Liputan6.com, Jakarta Cara menghemat minyak bumi menjadi keterampilan penting karena bahan bakar ini tergolong sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Setiap langkah kecil di rumah maupun di jalan turut menjaga cadangan energi yang tersisa.
Menerapkan cara menghemat minyak bumi tidak hanya menekan pengeluaran bulanan, tetapi juga menurunkan emisi dan polusi udara. Perubahan kebiasaan yang konsisten memberi dampak besar bila dilakukan bersama-sama.
Berdasarkan data Alternative Fuels Data Center, lebih dari 266 juta kendaraan menghabiskan jutaan barel minyak bumi setiap hari di Amerika Serikat, dengan perjalanan penumpang di jalan raya menyumbang lebih dari 2,6 triliun mil kendaraan per tahun. Angka sebesar itu menunjukkan bahwa konsumsi minyak bumi paling banyak terserap di sektor perjalanan sehari-hari.
Advertisement
Cara Menghemat Minyak Bumi di Sektor Transportasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452614/original/031841000_1766410968-WhatsApp_Image_2025-12-22_at_19.29.00__1_.jpeg)
Sektor transportasi merupakan penyumbang konsumsi minyak bumi terbesar, sehingga cara menghemat minyak bumi yang paling efektif justru dimulai dari kebiasaan bepergian. Memilih moda perjalanan yang tepat mampu memangkas pemakaian bahan bakar per orang secara signifikan.
Studi di bidang energi menunjukkan bahwa mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan akan menurunkan konsumsi bahan bakar per kapita sekaligus meredakan kemacetan dan menekan emisi karbon. Prinsip inilah yang menjadi dasar berbagai panduan lengkap menghemat BBM yang beredar di masyarakat.
-
Beralih ke transportasi umum: Bus, kereta, MRT, atau angkutan kota mengangkut banyak penumpang dalam satu kendaraan, sehingga konsumsi minyak bumi per orang jauh lebih rendah dibandingkan menyetir sendiri.
-
Berjalan kaki atau bersepeda: Untuk jarak dekat seperti berbelanja di warung terdekat, berjalan kaki atau bersepeda sama sekali tidak memerlukan bahan bakar sekaligus menyehatkan tubuh dan mengurangi polusi.
-
Carpool atau berbagi tumpangan: Berangkat bersama rekan yang searah membuat satu kendaraan mengangkut lebih banyak orang, sehingga bahan bakar yang terbuang menjadi jauh lebih efisien.
-
Pilih kendaraan listrik atau hybrid: Bila memungkinkan, kendaraan listrik dan hybrid jauh lebih irit energi serta tidak sepenuhnya bergantung pada bahan bakar fosil yang cadangannya terus menipis.
-
Terapkan kerja dari rumah: Bekerja atau rapat dari rumah lewat telepon dan daring memangkas jarak tempuh kendaraan, karena perjalanan pergi-pulang kerja menyumbang porsi besar pemakaian bahan bakar.
-
Gabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan: Menyatukan sejumlah urusan sekaligus dan memilih rute terdekat menghindari perjalanan bolak-balik yang menghabiskan bahan bakar tanpa perlu.
Mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter dalam pidato The President's Proposed Energy Policy (1977), sebagaimana dikutip oleh Conserve Energy Future, mengatakan, "Karena kita kini mulai kehabisan gas dan minyak, kita harus segera bersiap menuju penghematan yang ketat dan penggunaan sumber energi terbarukan yang permanen, seperti tenaga surya."
Advertisement
Cara Menghemat Minyak Bumi Lewat Teknik Berkendara dan Perawatan Kendaraan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3292652/original/037078700_1605013125-SKK_migas...jpg)
Cara menghemat minyak bumi bagi pemilik kendaraan pribadi bisa ditempuh dengan memperbaiki gaya mengemudi sekaligus merawat mesin secara disiplin. Kombinasi keduanya membuat setiap tetes bahan bakar terpakai maksimal tanpa mengorbankan kenyamanan.
Mengacu pada laporan U.S. Department of Energy melalui FuelEconomy.gov, gaya berkendara agresif seperti ngebut serta akselerasi dan pengereman mendadak dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 15 hingga 30 persen di jalan bebas hambatan dan 10 hingga 40 persen di lalu lintas padat. Pemahaman ini sejalan dengan banyak ulasan mengenai hemat BBM berdasarkan cara mengemudi.
-
Kemudikan dengan halus (eco driving): Injak pedal gas secara perlahan dan rem dengan lembut, karena pola gas-rem yang agresif membuat energi kendaraan terbuang sia-sia. Teknik eco driving supaya irit bensin terbukti menekan konsumsi bahan bakar.
-
Jaga kecepatan tetap stabil: Efisiensi bahan bakar umumnya menurun tajam di atas 80 km/jam, sehingga memanfaatkan cruise control di jalan datar membantu mempertahankan laju konstan tanpa akselerasi berlebih.
-
Kurangi kebiasaan idling: Mesin yang menyala saat kendaraan diam bisa menghabiskan seperempat hingga setengah galon bahan bakar per jam, sehingga sebaiknya matikan mesin bila berhenti lebih dari satu menit.
-
Periksa tekanan angin ban secara rutin: Ban yang kurang angin memperbesar hambatan gulir sehingga mesin bekerja lebih keras; menjaga tekanan sesuai rekomendasi dapat memperbaiki efisiensi bahan bakar.
-
Ganti filter udara dan gunakan oli yang tepat: Filter udara kotor membuat pembakaran tidak optimal, sementara memakai oli mesin sesuai grade rekomendasi pabrik dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar sekitar 1 hingga 2 persen.
-
Lakukan servis dan tune-up berkala: Busi aus, sistem pengapian bermasalah, dan komponen yang tidak terawat memicu pemborosan; servis rutin menjaga seluruh komponen bekerja sesuai standar pabrikan.
-
Kurangi beban dan lepas roof box: Bagasi atap menambah hambatan angin dan beban tambahan membuat mesin lebih boros, sehingga keluarkan barang yang tidak perlu dari kendaraan.
Perlu diwaspadai pula sejumlah trik menghemat bahan bakar yang salah kaprah, seperti mengisi tangki hingga meluber, karena justru merugikan. Untuk pengendara roda dua, tersedia pula tips berkendara sepeda motor agar irit BBM yang menekankan kecepatan konstan. Tom Allen, mantan anggota Kongres Amerika Serikat, dikutip dari BrainyQuote, menyatakan, "Penghematan energi adalah fondasi dari kemandirian energi."
Baca juga: 6 kebiasaan yang bikin BBM boros dan strategi hemat BBM di tengah ketidakpastian harga.
Cara Menghemat Minyak Bumi di Rumah dan Beralih ke Energi Alternatif
Di luar urusan kendaraan, cara menghemat minyak bumi juga bisa dilakukan dari dalam rumah dan pilihan produk sehari-hari. Sebagian besar pembangkit listrik masih mengandalkan bahan bakar fosil, sehingga menghemat listrik berarti ikut menghemat minyak bumi.
Sebagaimana dijelaskan Greenpeace, minyak bumi tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar, tetapi juga menjadi bahan baku berbagai produk, seperti plastik, pupuk, pestisida, serta produk kecantikan. Oleh karena itu, Greenpeace mendorong pengurangan penggunaan produk berbahan dasar minyak bumi sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap minyak.
-
Matikan peralatan listrik yang tidak dipakai: Cabut charger dan matikan televisi, kipas, atau AC saat tidak digunakan, karena mengurangi konsumsi listrik berarti menurunkan pembakaran bahan bakar fosil di pembangkit.
-
Manfaatkan cahaya dan ventilasi alami: Buka jendela dan gorden pada siang hari agar cahaya matahari masuk, sehingga penggunaan lampu dan pendingin ruangan bisa ditekan.
-
Kurangi produk berbahan dasar minyak bumi: Batasi plastik sekali pakai seperti kantong, sedotan, dan kemasan, serta pertimbangkan bahan alami dibanding poliester atau nilon yang berbasis minyak.
-
Biasakan daur ulang dan pakai ulang: Menggunakan kembali wadah dan memilih barang daur ulang menekan permintaan bahan baku baru dari minyak bumi sekaligus mengurangi sampah.
-
Gunakan bahan bakar dan energi alternatif: Biosolar atau biodiesel, bioetanol, biogas, tenaga surya, dan tenaga angin menawarkan pilihan terbarukan yang mengurangi ketergantungan pada fosil.
Merujuk laporan International Renewable Energy Agency (IRENA), sektor energi terbarukan mempekerjakan lebih dari 11 juta orang secara global pada 2018, sebuah bukti bahwa peralihan energi juga membuka lapangan kerja. Anda dapat menelusuri beragam contoh energi alternatif serta bagaimana energi alternatif menjadi solusi berkelanjutan bagi masa depan.
