Jadi Sumber Kekayaan Gas, Teluk Bintuni Bakal Kantongi Tambahan DBH di 2027

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Teluk Bintuni cukup jumbo untuk ukuran kabupaten, yakni sekitar Rp 3,1 triliun.

Diterbitkan 11 Juni 2025, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa Teluk Bintuni akan mendapat penambahan Dana Bagi Hasil (DBH) pada 2027.

Pernyataan itu diberikan saat Bahlil Lahadalia berkesempatan menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Teluk Bintuni di Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu (11/6/2025).

Kado jumbo tersebut bakal diberikan, lantaran Teluk Bintuni merupakan lumbung energi nasional. Lebih dari sepertiga kebutuhan gas nasional dipasok oleh kawasan ini.

"Hari ini saya datang untuk mengunjungi Genting Oil dan BP Tangguh. Pada 2027 saya pastikan penambahan Dana Bagi Hasil untuk Bintuni dan Fak-Fak. Sudah mulai keluar pada 2027 akhir," ujar Bahlil.

Bahlil menyatakan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Teluk Bintuni cukup jumbo untuk ukuran kabupaten, yakni sekitar Rp 3,1 triliun. Nilai tersebut tidak jauh berbeda dari Papua Barat, provinsi tempat Teluk Bintuni berlindung, sekitar Rp 3,5 triliun.

"Hampir sama (Provinsi Papua Barat dan kabupaten Teluk Bintuni). Bedanya, Pak Gubernur Rp 3,5 triliun mengelola 7 kabupaten. Pak Bupati 24 distrik," papar dia.

 

APBD Untuk Sokong DBH Minyak dan Gas

Menurut, besarnya APBD Bintuni disebabkan oleh DBH minyak dan gas kabupaten ini. "Mau tambah lagi PAD-nya (Pendapatan Asli Daerah)? Karena itu saya datang ke sini," kata Bahlil.

Pada kesempatan itu, Bahlil mengingatkan bahwa peningkatan produksi energi di Teluk Bintuni merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran.

"Program Bapak Presiden Prabowo dalam Asta Cita itu ada empat, minimal ada empat yang selalu dibicarakan. Yang pertama adalah kedaulatan pangan, yang kedua energi, yang ketiga adalah hilirisasi, dan yang keempat adalah makanan bergizi," ungkapnya.

Dari empat program ini, dikatakannya, dua diantaranya menjadi tugas Kementerian ESDM. "Dua yang ada di kami, menyangkut dengan kedaulatan energi dan hilirisasi," tegas Bahlil.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Gas Bumi adalah hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosfer berupa fasa gas yang diperoleh dari
    Gas Bumi
  • Bahlil Lahadalia adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kabinet Indonesia Maju era Joko Widodo Ma'ruf Amin.
    Bahlil Lahadalia adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kabinet Indonesia Maju era Joko Widodo Ma'ruf Amin.
    Bahlil Lahadalia
  • Teluk Bintuni