Sukses

Legalkan Ganja, Setoran Pajak Jerman Bertambah Rp 72,8 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Jerman mengungkap rencananya untuk melegalkan ganja pada Rabu 26 Oktober 2022. Di hadapan kabinet Kanselir Olaf Scholz, Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterback menjelaskan bahwa proposal tersebut.

Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach mengatakan penggunaan ganja baru berlaku secara terbatas untuk kepentingan medis sejak 2017. Pemerintah merilis rencana untuk memperluas legalisasi untuk keperluan rekreasi.

"Orang dewasa dapat memiliki 20 gram hingga 30 gram ganja rekreasi untuk konsumsi pribadi," katanya saat memperkenalkan makalah tentang RUU legalisasi dan konsumsi ganja dikutip dari Belasting.id, Jumat (28/10/2022).

Kabinet federal Jerman dilaporkan menyetujui rencana tersebut, memulai proses panjang legalisasi pertumbuhan, budidaya dan distribusi tanaman itu.

Menkes Jerman itu tidak memerinci waktu pembahasan aturan main legalisasi ganja tersebut.

Namun, dampak fiskal akan langsung terasa ke keuangan negara saat legalisasi berlaku. Menurut proposal, pemerintah akan memperkenalkan pajak konsumsi khusus serta mengembangkan program pendidikan dan pencegahan penyalahgunaan ganja, sementara penyelidikan dan proses hukum terkait ganja yang sedang dilakukan akan dihentikan.

Menurut Menkes, legalisasi ganja untuk rekreasi akan menambah penerimaan pajak nasional sekitar 4,7 miliar Euro per tahun atau setara Rp 72,8 triliun (estimasi kurs 15.488 per dolar AS). Estimasi tersebut juga termasuk penghematan belanja pemerintah dalam melakukan penegakan hukum.

Proyeksi penerimaan pajak itu berasal dari data Kementerian Kesehatan Jerman di mana sekitar 4 juta orang aktif mengonsumsi ganja. Sebesar 25 persen diantaranya berusia 18 hingga 24 tahun.

"Menambahkan legalisasi akan menekan pasar gelap ganja," ulas Menkes Lauterbach.

Namun demikian, upaya legalisasi ganja untuk rekreasi di Jerman diprediksi tidak akan berjalan mulus. Uni Eropa memiliki pedoman baku bagi negara anggota untuk menerapkan kebijakan fiskal baru dan setiap rencana kebijakan harus mendapatkan restu Komisi Eropa.

"Jika Komisi Eropa melolak pendekatan Jerman ini, maka pemerintah kita harus mencari solusi alternatif," papar CEO produsen ganja Bloomwell Group, Niklas Kouparanis seperti dilansir timesnownews.com.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Jerman Bersiap Jadi Negara Pertama di Eropa yang Legalkan Ganja

Pada Rabu 26 Oktober 2022 Jerman mengungkap rencananya untuk melegalkan ganja. Dengan aturan tersebut, maka memungkinkan menjadi salah satu negara Eropa pertama yang membuat ganja legal.

Di hadapan kabinet Kanselir Olaf Scholz, Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterback menjelaskan bahwa proposal tersebut bertujuan untuk mencapai "liberalisasi ganja yang paling liberal di Eropa, sekaligus – di sisi lain – menjadi pasar [ganja] dengan aturan yang paling ketat."

Kabinet federal Jerman dilaporkan menyetujui rencana tersebut, memulai proses panjang legalisasi pertumbuhan, budidaya dan distribusi tanaman itu.

"Jerman harus mematuhi undang-undang Eropa, dan di bawah proposal itu, pemerintah akan mengatur produksi, penjualan dan distribusi ganja sebagai bagian dari pasar yang dikendalikan dan dilegalkan," kata Lauterbach mengutip VOA Indonesia, Kamis (27/10/2022).

Ia menggambarkan reformasi itu sebagai sebuah “contoh” yang mungkin dapat ditiru negara-negara Eropa yang lain.

Meskipun banyak negara Eropa yang sudah mendekriminalisasi kepemilikan ganja dalam jumlah kecil untuk tujuan rekreasional, baru satu negara – Malta – yang sudah melegalkannya secara penuh.

Proposal itu juga akan melegalkan akuisisi dan kepemilikan 20 hingga 30 gram ganja per konsumsi pribadi, penanaman hingga dua atau tiga tanaman per individu, dan penjualan melalui toko khusus. Penggunaan ganja akan tetap dilarang bagi penduduk berusia di bawah 18 tahun.

Menurut proposal itu, pemerintah juga akan memperkenalkan pajak konsumsi khusus serta mengembangkan program pendidikan dan pencegahan penyalahgunaan ganja, sementara penyelidikan dan proses hukum terkait ganja yang sedang dilakukan akan dihentikan.

 

3 dari 3 halaman

Eliminasi Pasar Gelap Ganja

Legalisasi ganja akan mengeliminasi pasar gelap ganja di Jerman, meningkatkan pendapatan pajak tahunan, menciptakan 27.000 lapangan kerja baru, serta menghasilkan penghematan biaya sekitarUSD 4,7 miliar (sekitar Rp 73,2 triliun), menurut laporan Reuters.

Pengumuman pada hari Rabu itu disambut beragam di Jerman. Salah satu asosiasi apoteker nasional memperingatkan potensi risiko kesehatan dari legalisasi ganja, sementara beberapa pejabat wilayah menyatakan keprihatinan mereka bahwa Jerman akan menjadi destinasi wisata narkoba, seperti Belanda, di mana beberapa kedai kopi diizinkan menjual ganja dengan syarat-syarat yang ketat.

Menurut The Guardian, menteri kesehatan Jerman mengatakan bahwa sistem di Belanda “menggabungkan dua kelemahan: penggunaan secara bebas tanpa pasar yang dikendalikan. Apa yang kami pelajari dari pengalaman Belanda yaitu kita tidak ingin melakukannya dengan cara tersebut. Kami ingin mengendalikan seluruh pasar.” 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS