Sukses

PT Kereta Cepat Indonesia-China Ingin Anggota Konsorsium Tiru WIKA Beton, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta PT Kereta Cepat Indonesia-China berharap anggota konsorsium lain bisa mengikuti ritme kerja Wijaya Karya Beton (WIKA Beton). Pernyataan ini karena WIKA beton mampu merampungkan pengerjaan slab track atau bantalan rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung lebih cepat dari target.

Diketahui, WIKA Beton telah merampungkan pembuatan bantalan rel kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sekitar dua minggu dari target Awal Mei 2022. Total ada 14.786 slab track yang berhasil diselesaikan.

"Saya sudah lihat sedikit produksinya, terlihat ada improvisasi. Apresiasi dari KCIC kepada WIKA Beton atas produksi ini, semoga ini adalah kontribusi terbaik untuk KCJB," kata Direktur HR SSHE KCIC Bapak Adhi Priyanto Putro, dalam Seremoni Produksi Terakhir Slab Track KCJB pada Rabu (18/5/2022).

Atas capaian ini, ia berharap anggota konsorsium proyek ini mampu meniru WIKA Beton. Dengan demikian, pengerjaan proyeknya akan rampung lebih cepat.

"Semangat ini apapun itu, bisa lebih cepat 2 minggu, semoga bisa menginspirasi member semuanya. Saat ini sudah bulan Mei, tak terasa satu tahun lagi harus kita selesaikan ini," paparnya.

"Semoga juga bisa meningkatkan semangat dari (pembuatan) slab track ini ke produk yang lain, terutama track laying dan SDM dan produk lainnya," imbuhnya.

 

Terpisah, Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengungkap saat ini seluruh kebutuhan slab track sudah selesai diproduksi. Bersamaan dengan proses produksi, sebagian slab track yang sudah selesai mulai dipasang di beberapa titik trase KCJB sejak akhir Desember 2021.

“KCJB adalah kereta cepat pertama di ASEAN. Penggunaan Slab Track pracetak tergolong baru di Indonesia. Maka dengan adanya BUMN yang menguasai bidang tersebut, hal ini menunjukkan jika Indonesia siap untuk menjalankan berbagai proyek infrastruktur modern di masa mendatang," kata dia dalam keterangannya.

Ia memandang, rampungnya produksi slab track juga semakin memantapkan proses track laying yang sedang berjalan di trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Di sisi lain, PT KCIC bersama konsorsium kontraktor juga terus melakukan percepatan penyelesaian pembangunan. Baik itu pembangunan subgrade, brigde ataupun tunnel.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

WIKA Beton Rampungkan Pembuatan Slab Track

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) telah merampungkan proyek pembuatan bantalan rel (slab track) kereta cepat Jakarta-Bandung. Rampungnya pembuatan ini lebih cepat dari target akhir Mei 2022.

WIKA Beton berhasil merampungkan pembuatan 14.786 slab track. Jumlah ini merupakan 49 persen dari total slab track yang dibutuhkan sebanyak 30.177 slab track. Sementara, sisanya telah lebih dulu diselesaikan oleh perusahaan China, Sinohydro.

“WIKA Beton bekerja secara maksimal menyelesaikan produksi slab track dan produk lainnya dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini dengan jaminan biaya, waktu dan mutu kualitas terbaik dengan tetap menjalankan sistem manajemen kesehatan & keselamatan kerja di lingkungan kerja kami," kata Direktur Utama WIKA Beton Kuntjara dalam sambutannya di acara Seremoni Produksi Terakhir Slab Track KCJB pada Rabu (18/5/2022).

3 dari 4 halaman

Lebih Cepat 2 Minggu

Ia menuturkan, selisih waktu dari rampungnya proyek ini adalah 2 minggu dari target. Ia pun optimistis capaian positif bisa terus dicatatkan.

"Setahun lalu, 21 Juni, di tempat yang sama ini, kita meresmikan milestone aproval owner dan client, kita adakan disini. Kita semangat optimistis kita bisa karena kita memang kompetensi inti kita di teknologi beton," tuturnya.

Ia menyebut, dalam perjalanan pembuatan slab track ini turut menyertakan inovasi. Sehingga hasilnya diklaim lebih baik dari sebelumnya.

"WIKA Beton satu-satunya produsen di indonesia yang menyelesaikan tanpa keterlambatan waktu, tanpa defect yang banyak. Mudah-mudahan kni bisa diterima, dan bisa berlanjut, sayang investasi sebesar ini jika hanya berhenti disini saja," katanya berharap.

 

4 dari 4 halaman

283 Orang

Tak hanya lebih cepat, WIKA Beton juga berhasil mengadaptasi teknologi produksi Slab Track asal Tiongkok ini dengan biaya yang lebih efisien. Pasalnya, WIKA Beton mampu menyelesaikan produksi dengan melibatkan jumlah pekerja lokal yang lebih ramping yakni sebanyak 283 orang.

Informasi, Slab Track merupakan bentuk konstruksi modern pengganti ballast yang berupa lempengan jalur beton bertulang yang kaku, dengan tetap memiliki fungsi dan manfaat yang sama seperti ballast.

Salah satu kelebihan Slab Track adalah perawatan yang relative mudah (low maintenance) serta lebih cocok untuk kereta dengan kecepatan tinggi karena memiliki struktur berkualitas tinggi yang dapat menjaga kenyamanan dan kestabilan kereta. Hal tersebut seimbang dengan dana yang dikeluarkan serta proses pengerjaannya membutuhkan tenaga khusus dan teknologi modern.

Dari total kebutuhan proyek sebanyak 30.177 buah Slab Track, WIKA Beton mendapatkan porsi pekerjaan 49 persen atau sebanyak 14.786 buah melanjutkan pekerjaan dari Sinohydro sebanyak 51 persen.