Liputan6.com, Jakarta - Dalam perjalanan hidup, manusia terkadang menghadapi perpisahan dan kehilangan. Kata kata islami tentang ikhlas melepaskan sesuatu karena Allah menjadi penyejuk dan penenang hati agar senantiasa tegar.
Agama mengajarkan bahwa segala sesuatu di dunia ini hanyalah titipan Sang Pencipta. Hal ini sejalan dengan dalil firman-Nya: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan Allah lebih mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216).
Menumbuhkan rasa ikhlas tidak dilakukan secara instan. Butuh proses spiritual yang mendalam. Sikap ini menuntut kesadaran bahwa rencana Ilahi selalu lebih indah daripada angan-angan manusia yang sangat terbatas.
Advertisement
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Madarijus Salikin menjelaskan bahwa keikhlasan dalam melepaskan adalah bentuk tertinggi dari tawakal. Ketika batin benar-benar berserah, kesedihan akan berganti dengan ketenangan jiwa.
Merangkum berbagai sumber, berikut adalah 140 kata-kata Islami sebagai pengingat untuk belajar ikhlas dan melepaskan segala sesuatunya semata-mata karena Allah.
Tema 1: Berserah Diri pada Rencana Ilahi
1. Lepaskanlah genggamanmu pada dunia, karena rencana Allah selalu lebih indah dari ambisi terbesarmu.
2. Ketika kamu melepaskan sesuatu karena Allah, Dia akan mengurus segala urusanmu dengan cara yang tak terduga.
3. Kita menangis karena kehilangan, padahal Allah sedang tersenyum karena telah menyiapkan jalan yang lebih terang.
4. Jangan paksa takdir untuk berpihak padamu. Biarkan Allah bekerja dengan cara-Nya yang Maha Sempurna.
5. Berserah diri bukan berarti menyerah kalah. Itu adalah pengakuan bahwa kekuatan Allah berada di atas segalanya.
6. Hati yang ikhlas melepaskan akan selalu menemukan jalan pulang menuju ketenangan yang hakiki.
7. Biarkan yang pergi menjadi pelajaran berharga. Biarkan takdir Allah yang mengambil alih masa depanmu.
8. Tidak ada kehilangan yang sia-sia di mata Allah, sebab setiap perpisahan adalah awal dari pertemuan dengan takdir yang lebih baik.
9. Ketika doamu tidak sesuai dengan kenyataan, percayalah bahwa Allah sedang melindungimu dari keburukan yang tidak kamu ketahui.
10. Berhentilah mempertanyakan mengapa sesuatu itu pergi. Mulailah bersyukur karena Allah sedang membersihkan jalan hidupmu.
11. Rencana manusia boleh jadi sangat rapi, tetapi ketetapan Allah adalah satu-satunya yang pasti terjadi.
12. Melepaskan karena Allah berarti membebaskan dirimu dari penjara kekecewaan yang dibuat oleh harapanmu sendiri.
13. Jika sesuatu memang ditakdirkan untukmu, ia tidak akan pernah salah alamat untuk kembali padamu.
14. Kehilangan adalah cara Allah mengajarkan kita bahwa tidak ada satu pun di dunia ini yang benar-benar milik kita.
15. Hatimu akan terus terluka jika kamu menahan apa yang sudah Allah putuskan untuk dijauhkan darimu.
16. Jadikan rasa kehilangan sebagai tangga spiritual untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Maha Pemilik Segalanya.
17. Terimalah kenyataan dengan hati yang lapang. Allah mengetahui ujung dari setiap cerita yang baru saja dimulai.
18. Apa yang luput darimu memang bukan rezekimu. Apa yang menjadi rezekimu tidak akan pernah luput darimu.
19. Saat kamu merasa kehilangan arah setelah melepaskan, jadikan petunjuk Allah sebagai satu-satunya kompasmu.
20. Titipkan kesedihanmu pada sajadah, dan biarkan Allah mengubahnya menjadi senyuman di hari esok.
Tema 2: Keyakinan pada Pengganti yang Lebih Baik
21. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik.
