5 Surah yang Dianjurkan untuk Perlindungan dari Siksa Kubur, Simak Pengamalannya

Keyakinan adanya pertanyaan dan siksa kubur merupakan bagian dari akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Surah yang dianjurkan untuk perlindungan dari siksa kubur menjadi topik yang sering menjadi pertanyaan muslim sebagai bekal menghadapi alam barzakh. Al-Qur'an sebagai petunjuk dan rahmat bagi umat manusia mengandung ayat-ayat yang tidak hanya menjadi pedoman hidup, tetapi juga menjadi benteng perlindungan di kehidupan setelah kematian.

Keyakinan adanya pertanyaan dan siksa kubur merupakan bagian dari akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam kitab Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut menegaskan bahwa mengingkari adzab kubur adalah paham sesat yang dibawa oleh kelompok Khawarij dan Mu'tazilah. Para ulama telah bersepakat bahwa pertanyaan malaikat di alam kubur adalah suatu keniscayaan bagi setiap manusia yang meninggal.

Allah SWT berfirman: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (QS. Thaha: 124).

Ayat ini, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, merujuk pada siksa kubur yang akan dialami oleh orang-orang yang berpaling dari agama-Nya. Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'anil Adzim menegaskan bahwa ayat ini merupakan landasan pokok bagi Ahlus Sunnah dalam menetapkan adanya siksa kubur.

Merangkum berbagai sumber klasik dan kontemporer, berikut ini adalah surah yang dianjurkan untuk perlindungan dari siksa kubur. Simak selengkapnya.

1. Surah Al-Mulk (سورة الملك)

Surah Al-Mulk adalah surah ke-67 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 30 ayat dan tergolong surah Makkiyah. Nama "Al-Mulk" berarti "Kerajaan" atau "Kekuasaan", diambil dari ayat pertama: "Tabarakalladzi biyadihil mulku wa huwa 'ala kulli syai'in qadir" (Maha Suci Allah yang menguasai segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu).

Rasulullah SAW bersabda: "Surah Tabarak (Al-Mulk) adalah pencegah azab kubur." (Hadis sahih dari Abdullah bin Mas'ud, lihat as-Silsilah ash-Shahihah no.1140 dan Shahihul Jami no.2651)

Dalam hadis lain, diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: "Di antara Al-Qur'an ada sebuah surah yang berjumlah 30 ayat yang bisa memberi syafaat bagi pembacanya, sampai dosanya diampuni, yaitu Tabaarakalladzi Biyadikal Mulk (Al-Mulk)." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Umar bin Al-Khatthab)

Dalam riwayat lain, dari Abdullah bin Mas'ud RA, beliau berkata: "Barang siapa membaca 'Tabarakalladzi biyadihil mulk' setiap malam, Allah akan melindunginya dengan (surah) itu dari azab kubur. Pada zaman Rasulullah SAW, kami menamakannya al-Mani'ah (yang melindungi)." (HR. An-Nasa'i dan dishahihkan dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib)

Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki menjelaskan bahwa membaca surat Al-Mulk memiliki keutamaan besar, yaitu mampu menyelamatkan diri dari siksaan kubur. Beliau juga meriwayatkan kisah dari Ibnu Abbas RA tentang seorang sahabat Nabi yang mendirikan kemah di atas kuburan tanpa menyadarinya, lalu mendengar penghuni kubur membaca Surah Al-Mulk hingga selesai. Rasulullah SAW kemudian bersabda: "Itulah yang mencegah (siksaan) dan menyelamatkan. Ia menyelamatkannya dari azab kubur." (HR. Tirmidzi)

Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab tafsirnya At-Tafsirul Munir (juz II, halaman 445) menyebutkan bahwa surat Al-Mulk juga dinamakan al-Waqiyah (yang menjaga) dan al-Munjiyah (yang menyelamatkan) karena menjaga dan menyelamatkan dari siksa kubur, serta memberi syafa'at kepada pembacanya.

Beliau juga menukil bahwa Ibnu Abbas menamakan surat ini al-Mujaadilah (yang mendebat) karena surat ini akan mendebat atau membela pembacanya di alam kubur.

Kandungan Surah Al-Mulk

Surah Al-Mulk secara garis besar membahas tentang kekuasaan Allah SWT atas seluruh alam semesta. Surah ini mengajak manusia merenungkan kebesaran Allah melalui penciptaan langit, bumi, kehidupan, kematian, serta berbagai tanda kekuasaan-Nya yang tersebar di alam semesta. Kandungan utamanya meliputi:

Ayat 1-5: Penegasan kekuasaan mutlak Allah atas segala kerajaan langit dan bumi, penciptaan mati dan hidup sebagai ujian bagi manusia

Ayat 6-11: Ancaman bagi orang-orang kafir dengan azab neraka Jahannam

Ayat 12-14: Janji ampunan dan pahala besar bagi orang-orang yang takut kepada Allah tanpa melihat-Nya

Ayat 15-30: Seruan untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta serta peringatan akan hari kebangkitan

Para ulama menganjurkan untuk membaca Surah Al-Mulk setiap malam sebelum tidur. Amalan ini diwariskan dari generasi ke generasi dan merupakan amalan harian yang dianjurkan. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa Surah Al-Mulk juga disebut al-Mani'ah (penghalang) dan al-Munjiah (penyelamat).

2. Surah Yasin (سورة يس)

Surah Yasin adalah surah ke-36 dalam Al-Qur'an yang sering disebut sebagai "jantungnya Al-Qur'an". Surah ini memiliki keutamaan besar, terutama jika dibacakan untuk orang yang meninggal atau di area pemakaman.

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang memasuki kuburan lalu membaca Yasin, maka Allah SWT meringankan siksa mereka di saat itu." (HR. Ad-Dailami)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang memasuki pekuburan kemudian membaca surat Yasin, maka Allah akan meringankan siksa untuk ahli kubur dan orang yang membacanya mendapat kebaikan-kebaikan sebanyak ahli kubur di pekuburan itu." (HR. dari Anas RA)

Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan bahwa orang yang ziarah kubur disunahkan membaca Yasin, sehingga bagi yang membacanya mendapat pahala dari Allah SWT dan terhitung beberapa kebaikan.

Membaca Yasin dapat meringankan siksa kubur, terutama jika ahli kubur dari golongan orang yang bermaksiat kepada Allah SWT dan belum terampuni dosanya. Para ulama juga menjelaskan bahwa meskipun para wali sudah terbebas dari dosa setelah proses tobat, pembacaan Yasin masih sangat bermanfaat untuk dihadiahkan oleh para penziarah kepada mereka, karena dengan pahala pembacaan Yasin semakin melimpah nilai kebaikan yang diperoleh.

Surah Yasin dianjurkan untuk dibaca saat ziarah kubur atau dibacakan untuk orang yang sedang menghadapi sakaratul maut. Sebagian ulama mengatakan bahwa di antara khasiat surat Yasin yang dibacakan untuk orang meninggal adalah sebagai penolong mayit agar mendapat ampunan dan keringanan siksa kubur.

3. Surah Al-Ikhlas (سورة الإخلاص)

Surah Al-Ikhlas adalah surah ke-112 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 4 ayat. Surah ini menegaskan keesaan Allah dan menjadi benteng perlindungan bagi pembacanya.

Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin dalam kitab Busyral Karim menyebutkan siapa yang membaca surat Qul Hu (Al-Ikhlas) sebanyak 40 kali saat sakit menjelang kematiannya, maka telah datang keterangan hadits menyebutkan bahwa ia tidak disiksa dalam kubur. Ia juga aman dari impitan kubur. Para malaikat dengan telapak tangan mereka akan membawanya menyeberangi jembatan shirath hingga surga.

Keutamaan surat Al-Ikhlas dapat menghadirkan keridha'an Allah bagi pembacanya di alam kubur. Amalan ini sangat dianjurkan, terutama bagi yang sedang sakit menjelang kematian, sebagai bentuk persiapan menghadapi alam barzakh.

4. Surat Al-Fatihah dan Al-Mu'awwidzat (Surat Al-Falaq dan An-Nas)

Surat Al-Fatihah, Al-Falaq, dan An-Nas termasuk surah yang memiliki keutamaan sebagai pelindung dari berbagai keburukan, termasuk siksa kubur.

Dari hadits riwayat Al-Thabrani, disebutkan: "Barangsiapa memasuki areal pekuburan lalu membaca al-Fatihah dan surat Yasin, maka Allah akan meringankan siksa ahli kubur, dan ia akan diberikan kebaikan sebanyak orang yang dikuburkan di sana."

Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) bersama surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan Al-Mu'awwidzat (Al-Falaq dan An-Nas) termasuk ayat-ayat pelindung diri.

5. Surah Al-Kautsar

Surah Al-Kautsar adalah surah ke-108 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 3 ayat. Surah ini memiliki keutamaan sebagai amalan perlindungan dari siksa kubur.

