Danantara Jadi Motor Investasi, Kadin Indonesia Siap Menjadi Mitra

Selama ini, kontribusi investasi terhadap PDB di Indonesia hanya sekitar 28-32%. Danantara akan menjadi penggerak investasi sehingga angka kontribusi akan terus naik.

Diterbitkan 19 Agustus 2025, 09:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menugaskan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk memperkuat investasi nasional. Menanggapi hal itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia siap untuk terlibat.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai, ketika Danantara berperan efektif, dana APBN akan lebih fokus pada layanan publik, yaitu pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, bansos, dan subsidi.

Danantara akan mengelola aset BUMN, menarik modal asing, serta menyalurkannya ke sektor produktif, antara lain hilirisasi mineral, energi, pertanian, infrastruktur, dan perumahan rakyat.

“Kadin siap menjadi mitra Danantara,” ujar Anindya dalam keterangan resmi, Selasa (19/8/2025).

Menurutnya, anggota Kadin bergerak di berbagai bidang. Mulai dari sektor pertanian, energi, termasuk energi terbarukan, perdagangan, keuangan, hilirisasi dan industri, hingga artificial intelligence (AI) dan data center. Pertimbangan ini yang bisa jadi daya tawar Kadin untuk menjadi mitra Danantara dalam mengakselerasi investasi di seluruh wilayah Indonesia.

“Bersama Danantara, Kadin bisa berkontribusi besar terhadap percepatan investasi di segala bidang,” kata Anin.

Selama ini, kontribusi investasi terhadap PDB di Indonesia hanya sekitar 28-32%. Kontribusi terbesar terhadap PDB berasal dari belanja masyarakat, yaitu 52-56%. Pada kuartal II 2025, kontribusi investasi terhadap PDB sebesar 27,8%, belanja masyarakat 54%, dan belanja pemerintah 6,9%.

 

Hambatan Investasi

Namun, kata Anin, keberhasilan investasi juga ditentukan oleh sejumlah faktor. Antara lain, kecepatan dan kelancaran perizinan, kejelasan regulasi, serta peran aparat Kepolisian dan Kejaksaan di seluruh wilayah Indonesia.

"Jika masalah ini bisa cepat dibereskan, investasi akan meningkat lebih cepat. Kami mendapat banyak keluhan dari Kadin daerah,” ungkap Anin.

Selama ini, Kadin Indonesia memberikan perhatian besar terhadap upaya peningkatan investasi, dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

“Jika kegiatan investasi lambat, kegiatan produksi juga tersendat dan itu sangat berdampak pada penyerapan tenaga kerja,” tandas Anin.

 

Peran Danantara

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Danantara akan menggenjot investasi hilirisasi hingga membuka lapangan kerja.

Dia mengatakan pembentukan Danantara adalah hasil kerja sama dengan DPR RI. Tujuannya tak lain menggerakkan investasi dan membuka lapangan kerja.

"Untuk mempercepat investasi di hilirisasi sumber daya alam dan berbagai bidang strategis, untuk membuka lapangan kerja berkualitas, kami bersama DPR telah membentuk apa yang kita sebut Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

 

Buka Lapangan Kerja

Kepala Negara menyampaikan, Danantara akan mengelola aset lebih dari USD 1 triliun. Jumlah yang besar ini dipandang mampu memberikan dampak pada penciptaan lapangan kerja yang juga tidak sedikit.

"Danantara akan menciptakan jutaan lapangan kerja berkualitas terutama di bidang hilirisasi," ucapnya.

Pada konteks lapangan kerja ini, Prabowo menyebut angka pengangguran RI mencapai titik terendah sejak krisis moneter 1998. "Alhamdulillah hari ini tingkat pengangguran nasional berhasil turun ke level terendah sejak krisis 1998," tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6