22. Jangan tangisi pintu yang tertutup di hadapanmu. Allah sedang membuka pintu lain yang penuh dengan keberkahan.
23. Allah mengambil sesuatu dari genggamanmu hanya untuk mengosongkan tanganmu agar bisa menerima karunia yang lebih besar.
24. Ganti dari Allah tidak selalu datang seketika, namun ia pasti datang di waktu yang paling tepat.
25. Hati yang hancur karena melepaskan akan disembuhkan oleh Allah dengan kebahagiaan yang tidak terbayangkan sebelumnya.
26. Percayalah bahwa setelah air mata keikhlasan, akan ada senyum kemenangan yang Allah hadiahkan untukmu.
27. Kehilangan satu nikmat duniawi bukanlah akhir segalanya. Allah memiliki ribuan nikmat lain yang siap diturunkan.
28. Jika Dia mampu menciptakan semesta beserta isinya, sangat mudah bagi-Nya untuk memberimu pengganti yang lebih indah.
29. Ikhlas adalah meyakini bahwa tangan Allah yang mengambil, juga merupakan tangan yang sama yang akan memberi ganti.
30. Jangan membatasi rezeki Allah dengan kesedihanmu. Pengganti yang Dia siapkan melampaui logika manusia.
31. Biarkan yang fana berlalu dari hidupmu. Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih abadi dan berkah untukmu.
32. Kesabaranmu dalam merelakan akan dibayar lunas dengan kebahagiaan yang tidak pernah kamu sangka sebelumnya.
33. Hanya mereka yang berani melepaskan dengan ikhlas yang akan mencicipi manisnya hadiah kejutan dari Allah.
34. Terkadang kita harus kehilangan apa yang kita sukai, untuk mendapatkan apa yang sebenarnya kita butuhkan dari Allah.
35. Yakinlah bahwa di balik setiap pengambilan paksa oleh takdir, terdapat rahmat yang tersembunyi dengan sangat rapi.
36. Ketika engkau ridha dengan keputusan Allah, Dia akan membuatmu ridha dengan pemberian-Nya kelak.
37. Tidak akan berkurang kebahagiaan seseorang hanya karena melepaskan. Allah Sang Pemberi Kebahagiaan tidak pernah kehabisan cara.
38. Kosongkan hatimu dari cinta dunia yang berlebihan, agar Allah bisa mengisinya dengan cinta-Nya yang menyelamatkan.
39. Hadiah dari Allah selalu datang tepat pada waktunya, terutama bagi mereka yang sabar dalam masa penantian setelah kehilangan.
40. Senyum yang lahir dari keikhlasan setelah kehilangan, adalah senyum yang paling dicintai oleh Sang Maha Kuasa.
Tema 3: Memaknai Kehilangan sebagai Ujian Keimanan
41. Ujian kehilangan adalah cara Allah melihat seberapa kuat imanmu bertaut kepada-Nya, bukan kepada makhluk-Nya.
42. Jika engkau mencintai sesuatu melebihi cintamu kepada Allah, bersiaplah untuk diuji melalui kehilangannya.
43. Sakitnya melepaskan adalah proses detoksifikasi hati dari penyakit bergantung pada selain Allah SWT.
44. Tidak ada ujian yang melampaui batas kemampuan hamba-Nya. Kehilanganmu hari ini sudah diukur tepat sesuai kekuatan batinmu.
