Sukses

Persaingan Sengit, Negara Dunia Bakal Berebut Investor di 2023

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan memasuki tahun 2023, berbagai negara di seluruh dunia akan berlomba-lomba untuk menarik investor.

"Hal ini untuk mengantisipasi potensi resesi global yang dapat terjadi tahun depan. Hal ini disampaikan Presiden @jokowi pada acara Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2022 yang diprakarsai oleh Menteri Investasi @bahlillahadalia," kata Sri Mulyani dikutip dari akun Instagram pribadinya @smindrawati, Kamis (1/12/2022).

Menkeu menjelaskan perebutan investor ini, salah satunya disebabkan tiap-tiap negara ingin mengamankan capital inflownya, arus modal masuknya. Hal ini menjadi vital dikarenakan dengan adanya arus modal masuk, perputaran uang akan terjadi, ekonomi pun tumbuh.

Namun kabar baiknya, di tengah krisis finansial dunia, Indonesia masih dipercaya untuk menjadi tujuan investasi. Presiden pun mengarahkan agar pemerintah pusat dan daerah memastikan proses penanaman modal di tanah air tidak terkendala.

"Saya pastikan @kemenkeuri siap berkolaborasi memastikan iklim investasi di Indonesia terjaga dengan baik, dan berdampak positif bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Lebih lanjut, Menkeu menegaskan kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan berdampingan. Pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022, Presiden mengajak kita untuk menyambut tahun 2023 dengan optimis namun tetap penuh kehati-hatian dan senantiasa waspada.

"Optimis, karena terdapat berbagai kabar baik dari negara kita," imbuhnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pertumbuhan Ekonomi

Salah satunya datang dari Provinsi Maluku Utara. Provinsi Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 27 persen tinggi sekali. Bahkan tertinggi di dunia. Selain tingginya pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi Maluku Utara pun begitu stabil pada angka 3,3 persen.

Selain itu, proporsi investasi di Jawa dan Luar Jawa sudah semakin imbang. Dahulu, proposi investasi biasanya berada pada angka 70:30, Jawa 70 persen, Luar Jawa 30 persen.

Kini, proporsi tersebut sudah bergeser ke 47:53, Jawa 47 persen, Luar Jawa 53 persen. Ini merupakan kabar begitu baik sekaligus tanda keberhasilan pembangunan infrastruktur yang menumbuhkan titik-titik perekonomian baru di Luar Jawa.

"Saya yakin, pertumbuhan perekonomian Indonesia yang pada Q3 ini menyentuh 5,72 persen mampu untuk terus kita jaga. Dengan kerja sama yang baik antara sektor fiskal @kemenkeuri dan moneter @bank_indonesia serta seluruh pemangku kepentingan lain, ekonomi Indonesia akan terus tumbuh makmur sejahtera," pungkasnya.

 

3 dari 4 halaman

Menko Luhut: Ada Investasi USD 31 Miliar Siap Dieksekusi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada investasi senilai USD 30,9 miliar di sektor hilirisasi yang siap dieksekusi. Bila ini terwujud disebut bisa memberikan manfaat bagi ekonomi Indonesia.

Menurut Menko Luhut, investasi tersebut sedang tahap konstruksi dan atau menunggu persetujuan investasi sehingga potensi tersebut harus bisa dieksekusi dengan memberikan kemudahan perizinan dan fasilitas investasi.

"Di pipeline kita tahun depan sudah ada hampir 31 miliar dolar AS yang harus bisa kita eksekusi," katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2022 di Jakarta melansir Antara, Rabu (30/11/2022).

Luhut menjelaskan, di tengah kondisi ekonomi global 2023 yang akan jauh lebih sulit, salah satu opsi untuk mendorong pertumbuhan adalah dengan menarik investasi asing (FDI) sebanyak-banyaknya melalui program hilirisasi.

"Realisasi investasi harus difokuskan pada percepatan pemberian izin, agar pipeline investasi yang sudah ada bisa diwujudkan. Jadi jangan daerah-daerah ada yang memperlambat izin, tapi jangan juga melanggar aturan," katanya.

Total pipeline investasi tersebut mencapai 30,9 miliar dolar AS sampai dengan 2026 dan tersebar di Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku Utara.

Ada pun sejumlah faktor disebut Luhut akan membuat kondisi ekonomi 2023 lebih sulit di antaranya pelemahan ekonomi global yang memicu penurunan harga komoditas unggulan sehingga menghambat ekspor serta inflasi tinggi di negara maju yang akan berdampak pada kenaikan suku bunga sehingga memperlambat investasi dan konsumsi domestik.

Tidak hanya itu, konsumsi pemerintah juga akan terbatasi oleh aturan defisit APBN sebesar 3 persen dari PDB sehingga menyebabkan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi pemerintah akan terhambat.

4 dari 4 halaman

Seluruh Dunia Rebutan Investor, Jokowi Minta Izin Jangan Dipersulit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada seluruh menteri dan pemerintah daerah untuk tidak mempersulit proses investasi di daerah. Hal ini ia tekankan karena saat ini seluruh negara tengah berebut investor. 

"Semua rebutan yang namanya investasi, sekali lagi yang namanya investor itu jadi rebutan semua negara, oleh sebab itu, jangan sampai kita ada yang mempersulit. Saya tidak  mau dengar lagi ada yang mempersulit, baik di pusat maupun di daerah. Baik di pusat di provinsi di kabupaten maupun di kota, semuanya jangan sampai ada yang menganggu ini," ujar Jokowi dalam rapat pembukaan rakornas investasi 2022 di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Kepercayaan para investor jangan sampai hilang karena salah memperlakukan. Dia bilang, kebijakan untuk investor harus di implementasikan dengan baik.

"Karena kepercayaan itu sudah kita peroleh, trustnya sudah kita peroleh. Sekarang bagaimana implementasi dari policy-policy yang telah kita ambil. Jangan sampai ada yang terganggu," ucapnya.

"Kepercayaan yang sudah kita dapatkan, jangan sampai hilang gara-gara kita salah men-treatment salah memperlakukan investasi yang masuk ke negara kita, karena ketatnya persaingan dalam merebut investasi," sambungnya.

Kepala negara mengajak pihaknya untuk terus mempelajari cara negara lain bisa ramai mendapatkan investor. Salah satu caranya, investor bisa diberikan insentif tambahan maupun tax holiday.

"Kenapa lebih berbondong-bondong ke sana, tidak berbondong-bondong ke sini, ada kebijakan tambahan, ada insentif tambahan, kita pelajari. Tax holiday, diberikan perlakuan-perlakuan yang lebih baik. Kita pelajari semuanya. Tapi kalau nanti di dalam pelaksanaan, masih ada yang ganggu-ganggu ya sudah buyar semuanya yang namanya policy kebijakan yang kita telah design," tutur Jokowi. 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS