BRI Raih Penghargaan Emiten BigCap dengan Tata Kelola Terbaik di IICD Award 2025

Direktur Human Capital & Compliance BRI, Ahmad Solichin Lutfiyanto, menilai penghargaan ini sebagai pengakuan atas komitmen panjang BRI dalam menjalankan bisnis beretika dan transparan.

Diterbitkan 11 Oktober 2025, 14:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan dengan tata kelola terbaik. Dalam The 16th IICD Corporate Governance Conference and Award 2025, BRI terpilih sebagai salah satu perusahaan dalam Top 50 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Besar (BigCap PLCs) yang memiliki implementasi GCG unggul.

Ajang penghargaan yang diselenggarakan Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) ini menilai perusahaan publik berdasarkan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang konsisten, transparan, dan berorientasi keberlanjutan. Dari 200 emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, penilaian dilakukan secara independen menggunakan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) 2023.

Apresiasi untuk Konsistensi Tata Kelola

Direktur Human Capital & Compliance BRI, Ahmad Solichin Lutfiyanto, menilai penghargaan ini sebagai pengakuan atas komitmen panjang BRI dalam menjalankan bisnis beretika dan transparan. “Masuknya BRI dalam daftar Top 50 Emiten BigCap mencerminkan upaya berkesinambungan kami dalam mewujudkan bisnis yang berintegritas melalui tata kelola yang sehat. Kami meyakini bahwa penerapan GCG bukan hanya kewajiban, tetapi juga fondasi untuk mendukung pertumbuhan usaha yang unggul dan berkelanjutan,” jelasnya.

BRI terus memperkuat penerapan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC) untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. “Kami akan terus menjaga konsistensi dalam mengedepankan tata kelola yang transparan dan akuntabel. BRI percaya bahwa keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh kinerja finansial, tetapi juga oleh komitmen untuk menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan,” tambahnya.

Governansi yang Kuat Dorong Ketahanan Korporasi

Dengan mengusung tema “Building Resilience through Good Governance: Thriving in Turbulent Times”, IICD menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang kuat untuk memperkuat daya tahan bisnis di tengah dinamika global. Ketua Umum IICD sekaligus Ketua Umum Indonesian Institute for Public Governance (IIPG) Rudiantara menyampaikan bahwa praktik governansi yang baik dapat menjadi penopang utama bagi ketahanan perusahaan.

Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh penting, antara lain Adrian Zuercher, CFA, selaku Co-Head Global Asset Allocation & Investment Management APAC dari UBS, serta perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya sinergi regulator, pelaku usaha, dan investor.

Adapun, penerapan prinsip GCG ini diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan aspirasi perusahaan untuk menjadi kelompok perbankan yang adaptif, berdaya saing, dan inklusif di kawasan regional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6