45. Jadikan setiap tetes air mata perpisahan sebagai penghapus dosa dan peninggi derajatmu di hadapan-Nya.
46. Allah cemburu pada hati yang diisi penuh oleh dunia. Kehilangan adalah cara-Nya membersihkan hatimu kembali.
47. Ujian ini mungkin terasa berat menghimpit dada, namun kelak kamu akan berterima kasih karena ia mendewasakan imanmu.
48. Melepaskan mengajarkan kita untuk meletakkan dunia di tangan, bukan memasukkannya ke dalam hati yang rapuh.
49. Buktikan cintamu kepada Allah dengan cara tersenyum di tengah badai kehilangan yang menyapu harapanmu.
50. Keimanan yang sejati akan bersinar paling terang ketika ia diuji dengan pedihnya mengikhlaskan sesuatu.
51. Ketika kau kehilangan segalanya, kau akan menyadari bahwa memiliki Allah saja sudah lebih dari cukup.
52. Penderitaan akibat perpisahan adalah cambuk kasih sayang Allah untuk membangunkanmu dari kelalaian duniawi.
53. Jangan biarkan ujian kehilangan merusak prasangka baikmu kepada Allah Yang Maha Pengasih.
54. Orang yang cerdas secara spiritual tahu bagaimana mengubah rasa sakit kehilangan menjadi energi untuk beribadah.
55. Semakin sulit engkau melepaskan sesuatu karena-Nya, semakin besar pahala yang mengalir dalam catatan amalmu.
56. Mengeluh hanya akan menambah beban di pundakmu. Mengikhlaskan akan menerbangkan segala sesak di dadamu.
57. Ujian merelakan adalah jembatan yang harus dilewati menuju kedewasaan emosional dan spiritual yang hakiki.
58. Jika di dunia kau menangis karena kehilangan, semoga di surga kau tertawa karena telah berhasil melewatinya.
59. Allah mengujimu dengan perpisahan agar kau belajar bahwa pertemuan abadi hanyalah ada di akhirat kelak.
60. Hadapi ujian kehilangan dengan doa, karena doa adalah pelukan terhangat dari langit untuk hatimu yang kedinginan.
Tema 4: Ketenangan Jiwa dalam Keikhlasan
61. Ketenangan batin hanya bisa dicapai ketika lidah mampu berucap 'Innalillahi', dan hati benar-benar meresapi maknanya.
62. Ikhlas adalah seni menyembuhkan diri sendiri tanpa harus menyalahkan siapa pun atas takdir yang terjadi.
63. Hatimu akan terasa ringan seperti kapas ketika engkau berhenti melawan arus ketetapan Allah Yang Maha Mengetahui.
64. Jangan cari ketenangan pada sesuatu yang hilang. Carilah ketenangan pada Dzat yang mengatur perputaran semesta.
65. Orang yang ikhlas tidur dengan nyenyak, karena ia tahu semua urusannya telah diwakilkan kepada Sang Penjaga yang tak pernah tidur.
66. Berdamailah dengan kenyataan yang ada. Sesungguhnya penolakan terhadap takdir hanya akan memperpanjang penderitaanmu.
67. Melepaskan dengan ikhlas berarti memberi izin kepada kedamaian untuk masuk dan menetap di dalam jiwamu.
68. Hati yang dipenuhi dengan keikhlasan tidak memiliki ruang kosong untuk menyimpan dendam atau penyesalan.
69. Ketika engkau ikhlas, kau tidak lagi peduli pada apa yang pergi. Engkau hanya fokus pada apa yang Allah tinggalkan untukmu.
70. Damai itu nyata, ia hadir seketika saat kamu mengatakan, 'Ya Allah, aku ridha dengan segala keputusan-Mu.'
71. Tidak ada kebebasan yang lebih melegakan selain kebebasan dari rasa takut kehilangan hal-hal yang fana.
72. Nafasmu akan terasa lebih panjang dan dadamu lebih lapang saat kata 'ikhlas' telah mendarah daging dalam dirimu.
73. Ketenangan sejati bukan berarti tidak ada masalah, melainkan kemampuan tetap tenang di tengah badai kehilangan.
74. Biarkan kenangan masa lalu menjadi debu yang tertiup angin. Hadapilah hari ini dengan hati yang baru dan jernih.
75. Jangan biarkan hatimu terus bising oleh penyesalan. Diamlah sejenak, dan dengarkan bagaimana Allah menenangkanmu.
76. Ikhlas adalah melepaskan beban yang tidak pernah diminta oleh Allah untuk kamu pikul sendirian.
77. Kegelisahanmu berasal dari keinginan untuk mengontrol segalanya. Ketenanganmu datang saat kamu membiarkan Allah yang mengontrol.
