Liputan6.com, Jakarta - Friderica Widyasari Dewi, yang menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan bahwa dengan pesatnya kemajuan teknologi digital, kejahatan dalam sektor perbankan menjadi semakin rumit. Berbagai modus penipuan digital terus muncul dan menargetkan nasabah dari beragam latar belakang.
"Kejahatan di sektor perbankan saat ini semakin kompleks, terutama dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi digital," ungkap Friderica dalam pernyataannya pada Rapat Dewan Komisioner OJK, yang dikutip Rabu (28/5/2025).
Beragam jenis kejahatan seperti phishing, social engineering, skimming, carding, dan pencurian akun melalui teknik SIM swap kini menjadi ancaman serius bagi industri perbankan. Para pelaku kejahatan ini memanfaatkan celah dalam sistem serta kelengahan nasabah untuk mencuri informasi pribadi dan dana mereka.
Advertisement
Selain itu, di luar sektor perbankan, praktik penipuan investasi dan pinjaman fiktif juga semakin meningkat. Modus operandi ini sering kali menggunakan nama lembaga keuangan resmi untuk meyakinkan korban, meskipun mereka sebenarnya tidak memiliki izin yang sah.
Perhatian juga perlu diberikan kepada fenomena arisan online ilegal. Banyak arisan digital yang menawarkan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat, padahal mereka sebenarnya menerapkan skema ponzi yang merugikan, terutama bagi kelompok yang rentan.
"Arisan online semacam ini sering menyasar kelompok rentan seperti ibu rumah tangga dan generasi muda, dengan memanfaatkan rasa percaya antarpeserta sebagai celah untuk menjalankan skema piramida atau ponzi," tegasnya.
Tanggung Jawab Bersama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5017729/original/059789500_1732282598-22_nov_1.jpeg)
Meskipun lembaga keuangan telah mengimplementasikan sistem keamanan yang kompleks dan mengikuti regulasi terkait perlindungan data pribadi, kejahatan digital masih terus terjadi. Salah satu penyebab utama dari fenomena ini adalah kurangnya kewaspadaan dari nasabah itu sendiri.
Kebocoran data dan penyalahgunaan informasi pribadi dapat terjadi jika nasabah tidak berhati-hati dalam memberikan informasi. Seringkali, nasabah secara tidak sengaja membagikan data penting kepada pihak yang tidak berwenang melalui berbagai saluran komunikasi yang tidak aman. Pelaku kejahatan digital saat ini semakin canggih dan sulit untuk terdeteksi, sehingga menambah kompleksitas masalah ini.
Sementara itu, banyak masyarakat yang masih kekurangan literasi digital dan keuangan yang memadai, sehingga mereka tidak dapat mengenali dan menghindari risiko yang ada. "Risiko semakin tinggi karena pelaku kejahatan digital semakin canggih, dan banyak masyarakat yang masih belum memiliki literasi digital serta keuangan yang memadai," ujarnya, menegaskan pentingnya kesadaran ini.
Oleh karena itu, perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada lembaga keuangan saja. Diperlukan adanya regulasi yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor untuk secara efektif menangani kejahatan ini secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Advertisement
Upaya OJK Melindungi Konsumen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
Menanggapi meningkatnya risiko yang muncul di dunia digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) No. 22 Tahun 2023 yang berfokus pada perlindungan konsumen serta masyarakat dalam sektor jasa keuangan. Regulasi ini memperkenalkan tujuh prinsip perlindungan konsumen yang bersifat menyeluruh, yang dirancang untuk memberikan keamanan lebih kepada masyarakat.
Prinsip-prinsip tersebut mencakup aspek-aspek penting seperti perlindungan data pribadi, transparansi informasi, dan penyelesaian pengaduan yang dilakukan secara adil. Selain itu, OJK juga diberi wewenang untuk memberikan pembelaan hukum kepada konsumen yang mengalami kerugian akibat pelanggaran yang terjadi. Di samping penerbitan regulasi, OJK juga aktif dalam upaya edukasi keuangan kepada masyarakat luas. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai platform, termasuk media sosial, kampanye publik, dan kolaborasi dengan sekolah serta komunitas setempat.
Menurut pernyataan resmi, "Salah satu fokus utama edukasi adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital, termasuk arisan online ilegal, agar masyarakat lebih siap menghadapi risiko di era keuangan digital yang terus berkembang," pungkasnya. Dengan demikian, OJK berkomitmen untuk membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai potensi ancaman di dunia digital, sehingga masyarakat dapat melindungi diri mereka dengan lebih baik.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226358/original/037478600_1599037074-20200901-BPS-Lakukan-Sensus-Penduduk-Secara-Tatap-Muka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3246/original/023028100_1470665987-kecil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4913877/original/026538100_1723211852-IMG_0361.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539854/original/082732300_1774647037-granit-xhaka-serge-gnabry-swiss-jerman-duel-persahabatan-internasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406090/original/045911700_1782288940-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_15.09.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757467/original/005489200_1778659932-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif_dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-13_Mei_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5751492/original/016627700_1778652313-IMG_3406.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554029/original/003537200_1776057719-1000288568.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322814/original/049629900_1782191907-1847028687893594592.jpeg)