Pengusaha Patungan Bangun 1.000 Dapur Makan Bergizi Gratis di 16 Lokasi

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie menyatakan komitmen pengusaha untuk mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Diperbarui 14 Mei 2025, 11:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama sejumlah pelaku usaha menggagas pembangunan 1.000 dapur makan bergizi gratis bertajuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gotong Royong.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya kolektif dunia usaha dalam menjawab tantangan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan komitmen ini saat meresmikan Kantor Pusat Konsultasi dan Pendampingan Satgas MBG Gotong Royong Kadin di Gedung Tempo Scan Tower, Jakarta, kemarin Selasa (13/5/2025).

Menurut Anindya, proyek ini menjadi salah satu dari empat program cepat atau quick wins yang saat ini difokuskan Kadin. Tiga program lainnya meliputi pembangunan rumah layak huni, penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta perlindungan bagi tenaga kerja migran.

“Kami ingin Kadin tidak hanya menjadi tempat berdiskusi bisnis, tetapi juga turut ambil bagian dalam menyelesaikan persoalan sosial yang mendasar, seperti gizi masyarakat,” ujarnya, ditulis Rabu (14/5/2025).

Pilot Project di 16 Wilayah

Untuk mewujudkan target ambisius 1.000 titik dapur makan bergizi, Kadin menggandeng Tempo Scan Group dalam meluncurkan proyek percontohan (pilot project) yang akan diterapkan di 16 lokasi lahan milik perusahaan tersebut.

Ketua Satgas MBG Gotong Royong Kadin, Handojo S. Muljadi, menjelaskan bahwa pilot project ini akan menjadi acuan bagi para anggota Kadin di daerah dalam mereplikasi program serupa.

Adapun 16 titik lokasi awal tersebut tersebar di berbagai kota dan kabupaten, antara lain: Bandung, Depok, Surabaya, Jakarta, Bekasi, Semarang, Batam, Medan, Pontianak, Manado, Banjarmasin, Palembang, Tegal, dan Cirebon.

“Lokasi ini dipilih karena tersedia lahan milik Tempo Scan yang siap difungsikan untuk dapur MBG Gotong Royong,” terang Handojo.

 

Enam Lokasi Sudah Terverifikasi dan Siap Beroperasi

Dari total 16 lokasi awal, sudah ada enam titik yang mendapat persetujuan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera difungsikan sebagai dapur makan bergizi.

Keenamnya berada di Kabupaten Cirebon, Kota Semarang, Kabupaten Bandung Barat, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kota Tegal. Yayasan Tempo Scan Lifecare, yang menjadi mitra resmi program ini, telah terdaftar dan terverifikasi oleh BGN.

Keberadaan dapur makan bergizi ini diharapkan dapat menyediakan makanan sehat secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak dan lansia. Handojo menyebutkan bahwa setiap dapur akan dikelola secara transparan dan terstandarisasi agar dapat menjamin kualitas pelayanan dan keamanan pangan.

 

Panduan Operasional Disiapkan Kadin Institute

Guna menjamin pelaksanaan program yang sistematis dan dapat direplikasi secara nasional, Satgas MBG Gotong Royong tengah menyusun buku panduan komprehensif.

Panduan ini akan mencakup mekanisme pendaftaran dan verifikasi ke BGN, penyusunan anggaran, pengelolaan administrasi keuangan dan perpajakan, hingga aspek ketenagakerjaan.

“Buku panduan ini akan menjadi acuan utama bagi para pengusaha di daerah yang ingin ikut berkontribusi. Kami bekerja sama dengan Kadin Institute agar panduan ini disusun secara profesional dan aplikatif,” jelas Handojo.

Dengan panduan tersebut, program ini diharapkan tidak hanya berjalan di 16 lokasi awal, tetapi terus berkembang hingga mencapai target 1.000 titik dapur makan bergizi di seluruh Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6