78. Relakan saja. Terkadang memegang erat sesuatu justru lebih menyakitkan daripada melepaskannya perlahan.
79. Jiwa yang tenang lahir dari keyakinan yang kokoh bahwa takdir Allah tidak pernah membawa keburukan bagi hamba yang beriman.
80. Senyum orang yang ikhlas adalah senyum yang paling menenangkan, karena ia bersumber langsung dari cahaya Ilahi.
Tema 5: Melepaskan Hati dari Keterikatan Duniawi
81. Dunia ini bukan tempat tinggal kita yang abadi. Mengapa harus menangisi sesuatu yang memang harus ditinggalkan?
82. Cinta pada dunia akan membawa pada kekecewaan. Cinta pada Sang Pencipta dunia akan membawamu pada keabadian.
83. Melepaskan dunia dari hati adalah langkah pertama untuk membangun istana yang megah di surga-Nya.
84. Harta, jabatan, dan kedudukan hanyalah pakaian yang sewaktu-waktu bisa dilepas oleh Sang Pemilik aslinya.
85. Jangan menggantungkan kebahagiaanmu pada makhluk yang rapuh. Gantungkanlah pada Allah Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri.
86. Kehilangan materi adalah cara Allah menampar kesombongan kita yang merasa bisa memiliki dunia ini selamanya.
87. Semakin engkau mengejar dunia, semakin lelah jiwamu. Lepaskanlah ia, maka dunia yang akan merangkak mengejarmu.
88. Ikhlaskan apa pun yang terlepas dari tanganmu. Kekayaan sejati terletak pada rasa cukup yang tertanam kuat di hati.
89. Jika dunia dan seisinya dirampas darimu, selama iman masih bersamamu, kamu tidak kehilangan apa-apa.
90. Orang yang paling kaya adalah ia yang paling rela melepaskan apa yang tidak ditakdirkan untuknya.
91. Jangan jadikan hatimu sebagai gudang penyimpanan barang-barang fana. Jadikan hatimu sebagai baitullah, tempat asma-Nya bertahta.
92. Apa gunanya menggenggam dunia jika hal itu membuat tanganmu tidak bisa menengadah untuk berdoa?
93. Kita lahir tanpa membawa apa-apa, dan akan mati tanpa membawa apa-apa. Lalu, untuk apa kita meratapi yang bukan milik kita?
94. Mengikhlaskan dunia berarti engkau telah memutus rantai perbudakan nafsu yang menyengsarakan kehidupanmu.
95. Hanya dengan melepaskan ambisi duniawi, engkau bisa melihat betapa indahnya perjalanan spiritual menuju Allah.
96. Jangan sedih jika dunia berpaling darimu. Itu pertanda Allah ingin engkau menatap penuh wajah-Nya.
97. Lepaskan obsesimu pada kesempurnaan dunia, karena kesempurnaan hanya milik kehidupan di akhirat kelak.
98. Setiap kehilangan yang memisahkanmu dari dunia, sejatinya sedang menyambungkanmu dengan kebahagiaan akhirat.
99. Hatimu terlalu berharga untuk disibukkan oleh hal-hal yang akan hancur dan menjadi debu di hari kiamat.
100. Relakan dunia berlalu. Fokuslah membangun amal jariyah yang akan setia menemanimu hingga ke dalam alam barzah.
Tema 6: Perpisahan Karena Takdir Jodoh dan Hubungan
101. Jika dia bukan jodohmu, sekeras apa pun kamu berjuang, Allah akan memisahkan kalian demi kebaikan bersama.
102. Melepaskan seseorang karena Allah jauh lebih mulia daripada mempertahankannya dalam kemaksiatan yang dibenci-Nya.
103. Jangan paksakan hatimu pada seseorang yang hatinya tidak pernah diarahkan oleh Allah untukmu.
104. Perpisahan dengan manusia yang kau cintai adalah jalan bagi pertemuan dengan jodoh yang telah Allah tuliskan di Lauhul Mahfudz.
