Tak Cukup Rp 200 Triliun, Menkeu Purbaya Mau Guyur Lagi BRI dan BNI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertimbangkan penambahan penempatan Dana SAL APBN hingga Rp 250 triliun di bank Himbara seperti BRI dan BNI. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan dana demi pertumbuhan ekonomi yang agresif.

Diterbitkan 14 Oktober 2025, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan adanya kemungkinan penambahan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di sejumlah bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Peluang ini terbuka lebar karena laju pertumbuhan uang beredar (M0) di Indonesia saat ini dinilai masih belum optimal.

"Terbuka (dengan penambahan dana). Karena laju pertumbuhan uang (beredar) atau M0-nya baru 13 persen. Saya pikir seharusnya idealnya 20 persen lebih sedikit," jelas Menkeu Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin.

Menurutnya, sudah ada dua bank besar yang secara resmi mengajukan permintaan penambahan dana pemerintah tersebut, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Meskipun demikian, Purbaya belum menentukan berapa persisnya jumlah dana tambahan yang akan diberikan kepada kedua bank tersebut. Ia saat ini masih memiliki anggaran SAL yang siap dialokasikan, diperkirakan mencapai sekitar Rp 250 triliun, yang dapat dipindahkan ke bank-bank Himbara.

Terkait besaran alokasi, Purbaya memilih untuk tidak mengumumkannya secara rinci saat ini. "Kalau nambah pun kami nggak akan kasih tahu lagi sekarang. Karena operasi uang biasa lagi, karena nanti banyak orang protes," tambahnya.

 

Optimalisasi Dana SAL Dorong Pertumbuhan Ekonomi Swasta

Purbaya mengakui bahwa kebijakannya ini seringkali disalahpahami oleh banyak pihak. Ia menyebut beberapa orang keliru mengira bahwa langkahnya ini merupakan upaya untuk mengubah anggaran APBN atau melakukan ekspansi fiskal.

Padahal, tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mengoptimalkan dana SAL yang menganggur guna menciptakan laju pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif. Pertumbuhan ini tidak hanya diharapkan datang dari sisi pemerintah, tetapi juga dari sektor swasta.

"Karena belanja pemerintah di produk domestik bruto (PDB) itu cuma 10 persen, kira-kira. Berarti sisanya yang swasta kan 90 persen. Yang akan kami galakkan itu termasuk menjaga daya beli masyarakat dan memperbaiki iklim investasi,” tutur Purbaya, menekankan fokus kebijakan ini pada penguatan sektor swasta dan investasi.

 

BRI Benarkan Pengajuan Tambahan Dana

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, membenarkan adanya pengajuan tambahan dana SAL dari pihaknya. Namun, Hery menyerahkan sepenuhnya keputusan dan jadwal pencairan dana tersebut kepada Menteri Keuangan.

"(Pencairannya) tergantung Pak Menkeu," ujar Hery.

Sebagai informasi, sebelumnya BRI telah menerima penempatan dana pemerintah sebesar Rp 55 triliun. Hery melaporkan bahwa pihaknya berhasil menyalurkan 90,4 persen dari total dana yang telah diterima tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    APBN adalah singkatan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.
    apbn
  • liputan6
    Bank Rakyat Indonesia adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia.
    BRI
  • liputan6
    BNI merupakan Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pertama yang menjadi perusahaan publik.
    BNI
  • liputan6
    Himbara adalah sebutan untuk empat bank BUMN.
    Himbara
  • Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2025, sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, dikenal atas kontribusinya dalam kebijakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
    Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2025, sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, dikenal atas kontribusinya dalam kebijakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
    Purbaya Yudhi Sadewa
  • Menkeu Purbaya