Optimisme Tinggi, 60% Warga ASEAN Nilai Ekonomi Kreatif Tumbuh Pesat

Survei regional ASEAN-UK menunjukkan 60% responden yakin ekonomi kreatif tumbuh pesat dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Diterbitkan 22 Oktober 2025, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Program ASEAN-UK Advancing Creative Economy resmi meluncurkan Jajak Pendapat Persepsi Regional tentang Ekonomi Kreatif ASEAN pertama, yang mengungkap besarnya optimisme publik terhadap pertumbuhan industri kreatif di Asia Tenggara.

Jajak pendapat ini merupakan kolaborasi antara Sekretariat ASEAN, negara-negara anggotanya melalui Senior Officials Responsible for Culture and Arts (SOMCA), serta British Council. Survei mencakup 10 negara anggota ASEAN dan Timor-Leste, dengan fokus pada kesadaran publik, persepsi pertumbuhan, dan dukungan ekosistem terhadap ekonomi kreatif.

“Jajak pendapat ini menegaskan adanya ambisi besar untuk membangun ekonomi kreatif yang kokoh di seluruh kawasan ASEAN. Belajar dari pengalaman di Britania Raya, kami berkomitmen untuk membuka potensi serupa di Asia Tenggara,” ujar Duta Besar Inggris untuk ASEAN, Helen Fazey, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/10/2025).

Dari hasil survei, 60% responden yakin ekonomi kreatif tumbuh pesat, dan 43% menilai sektor ini berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat. Namun, masih ada tantangan seperti biaya tinggi untuk mengakses produk kreatif dan kurangnya koordinasi lintas negara.

 

Budaya Lokal Punya Peran Besar

Menurut laporan resmi, 54% responden menilai budaya lokal berperan besar dalam membentuk produk kreatif, sementara hanya 47% publik yang memahami istilah “ekonomi kreatif” secara mendalam. Data ini menunjukkan perlunya edukasi dan advokasi lebih luas di kawasan.

Summer Xia, Country Director British Council Indonesia dan Director Southeast Asia, mengatakan pihaknya tengah menerjemahkan temuan ini menjadi panduan kebijakan yang konkret.“Jajak pendapat ini memberikan gambaran nyata tentang prioritas dan kesenjangan di sektor kreatif. Kami sedang menyusun ASEAN Creative Economy Sustainability Framework Companion Guide agar kebijakan dan intervensi yang diambil lebih inklusif dan berdampak panjang,” ujarnya.

Panduan tersebut akan menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri kreatif untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mendorong inovasi berbasis budaya.

 

Masa Depan Ekonomi Kreatif

Didukung oleh pemerintah Britania Raya, Kerangka Keberlanjutan Ekonomi Kreatif (Creative Economy Sustainability Framework) telah diadopsi pada KTT ASEAN ke-46 di Malaysia (26 Mei 2025). Dokumen ini menjadi panduan bersama bagi negara anggota untuk membangun ekosistem kreatif yang inklusif, berbasis budaya, dan berkelanjutan.

Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Sosial-Budaya San Lwin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara.

“Saya mengajak semua pihak berkomitmen membangun masa depan di mana inovasi dan kreativitas menjadi penggerak kemakmuran dan keadilan sosial bagi masyarakat ASEAN,” katanya.

Lewat kemitraan jangka panjang ini, British Council dan Misi Britania Raya untuk ASEAN berkomitmen memperkuat kepemimpinan ASEAN dalam membangun masa depan ekonomi kreatif yang kolaboratif, inovatif, dan membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6