105. Ikhlaskan dia pergi. Tulang rusuk tidak akan pernah tertukar, dan ia pasti akan kembali pada pemilik sejatinya.
106. Cinta yang sejati adalah ketika kau sanggup melepaskan dia demi ketaatanmu kepada aturan Sang Pemilik Cinta.
107. Patah hati karena kehilangan manusia akan disembuhkan oleh cinta Allah yang tidak pernah mengecewakan.
108. Jangan tangisi kepergiannya terlalu lama. Mungkin Allah sedang melindungimu dari masa depan yang buruk bersamanya.
109. Jodoh adalah cerminan diri. Perbaiki dirimu setelah melepaskan, agar Allah mengirimkan pengganti yang juga sedang memperbaiki diri.
110. Melepaskan orang yang salah adalah satu-satunya cara agar orang yang tepat bisa masuk ke dalam hidupmu.
111. Ketahuilah, Allah menjauhkan dia darimu karena Allah mendengar doamu tentang meminta jodoh yang terbaik.
112. Mencintai dalam diam adalah baik, namun melepaskan dalam ikhlas adalah bentuk ketawakalan yang jauh lebih mulia.
113. Biarkan waktu dan doa yang mengobati luka karena perpisahan. Allah tidak pernah tidur melihat air matamu.
114. Jika Allah menakdirkan kalian bersama, jarak dan waktu tidak akan mampu mencegah penyatuan dua hati tersebut.
115. Relakan cerita cintamu kandas di dunia, asal jangan sampai engkau kehilangan cinta pencipta semesta.
116. Jangan merendahkan harga dirimu demi seseorang yang pergi. Tinggikan derajatmu di mata Allah dengan keikhlasan.
117. Kehilangan dia bukanlah akhir dari kisah hidupmu. Itu hanyalah akhir dari sebuah babak yang harus segera ditutup.
118. Berhentilah mencari sosoknya di masa lalumu. Tatap ke depan, ada takdir Allah yang tersenyum menantimu.
119. Hati yang patah karena cinta manusia adalah tanah yang subur untuk menumbuhkan cinta yang tulus kepada Allah.
120. Mengikhlaskan sebuah hubungan karena mencari ridha Allah adalah kemenangan terbesar melawan ego diri sendiri.
Tema 7: Mengobati Luka dengan Syukur dan Sabar
121. Ucapkan Alhamdulillah atas apa yang masih tersisa, dan bersabarlah atas segala hal yang telah diambil dari pelukanmu.
122. Syukur di saat bahagia itu biasa, namun bersyukur ketika kehilangan adalah sifat dari wali-wali Allah di muka bumi.
123. Sabar tidak memiliki batas. Kesabaran dalam merelakan akan mengantarkanmu pada surga tanpa hisab.
124. Luka hatimu akan sembuh saat engkau berhenti menghitung apa yang hilang dan mulai mensyukuri apa yang ada.
125. Allah merangkul mereka yang patah hati dengan balutan rahmat-Nya, selama mereka menghiasinya dengan kesabaran.
126. Jangan perbesar lukamu dengan keluhan. Kecilkan rasa sakitmu dengan memperbanyak kalimat hamdalah.
127. Sabar dalam perpisahan adalah cahaya yang akan menerangi jalanmu melewati masa-masa gelap di kemudian hari.
128. Ikhlas adalah gabungan sempurna antara kesabaran yang tak bertepi dan rasa syukur yang tak pernah putus.
129. Ketika engkau menangis karena kehilangan, basuhlah air matamu dengan wudhu dan bersujudlah dalam syukur.
130. Hati yang bersyukur tidak akan pernah merasa kehilangan. Ia tahu bahwa segala sesuatu hanyalah pindah kepemilikan sementara.
131. Obat paling mujarab untuk rasa sakit kehilangan adalah meyakini bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.
132. Bersabarlah, karena setelah air mata mengering, pemandangan hidup yang baru dan lebih cerah menunggumu di depan.
133. Jangan biarkan setan mencuri pahala sabarmu dengan meniupkan rasa tidak terima atas takdir-Nya.
134. Syukuri ujian kehilangan, karena melalui hal itulah kamu diselamatkan dari kesombongan hidup duniawi.
135. Sabar di awal musibah adalah sabar yang sejati, di mana ikhlas langsung mengambil peran dalam hatimu.
136. Ketika engkau tersenyum dan berkata 'semua karena Allah', saat itulah malaikat mencatat pahala syukur yang berlipat ganda.
