Pemprov DKI Gerilya Jaga Ketahanan Pangan Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda), menandatangani kerja sama contract farming dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rorotan Jaya

Diperbarui 12 Mei 2025, 08:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda), menandatangani kerja sama contract farming dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rorotan Jaya.

Penandatanganan berlangsung pada Sabtu (10/5) di Rorotan, Jakarta Utara, mencakup lahan seluas 235 hektare. Langkah ini merupakan bagian dari strategi mewujudkan swasembada pangan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian di wilayah Ibu Kota.

Penandatanganan disaksikan oleh jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta, antara lain Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Suharini Eliawati, Kepala Badan Pembinaan BUMD Syaefuloh Hidayat, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Hasudungan A. Sidabalok.

Mereka menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan di DKI Jakarta.

Jakarta Masih Miliki Potensi Lahan Pertanian

Asisten Sekda Suharini Eliawati menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden dan Gubernur DKI Jakarta dalam program ketahanan pangan nasional.

"Meski Jakarta merupakan kota metropolitan, tercatat masih memiliki lahan baku sawah seluas 414 hektare yang tersebar di tiga wilayah," katanya, Senin (12/5/2025).

Perlu diketahui, Jakarta Utara menjadi wilayah dengan lahan terluas yakni 341 hektare, disusul Jakarta Barat 45 hektare dan Jakarta Timur 28 hektare.

Suharini juga mendorong agar kawasan persawahan yang masih ada di Jakarta dikembangkan menjadi kawasan agro wisata dan edukasi, seiring dengan usulan Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar kegiatan ekstrakurikuler sekolah dapat berkaitan dengan isu lingkungan dan pertanian.

 

Food Station Pastikan Serap Seluruh Hasil Panen

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso, menegaskan bahwa pihaknya siap menyerap seluruh hasil panen dari kerja sama tersebut.

Dengan demikian, para petani Rorotan mendapatkan jaminan pasar dan kepastian harga. Ia juga berharap kerja sama ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian hingga 7 ton per hektare dan memperkuat ketahanan pangan DKI Jakarta secara berkelanjutan.

“Kerja sama ini bukan hanya soal produksi, tapi juga edukasi. Kami ingin menjadikan Rorotan sebagai pusat edukasi pertanian padi untuk anak-anak sekolah. Jadi mereka tidak perlu ke luar kota hanya untuk mengenal proses budidaya padi,” ujar Gunarso.

 

Pengembangan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dinas KPKP DKI Jakarta dan PT Food Station mengenai pengembangan ekosistem pangan berkelanjutan. Kerja sama ini mencakup pemanfaatan aset milik Pemprov yang potensial untuk dijadikan lahan pertanian produktif.

Sebagai bagian dari pelaksanaan kerja sama, turut dilakukan kegiatan tanam bersama padi varietas unggul Inpari 32 serta penyerahan bantuan 5 unit sprayer dan 750 kilogram pupuk kepada Gapoktan Rorotan Jaya. Hal ini menunjukkan dukungan nyata Pemprov DKI dalam mendorong pertanian urban sebagai solusi strategis untuk menjaga ketahanan pangan kota.4o  

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6