Sukses

Freeport Indonesia Utang Rp 45 Triliun untuk Bangun Smelter

Liputan6.com, Jakarta PT Freeport Indonesia yang tergabung dalam holding pertambangan BUMN bernama Mining Industry Indonesia (MIND ID) mengumumkan telah menetapkan mengambil utang USD 3 miliar.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan kalau aksi korporasi yang dilakukan PT Freeport Indonesia (PTFI) setara Rp 45 triliun itu adalah aksi korporasi biasa. Apalagi jika dana yang didapatkan itu digunakan untuk membangun smelter.

"Saya kira itu tidak hanya positif untuk PTFI namun juga untuk perekonomian nasional secara lebih luas," jelas Komaidi kepada wartawan, Kamis (13/5/2022).

Dia juga menegaskan kalau utang adalah mekanisme pembiayaan yang cukup biasa. Menurutnya, PTFI sudah punya perhitungan sendiri memutuskan untuk berutang.

"Bisa saja tidak utang dan menjual sebagian saham, tinggal pilih yang mana," tegas dia.

Meski begitu, Komaidi yakin jika dana yang didapatkan digunakan dengan benar seperti rencana awal untuk membangun smelter maka banyak hal positif yang bisa didapatkan.

"Banyak hal positif yang bisa didapatkan, seperti penyerapan tenaga kerja, investasi baru, jumlah emas dan mineral lain yang diproduksi lebih terkontrol dan tentu saja lebih rapi dalam berbagai aspek," rinci Komaidi.

 

2 dari 4 halaman

Rincian Penarikan Utang

PT Freeport Indonesia yang tergabung dalam holding pertambangan BUMN bernama Mining Industry Indonesia (MIND ID) mengumumkan telah menetapkan mengambil utang USD 3 miliar atau senilai Rp 45 triliun yakni 4,763 persen senilai USD 750.0 yang jatuh tempo 14 April 2027.

Selanjutnya, 5,315 persen sebesar USD 1,500.0 jatuh tempo 14 April 2032, dan 6.200 persen senilai USD 750.0 Jatuh tempo 14 April 2052. Jadi total USD 3 miliar dolar.

3 dari 4 halaman

MIND ID Bukukan Laba 2021 Rp 14,3 Triliun, Meroket 687 Persen

BUMN Holding Industri Pertambangan Mining Industry Indonesia atau MIND ID mencatat realisasi kinerja yang positif di ssepanjang 2021 lalu.

Holding yang beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk ini membukukan laba bersih sebesar Rp 14,33 triliun.

Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso mengatakan, perekonomian global di 2021 lalu merespons lebih positif atas kondisi pandemi yang semakin terkendali. Demikian juga di Indonesia, yang menunjukkan adanya perbaikan ekonomi dibandingkan dengan 2020.

"Inovasi operasional dilakukan untuk meningkatkan daya saing biaya. Selain itu perusahaan juga memberikan perhatian utama pada peluang-peluang baru yang mendukung pertumbuhan bisnis dimasa yang akan datang," ujarnya, Kamis (7/4/2022).

Peningkatan efektivitas produksi dan penjualan Grup MIND ID dengan memanfaatkan momentum perbaikan harga komoditas global, telah mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan pada 2021.

Itu terwujud dengan capaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp 28,06 triliun atau meningkat 149 persen dibandingkan 2020 sebesar Rp 11,26 triliun.

 

4 dari 4 halaman

Penjualan Emas

Dengan efektivitas kinerja produksi dan penjualan di seluruh komoditas mineral seperti emas hingga bijih nikel, perseroan mencatat capaian laba kotor 2021 sebesar Rp 26,41 triliun, dan laba usaha sebesar Rp 16,67 triliun.

Sehingga pada 2021, MIND ID mencatat realisasi laba bersih sebesar Rp 14,33 triliun, atau meningkat 687 persen dibandingkan 2020 yang sebesar Rp 1,82 triliun.

Perusahaan holding ini total mencatat pendapatan sebesar Rp 93,75 triliun pada 2021, atau meningkat 40 persen dari 2020 sebesar Rp 66,57 triliun.

Tiga kontributor terbesar pendapatan perusahaan berasal dari komoditas batubara, emas dan timah, masing-masing sebesar 32 persen, 28 persen dan 13 persen. Sedangkan aluminium berkontribusi 9 persen, feronikel 7 persen, bijih nikel 5 persen, dan lain-lain sebesar 6 persen.