137. Rasa sakit karena melepaskan akan perlahan pudar, digantikan oleh manisnya ketahanan iman yang tahan uji.
138. Ubahlah tangisanmu menjadi doa, keluhanmu menjadi syukur, dan keputusasaanmu menjadi sabar yang indah.
139. Tidak ada luka yang tidak bisa disembuhkan jika engkau menyerahkan resep penyembuhannya sepenuhnya kepada Allah.
140. Pada akhirnya, keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur akan membawamu pada satu titik kebahagiaan paripurna: Ridha Allah SWT.
Â
Pertanyaan Seputar Cara Ikhlas Melepaskan Seseorang
1. Bagaimana cara ikhlas melepaskan seseorang karena Allah?
Cara terbaik adalah dengan mengalihkan fokus dari makhluk kepada Sang Pencipta. Sadari bahwa memaksakan hubungan yang tidak diridhai hanya akan membawa keburukan. Perbanyak doa agar hati dilapangkan, sibukkan diri dengan ibadah, perbaiki diri, dan yakini bahwa Allah telah menyiapkan takdir serta pendamping yang jauh lebih baik dan berkah di waktu yang tepat.
2. Apa doa agar kita bisa ikhlas melepaskan sesuatu?
Salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat menghadapi musibah atau kehilangan adalah: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma'jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha." Artinya: Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali. Ya Allah, berilah pahala dalam musibahku ini dan berikanlah ganti padaku yang lebih baik daripadanya.
3. Mengapa Allah mengambil sesuatu yang kita sayangi?
Allah mengambil sesuatu dari hamba-Nya bukan untuk menyiksa, melainkan untuk kebaikan hamba itu sendiri. Hal ini bisa berupa ujian untuk meningkatkan derajat keimanan, upaya membersihkan hati dari sifat materialistis, atau sebagai cara Allah untuk menjauhkan kita dari suatu keburukan yang terselubung di dalam hal yang kita senangi tersebut.
4. Apa ciri-ciri orang yang sudah ikhlas kehilangan?
Orang yang ikhlas ditandai dengan ketenangan batin, tidak lagi mengungkit-ungkit masa lalu, tidak menyalahkan keadaan atau Tuhan atas kehilangannya, dan mampu melanjutkan hidup dengan pikiran positif. Lisan mereka akan lebih sering mengucapkan syukur dan mereka kembali bersemangat melakukan amal kebaikan tanpa dibebani bayang-bayang kesedihan.
5. Apakah ikhlas berarti kita tidak boleh sedih dan menangis?
Tidak. Ikhlas bukan berarti mematikan fitrah kemanusiaan. Bersedih dan menangis saat kehilangan adalah hal yang sangat manusiawi, bahkan Rasulullah SAW pun menangis saat putranya wafat. Yang dilarang dalam Islam adalah meratapi berlebihan (niyahah), merobek baju, berteriak, atau mempertanyakan dan menolak ketetapan takdir Allah.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567468/original/050020200_1777282004-cek_fakta_alsintan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299087/original/053914000_1784192454-cek_fakta_-_Sherly_Tjoanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4691763/original/031604000_1702982141-Serangan_macan_tutul_melukai_tiga_orang_di_Guwahati-AP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264050/original/062227400_1782063258-063_2282639788.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298238/original/090944000_1784161387-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893064/original/098068400_1721122752-FotoJet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298223/original/011449900_1784155410-063_2286282854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288267/original/024620600_1783308427-eng10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7253349/original/074810700_1780039482-Gemini_Generated_Image_iul334iul334iul3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297178/original/073412700_1784082785-Gemini_Generated_Image_ux2ir6ux2ir6ux2i.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297285/original/068110000_1784086597-tempat_paket_3_a.jpeg)