Kalahkan Jerman, China Masuk 10 Besar Negara Paling Inovatif di Dunia

China menempati peringkat ke-10 dalam survei terhadap 139 negara yang dinilai berdasarkan 78 indikator. Posisi puncak tetap dipegang oleh Swiss.

Diterbitkan 17 September 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - China berhasil menembus 10 besar negara paling inovatif di dunia untuk pertama kalinya, menggantikan posisi Jerman, ekonomi terbesar di Eropa. Hal ini terjadi seiring dengan besarnya investasi yang digelontorkan perusahaan-perusahaan di Beijing untuk riset dan pengembangan (R&D).

Berdasarkan laporan Global Innovation Index (GII) yang diterbitkan PBB, China menempati peringkat ke-10 dalam survei terhadap 139 negara yang dinilai berdasarkan 78 indikator. Posisi puncak tetap dipegang oleh Swiss, yang telah memimpin sejak tahun 2011, diikuti oleh Swedia dan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari CNN pada Rabu, (17/9/2025), laporan GII menunjukkan, Tiongkok berada di jalur yang tepat untuk menjadi negara dengan pengeluaran R&D terbesar di dunia, seiring dengan percepatan investasi sektor swasta.

China juga berkontribusi seperempat dari total permohonan paten internasional pada 2024 dan tetap menjadi sumber paten terbesar.

Sementara itu, AS, Jepang, dan Jerman, yang secara kolektif menyumbang 40% dari total permohonan paten, masing-masing mencatat sedikit penurunan. Kepemilikan paten secara luas dilihat sebagai indikator penting kekuatan ekonomi dan keahlian industri suatu negara.

 

Pertumbuhan RnD Melambat

Meskipun demikian, prospek inovasi global saat ini dibayangi oleh penurunan investasi. Pertumbuhan R&D diproyeksikan melambat menjadi 2,3% tahun ini, turun dari 2,9% tahun lalu, yang merupakan pertumbuhan terendah sejak krisis keuangan tahun 2010.

Co-editor GII, Sacha Wunsch-Vincent mengatakan bahwa Jerman tidak perlu khawatir dengan penurunan peringkatnya ke posisi 11. Ia menambahkan bahwa peringkat ini tidak mencerminkan dampak dari tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump di AS.

Direktur Jenderal Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) PBB, Daren Tang, menyoroti tantangan bagi Jerman.

"Tantangan bagi Jerman adalah bagaimana, di samping statusnya yang kuat selama puluhan tahun sebagai mesin inovasi industri, bisa menjadi pembangkit kekuatan inovasi digital," ujarnya.

Adapun negara-negara lain yang masuk 10 besar dalam daftar GII adalah, Korea Selatan, Singapura, Inggris, Finlandia, Belanda, dan Denmark.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6