Stasiun Gambir dan Pasar Senen Terdampak Demo, KA Jarak Jauh Dialihkan ke Jatinegara

KAI Daop 1 Jakarta merekayasa pola operasi dengan memberlakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara imbas aksi massa di Jakarta.

Diperbarui 29 Agustus 2025, 18:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT KAI (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta melakukan rekayasa pola operasi untuk sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Jumat (29/8/2025). Imbas meluasnya aksi massa di Jakarta yang berdampak kepada dua stasiun tersebut. 

KAI Daop 1 Jakarta merekayasa pola operasi dengan memberlakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara, untuk rangkaian kereta api yang dalam kondisi normal tidak berhenti di stasiun tersebut. 

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko menjelaskan langkah ini dilakukan untuk memberikan alternatif bagi calon pelanggan yang akan menggunakan kereta api dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

Sekaligus menghindari potensi kemacetan lalu lintas menuju Stasiun Gambir dan Pasar Senen akibat konsentrasi massa aksi.

"Rekayasa pola operasi ini bersifat sementara dan berlaku untuk perjalanan KA pada Jumat, 29 Agustus 2025. Dengan begitu, masyarakat memiliki pilihan titik keberangkatan yang lebih dekat dan strategis, terutama bagi yang berasal dari arah timur Jakarta," ujar Ixfan, Jumat (29/8/2025).

 

 

Imbauan kepada Pelanggan

Ia lantas mengimbau kepada para pelanggan yang akan menggunakan layanan kereta api pada tanggal tersebut, untuk menyesuaikan waktu keberangkatan serta menyiapkan waktu tempuh yang cukup sebagai antisipasi adanya pola rekayasa lalu-lintas. 

"Kami mengimbau kepada calon pelanggan untuk tetap mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi keselamatan dan kenyamanan bersama," imbuh dia. 

Berikut daftar kereta api yang akan berhenti di Stasiun Jatinegara pada 29 Agustus 2025:

1. ka 40 Sembrani

2. ka 62 Manahan

3. ka 204 Tegal Bahari

4. ka 122 Cakrabuana 

5. ka 90 Gayabaru Malam Selatan

6. ka 270 Matarmaja

7. ka 112 Sawunggalih

8. ka 58f Purwojaya

9. ka 44 Taksaka

10. ka 152 Brantas

11. ka 38 Brawijaya

12. ka 8 Bima

13. ka 300 Cikuray

14. ka 246 Majapahit

15. ka 260 Tawang Jaya

16. ka 36 Gajayana

17. ka 108 Senja Utama Yk

Demo Meluas di Jakarta, Sarinah Tutup Lebih Cepat

Sebelumnya, pusat perbelanjaan Sarinah memutuskan untuk tutup lebih cepat pada Jumat (29/8/2025). Imbas meluasnya berbagai aksi demonstrasi di Jakarta, buntut tewasnya driver ojol (ojek online) Affan Kurniawan setelah terlindas Rantis Brimob di Pejompongan pada Kamis, 28 Agustus 2025.

"Sehubungan dengan kondisi yang terjadi saat ini dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Sarinah tutup lebih cepat hari ini pukul 16.00 WIB demi kenyamanan dan keselamatan bersama," tulis akun Instagram resmi @sarinahindonesia, Jumat (29/8/2025).

Adapun sehari-hari, Sarinah biasanya menutup pusat perbelanjaannya pada pukul 22.00 WIB. "Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan terima kasih atas pengertiannya. Sampai jumpa besok di Sarinah," tulis pihak manajemen.  

Salah satu titik aksi massa terjadi di sekitar Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat. Aksi yang kini digelar oleh sekumpulan mitra driver ojol ini telah berkumpul di kolong flyover menuju Jalan Kramat Kwitang sejak Kamis malam. Demi menuntut tanggung jawab Brimob atas kasus pelindasan driver ojol oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob di Pejompongan semalam. 

 

Titik Aksi Maksa

Salah seorang mitra driver Grab Indonesia, Fadil menceritakan, sedikit pertikaian antara kelompok driver ojol dan Brimob sempat terjadi pada Jumat dini hari. Gas air mata yang dilemparkan Brimob kemudian dibalas dengan membakar petasan oleh pengemudi online. 

Meskipun kejadian itu terjadi dini hari tadi, namun rasa pedih di mata efek gas air mata masih sangat terasa. Utamanya ketika Liputan6.com coba berjalan di kolong flyover Jalan Pasar Senen dari arah Salemba, untuk berbelok kiri menuju Mako Brimob Kwitang di Jalan Kramat Kwitang. 

Blokir Akses ke Tugu Tani

Sekelompok mitra ojol berjaket hijau pun memblokir akses ke arah Mako Brimob Kwitang hingga Tugu Tani. Meskipun begitu, mereka masih mempersilakan kendaraan yang lewat dari arah Salemba untuk meneruskan perjalanannya menuju Jalan Gunung Sahari dengan melintasi atas Flyover Jalan Pasar Senen. 

Salah seorang petugas pengamanan di Museum Sumpah Pemuda menyampaikan, pemblokiran jalan itu sudah dilakukan sejak dini hari tadi. Ia pun membenarkan adanya aksi penembakan gas air mata dan pembakaran di sekitar flyover.

"Iya, tadi sekitar jam 7.30 WIB (ada petasan dan gas air mata). Sekarang lagi pada mediasi di Mako Brimob. Sekitar jam 10.30 WIB kerumunan sudah terurai untuk berpindah ke arah Mako Brimob," ungkapnya kepada Liputan6.com. 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6