Dalam kitab Nihayatu Zain karya Syekh Nawawi, dijelaskan amalan untuk terhindar dari siksa kubur dengan mendawamkan 2 rakaat shalat setelah Shalat Dhuha. Tata caranya adalah setelah membaca Al-Fatihah, membaca surat Al-Kautsar 7 kali atau surat Al-Ikhlas.

5 Hikmah Membaca Surah-Surah Perlindungan dari Siksa Kubur

1. Mendapatkan Syafaat di Alam Kubur

Surah-surah yang dibaca dengan ikhlas akan memberikan syafaat bagi pembacanya di alam kubur. Rasulullah SAW bersabda bahwa Surah Al-Mulk akan memberi syafaat kepada pembacanya hingga dosanya diampuni.

2. Memperkuat Keimanan dan Ketakwaan

Membaca surah-surah Al-Qur'an secara rutin, terutama yang mengandung peringatan tentang kekuasaan Allah dan kehidupan setelah kematian, akan memperkuat keimanan dan ketakwaan seseorang. Surah Al-Mulk mengajak manusia merenungkan kebesaran Allah melalui penciptaan langit, bumi, kehidupan, dan kematian.

3. Mendapatkan Cahaya dan Perlindungan di Alam Kubur

Surah Al-Mulk disebut al-Mani'ah (penghalang) dan al-Munjiyah (penyelamat) karena mampu melindungi pembacanya dari azab kubur. Membaca Al-Qur'an secara rutin akan menjadi cahaya penerang di alam kubur.

4. Meringankan Siksa bagi Ahli Kubur

Membaca Surah Yasin dan Al-Fatihah saat ziarah kubur tidak hanya memberikan pahala bagi pembacanya, tetapi juga meringankan siksa bagi ahli kubur. Ini adalah bentuk solidaritas dan kasih sayang kepada saudara-saudara yang telah mendahului.

5. Menjadi Bekal Menghadapi Pertanyaan Munkar dan Nakir

Membaca dan memahami surah-surah Al-Qur'an, terutama yang berkaitan dengan tauhid dan keesaan Allah, akan menjadi bekal untuk menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur. Pengetahuan tentang Allah, agama Islam, dan Nabi Muhammad SAW akan tertanam kuat dalam hati dan lisan.

Pertanyaan Seputar Surah Terhindar dari Siksa Kubur

1. Apakah Surah Al-Mulk benar-benar bisa melindungi dari siksa kubur?

Rasulullah SAW dalam beberapa hadits shahih menyatakan bahwa Surah Al-Mulk adalah pencegah azab kubur dan penyelamat dari siksa kubur (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa'i). Para sahabat Nabi SAW menamakannya al-Mani'ah (yang melindungi). Namun para ulama menjelaskan bahwa perlindungan ini bukan semata-mata karena membaca secara lisan, tetapi juga karena keimanan dan pengamalan isinya.

2. Kapan waktu terbaik membaca Surah Al-Mulk?

Waktu terbaik membaca Surah Al-Mulk adalah setiap malam sebelum tidur. Amalan ini telah menjadi kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi dan merupakan amalan harian yang dianjurkan.

3. Apakah Surah Yasin bisa meringankan siksa kubur?

Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa memasuki kuburan lalu membaca Yasin, Allah akan meringankan siksa ahli kubur pada hari itu (HR. Ad-Dailami). Surah Yasin sangat dianjurkan untuk dibaca saat ziarah kubur atau dibacakan untuk orang yang sedang sakit menjelang kematian.

4. Berapa kali membaca Surah Al-Ikhlas untuk perlindungan dari siksa kubur?

Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin dalam kitab Busyral Karim menyebutkan bahwa membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 40 kali saat sakit menjelang kematian dapat membuat seseorang tidak disiksa dalam kubur dan aman dari impitan kubur. Selain itu, membaca Al-Ikhlas 7 kali setelah Al-Fatihah dalam Shalat Kafarut Baul juga dianjurkan.

5. Apakah ada amalan lain selain membaca surah untuk perlindungan dari siksa kubur?

Ya. Beberapa amalan lain yang dianjurkan antara lain: memperbanyak istighfar, membaca doa perlindungan dari siksa kubur dalam setiap shalat, menjaga kesucian dari air kencing, memperbanyak sedekah dan doa untuk mayit, serta membaca kalimat Laailahaillallah sebanyak 165 kali setelah shalat.

 

Â