Dorong Likuiditas dan Pertumbuhan, BRI Rampungkan Penyaluran Dana SAL Rp55 Triliun

Dana yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ini dialokasikan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional lewat pembiayaan di berbagai sektor produktif.

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi menuntaskan penyaluran dana penempatan pemerintah senilai Rp55 triliun pada 16 Oktober 2025. Dana yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ini dialokasikan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional lewat pembiayaan di berbagai sektor produktif.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa penyaluran dana tersebut tersebar di berbagai segmen pembiayaan. Porsi terbesar diarahkan ke segmen mikro dengan total Rp28,08 triliun, termasuk penyaluran melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selanjutnya, pembiayaan ke segmen korporasi mencapai Rp11,07 triliun yang ditujukan bagi pengembangan industri nasional. Langkah ini tidak hanya mendorong ekonomi rakyat di tingkat bawah, tetapi juga memperkuat sektor industri strategis sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, pembiayaan ke segmen komersial tercatat Rp10,13 triliun dan ke segmen konsumer sebesar Rp6,58 triliun. Keduanya diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat dan menjaga daya beli di berbagai lapisan.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI dalam penempatan dana ini. Pembiayaan disalurkan secara selektif dan terukur ke sektor-sektor produktif yang mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Seluruh proses penyaluran dilakukan secara prudent untuk memastikan pembiayaan benar-benar memberikan dampak yang optimal,” ujar Hery Gunardi.

BRI Perkuat Peran Strategis Dukung UMKM

Sebagai catatan, pada September 2025, pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di lima bank BUMN. Tujuannya untuk menjaga likuiditas perbankan dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Dalam program ini, BRI, Mandiri, dan BNI masing-masing mendapatkan Rp55 triliun, BTN menerima Rp25 triliun, dan BSI memperoleh Rp10 triliun.

“BRI pun berkomitmen memperluas akses pembiayaan secara berkelanjutan untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional. Dengan demikian, BRI akan terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan UMKM sebagai motor penggerak utamanya,” pungkas Hery Gunardi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6