kebutuhan total.

Erani menyampaikan, secara umum distribusi BBM ke daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bisa dilakukan. Meskipun diakuinya PT Pertamina Patra Niaga harus melalui medan yang cukup berat, sehingga volume yang disalurkan masih sedikit.

"Secara umum sebetulnya sudah tapi dalam beberapa hal kan jumlahnya belum bisa sebanyak yang kita harapkan karena situasi medannya ya. Tapi itu akan terus ditambah," kata Erani, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Distribusi BBM

Dia mengatakan, sebagian besar wilayah terdampak bencana sudah bisa dijangkau pasokan BBM. Distribusi BBM pun tidak sepenuhnya menggunakan jalur darat dengan truk.

Erani bilang, ada upaya penyaluran dengan menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah dengan akses jalan darat yang terbatas.

"Sampai hari ini sih sebagian besar sudah bisa dimasukin itu sih. Kadangkala sebagian juga dengan menggunakan heli dan seterusnya di situ," ujar Erani.

 

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6