Uji Kelayakan di DPR, Ini Strategi Doddy Zulverdi Majukan LPS

Doddy Zulverdi mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) untuk periode 2025-2030.

Diterbitkan 02 Juli 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Calon Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Doddy Zulverdi, memaparkan strategi lima tahun ke depan dalam menghadapi tantangan sebagai penjamin simpanan dan calon penjamin polis asuransi.

Hal ini disampaikan Doddy Zulverdi saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) untuk periode 2025-2030, di Komisi XI DPR RI, Rabu (2/7/2025).

Dalam pemaparannya, Doddy menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan dan sinergi antar-otoritas, terutama menghadapi mandat baru LPS sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

“Tantangan utama LPS saat ini adalah bagaimana menjawab amanat undang-undang, mempertahankan kepercayaan publik di tengah ketidakpastian global, serta memenuhi tuntutan terhadap transparansi dan akuntabilitas,” kata Doddy.

Doddy menggarisbawahi bahwa LPS perlu memperkuat fungsi resolusi bank yang selama ini masih didominasi oleh mekanisme likuidasi. Menurutnya, berbagai metode resolusi lain perlu mulai diterapkan secara sistematis guna menjaga stabilitas sistem keuangan.

 

Soroti Program Penjaminan Polis Asuransi

Selain itu, program penjaminan polis asuransi yang ditargetkan berlaku pada 2028 juga menjadi perhatian utama. Doddy menilai, kesiapan regulasi, kelengkapan ketentuan, hingga instrumen pendukung masih menjadi tantangan besar.

"Lalu bagaimana menyiapkan implementasi program penjaminan asuransi. Penjaminan polis asuransi yang akan aktif pada tahun 2028, masih menghadapi tantangan besar dari sisi kesiapan peeraturan, kelengkapan ketentuan, dan instrumenya," ujarnya.

Untuk itu, Doddy mendorong penguatan SDM, infrastruktur data, serta sistem informasi agar program ini bisa berjalan secara efektif dan kredibel.

 

Perkuat Sinergi Lintas Otoritas

Doddy juga menyoroti pentingnya sinergi antara LPS dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjalankan fungsi intervensi dini terhadap bank bermasalah. Namun, ia mengakui, perbedaan sistem dan kebijakan antar-lembaga kerap menjadi hambatan.

Ia juga menekankan perlunya penyesuaian sistem iuran penjaminan yang saat ini masih bersifat flat rate. Menurutnya, pendekatan berbasis risiko perlu diterapkan agar lebih mencerminkan kondisi masing-masing bank atau institusi.

Sebagai solusi menyeluruh, Doddy menawarkan strategi lima tahun berbasis dua area utama yaitu kebijakan dan kelembagaan. Di aspek kebijakan, LPS akan mengembangkan kerangka resolusi bank, simulasi penanganan krisis, serta meningkatkan literasi kebijakan internal.

Sementara di area kelembagaan, ia mengusulkan transformasi berbasis kepemimpinan adaptif, akselerasi teknologi, serta pembentukan Investor Resolutions Unit (IRU) untuk membangun jejaring dengan mitra global dalam proses resolusi perbankan dan asuransi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6