Sukses

5 UMKM di Bali Dapat Bantuan KUR dari Kementerian Koperasi dan UKM

Liputan6.com, Bali Kementerian koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 850 juta kepada lima Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Bali.

Hal itu disampaikan Deputi bidang UKM KemenkopUKM Hanung Harimba Rachman, dalam kegiatan sinergi kegiatan Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) mengusung tema "cerita kriya", guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia UMKM di Provinsi Bali, Selasa (9/8/2022).

"Diserahkan secara simbolis Program Strategis kepada 19 orang yang mewakili, meliputi Penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 5 UMKM; Dana Bergulir LPDB KUMKM kepada 5 Koperasi; Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada 5 Usaha Mikro; dan fasilitasi Standarisasi dan Sertifikasi Produk kepada 4 UKM," kata Hanung.

Adapun rincian penerima KUR, pertama, I wayan Chok Sudiartha As debitur KUR Mikro BRI senilai Rp 50 juta dengan jenis usaha kuliner. Kedua, I wayan Sadu Aryantara debitur KUR kecil Mandiri Rp 500 juta jenis usaha handicraft.

Ketiga, Makbul debitur KUR Kecil BNI Rp 150 juta dengan jenis usaha furniture. Keempat, I ketut Pastika debitur KUR mikro Rp 100 juta dengan jenis usaha Jasa. Kelima, Andi Purniawan debitur Bank BPD Bali Rp 50 juta jenis usaha beauty and wellness.

Lebih lanjut, Hanung menjelaskan kegiatan sinergi bersama dekranas ini mengusung tema “Cerita Kriya”, dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia UMKM Pengrajin di Provinsi Bali serta meningkatkan citra produk kerajinan hasil karya para pengrajin, sehingga produknya dapat terus dikembangkan dan mampu bersaing di pasar lokal maupun global.

Rangkaian kegiatan sinergi ini meliputi Pelatihan, Bimbingan Teknis, Sosialisasi, FGD dan Forum Konsultasi yang berlangsung selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 9 sampai dengan 11 Agustus 2022.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

12 kegiatan

Terdapat 12 (dua belas) jenis kegiatan yang dilaksanakan dengan total jumlah peserta secara kumulatif sebanyak 425 orang, dengan rincian kegiatan pertama, forum Konsultasi Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing UKM, dengan jumlah peserta 50 orang. Kedua, temu Pembiayaan UKM Ekspor, dengan jumlah peserta 30 orang.

Ketiga, pengembangan SDM UKM Berbasis Kemitraan dengan UKM Ekspor Melalui Vocational Design dan Branding Produk UKM Bersama, dengan jumlah peserta 30 orang. Keempat, pengembangan SDM UKM Berbasis Kemitraan dengan UKM Ekspor Melalui Vocational Keterampilan Teknis produksi bagi UKM, dengan jumlah peserta 30 orang.

Kelima, fasilitasi Standarisasi dan Sertifikasi Produk Ekspor dengan jumlah peserta 35 orang. Keenam, On Boarding Produk Ekspor UKM Melalui Market Place, dengan jumlah peserta 30 orang. Ketujuh, pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Melalui Vokasi, dengan jumlah peserta 30 orang.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

Selanjutnya

Kedelapan, sosialisasi Program Fasilitasi dan Pembinaan Start Up, dengan jumlah peserta 35 orang. Kesembilan, peningkatan Kapasitas SDM Lembaga Inkubator, dengan jumlah peserta 45 orang. Kesepuluh, bimtek Penyusunan Laporan Keuangan UMKM terintegrasi dengan SIDT-KUMKM, dengan jumlah peserta 50 orang.

Kesebelas, workshop Literasi Digital dan Pemasaran produk KUMKM, dengan jumlah peserta 30 orang. Dan terakhir coaching Bisnis Perkoperasian, dengan jumlah peserta 30 orang.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS