GAPKI Kembali Gelar IPOC 2025, Genjot Tata Kelola dan Daya Saing Industri Sawit

Hadirkan berbagai pembicara nasional dan internasional, IPOC 2025 akan membahas berbagai topik mulai dari arah kebijakan dan peta jalan industri sawit di Indonesia.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 05:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) akan kembali menggelar The 21st Indonesian Palm Oil Conference and 2026 Price Outlook (IPOC 2025) pada 12-14 November 2025 di Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Mengusung tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy, and Global Trade”, forum diskusi tahunan kali ini akan menempatkan tata kelola, kebijakan biofuel, dan perdagangan global sebagai poros bahasan.

Indonesia, sebagai penghasil minyak sawit terbesar, memegang kunci stabilitas pasokan minyak nabati dunia. Sektor ini terus menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi, tuntutan lingkungan, dan arus transisi energi bersih di banyak negara. Pada tingkat ekonomi nasional, sawit masih menjadi penopang utama ekspor nonmigas sekaligus penggerak ekonomi berkelanjutan bagi jutaan warga di sentra perkebunan.

Menurut Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, IPOC 2025 merupakan ajang untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menghadapi tantangan global yang terus berubah. Harapannya, melalui forum ini, gagasan strategis dan kebijakan adaptif bisa terbentuk guna memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

"POC merupakan forum strategis untuk membahas arah industri kelapa sawit ke dean, khususnya upaya-upaya yang dapat dilakukan para pelaku industri sawit dalam mendorong produktivitas di tengah beragam peluang dan tantangan domestik maupun global," ujar Eddy pada konferensi pers, Selasa (28/10/2025). 

 

 

Sederet Pejabat Negara Bakal Hadir

Sederet pejabat negara dijadwalkan hadir untuk memaparkan arah kebijakan dan peta jalan industri. Di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Mereka akan membahas peta jalan menuju Indonesia Emas 2045, rencana peningkatan bauran biodiesel menuju B50, serta dampak implementasi EUDR dan kebijakan tarif terhadap akses pasar dan daya saing. 

Sama seperti gelaran tahun sebelumnya, IPOC 2025 kembali menghadirkan para narasumber internasional di bidang minyak nabati dan kebijakan perdagangan global, seperti Thomas Mielke (Executive Director Oil World), Julian McGill (pendiri Glenauk Economics), Ryan Chen (Cargill Investments China), Satia Varga (FastMarkets), Dorab Mistry (Godrej International Ltd.), hingga Pietro Paganini (Pakar komunikasi dan kebijakan publik internasional).

 

Gelar Pameran Industri

Para narasumber internasional ini akan membahas berbagai topik mulai dari proyeksi harga dan tren pasar, strategi dalam menghadapi tantangan pasar global, prospek pasar di tahun mendatang, hingga isu keberlanjutan dan regulasi internasional.

Selain mengadakan rangkaian diskusi, IPOC 2025 juga menyelenggarakan pameran industri yang menampilkan perkembangan terkini teknologi, produk, dan layanan pendukung.

Ketua Panitia IPOC 2025, Mona Surya, mengungkapkan bahwa, “Seluruh rancangan penyelenggaraan IPOC ini diharapkan menjadi masukan penting bagi para pelaku industri sawit nasional.” Dengan animo peserta yang terus meningkat, ia optimis penyelenggaraan IPOC tahun ini dapat menarik 1.500 peserta yang terdiri dari pelaku usaha, pembuat kebijakan, analis, hingga investor dari berbagai belahan dunia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6