Inpex Janji 20% Pekerja di Blok Masela Warga Lokal

Proyek Blok Masela targetkan 20% pekerja lokal mulai tahun depan. Inpex gandeng pemda gelar pelatihan vokasi demi dongkrak ekonomi Maluku.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) INPEX Corporation, Takayuki Ueda menargetkan partisipasi tenaga kerja lokal mencapai sedikitnya 20% pada fase Engineering, Procurement, and Construction (EPC) Proyek Energi Abadi di Blok Masela yang dijadwalkan dimulai tahun depan.

Untuk mencapai target tersebut, Inpex tengah menyiapkan program pelatihan vokasi guna meningkatkan kompetensi masyarakat di sekitar wilayah proyek agar sesuai dengan standar industri migas.

"Tahun ini, bekerja sama dengan pemerintah daerah, kami merencanakan program pelatihan vokasi khusus sebagai langkah awal untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal. Pada fase Engineering, Procurement, and Construction (EPC) yang direncanakan dimulai tahun depan, partisipasi tenaga kerja lokal ditargetkan mencapai sedikitnya 20% dari total kebutuhan tenaga kerja," ujar Ueda di site Blok Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, dikutip Jumat (17/7/2026).

Ia menambahkan bahwa kebutuhan tenaga kerja akan terus meningkat seiring perkembangan proyek. Karena itu, keberhasilan pengembangan Proyek Energi Abadi sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Proyek Energi Abadi hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan sinergi yang erat antara pemerintah, masyarakat lokal, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Ueda berharap proyek tersebut dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memberikan dampak langsung bagi masyarakat di Provinsi Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

"Kami berharap proyek ini dapat berjalan dengan sukses dan menjadi pendorong kemajuan ekonomi Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Maluku Barat Daya,” tuturnya.

Proyek Blok Masela Serap 12.000 Pekerja

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberi manfaat ekonomi yang besar, mulai dari peningkatan penerimaan negara hingga penciptaan lapangan kerja. Pemerintah juga memastikan masyarakat di sekitar proyek menjadi prioritas dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Bahlil menyebut, proyek tersebut diperkirakan menghasilkan pendapatan langsung bagi negara sekitar US$ 37,8 miliar. Selain itu, negara berpotensi memperoleh penerimaan pajak tidak langsung sekitar US$ 6,43 miliar selama masa konstruksi dan operasi.

"Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, baik dari penerimaan negara maupun penciptaan lapangan kerja,” kata Bahlil dalam groundbreaking Proyek Abadi Masela di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Dari sisi ketenagakerjaan, proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung pada masa konstruksi. Saat memasuki tahap operasi, kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan berkisar 800 hingga 1.000 orang.

Menurut Bahlil, jumlah tersebut belum termasuk efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja. Ia memperkirakan setiap satu tenaga kerja langsung dapat menciptakan hingga tiga pekerjaan lainnya di sektor pendukung.

Pemerintah, kata dia, telah menyepakati skema rekrutmen yang memprioritaskan masyarakat di wilayah tier 1, yakni Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya. Setelah kebutuhan tenaga kerja di wilayah tersebut terpenuhi, rekrutmen akan diperluas ke wilayah tier 2 sebelum membuka kesempatan bagi pekerja dari daerah lain.

"Kami ingin lapangan pekerjaan yang membutuhkan tenaga profesional diisi lebih dulu oleh masyarakat tier 1 dan tier 2. Kalau sudah tidak mencukupi, baru kita ambil dari daerah lain atau luar negeri," ujarnya.

Komitmen Pemerintah

Bahlil menambahkan, pemerintah telah menyiapkan sumber daya manusia dari daerah melalui pendidikan vokasi migas. Sejumlah pemuda asal Kepulauan Tanimbar telah dikirim untuk menempuh pendidikan di Akademi Minyak dan Gas (Akamigas) Cepu dan sebagian telah lulus dalam tiga hingga empat tahun terakhir. 

Mereka, lanjut Bahlil, diprioritaskan untuk bekerja di Proyek Abadi Masela sebagai bagian dari komitmen pemerintah agar investasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

"Jangan sampai masyarakat daerah merasa investasi masuk, tetapi mereka tidak menjadi prioritas. Itu yang kami tangkap dari aspirasi para tokoh adat saat prosesi penyambutan tadi," kata Bahlil.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6