Rudolf Diesel, insinyur penemu mesin diesel, dikutip dari Quotlr, menyatakan, "Penggunaan minyak nabati sebagai bahan bakar mungkin tampak tidak berarti hari ini, tetapi produk seperti itu pada waktunya bisa menjadi sama pentingnya dengan minyak tanah." Visinya kini terwujud melalui bioetanol dan biodiesel yang diolah dari tumbuhan, bahkan hingga pemanfaatan limbah sawit sebagai pengganti LPG.
Hermann Scheer, tokoh energi terbarukan dunia, dikutip dari Trvst, menyatakan, "Ketergantungan kita pada bahan bakar fosil sama seperti pembakaran global, dan satu-satunya pemadam api yang kita miliki adalah energi terbarukan." Semangat serupa mendorong banyak negara mengembangkan energi alternatif ramah lingkungan di Indonesia.
Advertisement
Dampak Pemborosan Minyak Bumi bagi Lingkungan dan Masa Depan
Memahami akibat pemborosan membuat upaya menghemat minyak bumi terasa lebih mendesak. Sebab minyak bumi terbentuk dari sisa organisme laut selama jutaan tahun dan harus melalui proses pengolahan minyak bumi yang panjang sebelum dapat digunakan. Berikut sejumlah dampak yang mengintai bila konsumsinya terus diboroskan.
-
Krisis energi: Minyak bumi menjadi tulang punggung transportasi dan industri, sehingga menipisnya pasokan berpotensi mengganggu perekonomian serta kualitas hidup masyarakat luas.
-
Kenaikan harga dan ketidakstabilan ekonomi: Semakin langka pasokan, semakin tinggi harga yang berujung pada inflasi serta tekanan biaya hidup, terutama saat harga minyak dunia bergejolak.
-
Polusi udara dan pemanasan global: Pembakaran bahan bakar fosil melepaskan karbon dioksida dan partikel berbahaya yang memperburuk kualitas udara sekaligus memicu perubahan iklim.
-
Gangguan transportasi dan industri: Banyak sektor sangat bergantung pada BBM, sehingga kelangkaan dapat melumpuhkan mobilitas, distribusi barang, hingga aktivitas manufaktur.
-
Berkurangnya bahan baku penting: Minyak bumi juga menjadi bahan dasar plastik, pupuk, hingga gas LPG, sehingga pemborosannya mengancam ketersediaan berbagai kebutuhan pokok.
-
Hilangnya sumber daya bagi generasi mendatang: Sebagai sumber daya tak terbarukan, setiap barel yang terbuang percuma mengurangi jatah energi yang bisa dinikmati anak cucu.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Minyak Bumi
Apa yang dimaksud dengan menghemat minyak bumi?
Menghemat minyak bumi berarti menggunakan bahan bakar dan produk turunannya secara lebih efisien dan bijak agar konsumsi berkurang. Tujuannya menekan biaya, memperpanjang ketersediaan cadangan, sekaligus mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.
Mengapa minyak bumi perlu dihemat?
Minyak bumi termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan membutuhkan waktu jutaan tahun untuk terbentuk. Karena cadangannya terbatas dan pembakarannya menghasilkan emisi, penghematan menjadi kunci menjaga ketahanan energi dan kelestarian lingkungan.
Apa saja energi alternatif pengganti minyak bumi?
Beberapa energi alternatif yang dapat menggantikan minyak bumi antara lain tenaga surya, angin, air, panas bumi, dan biomassa. Untuk bahan bakar kendaraan, tersedia pula biodiesel, bioetanol, dan biogas yang berasal dari sumber terbarukan sehingga lebih ramah lingkungan. Simak juga tips menghemat bahan bakar untuk kendaraan boros.
Pada akhirnya, menjaga keseimbangan alam bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap orang. Mulailah dari langkah paling sederhana, ajak keluarga dan lingkungan sekitar, dan biarkan kebiasaan hemat ini menular agar cadangan minyak bumi tetap bisa dinikmati lebih lama oleh generasi berikutnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567468/original/050020200_1777282004-cek_fakta_alsintan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299087/original/053914000_1784192454-cek_fakta_-_Sherly_Tjoanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298526/original/022897200_1784173861-cK8uoRCn1gwrIls9PX6WdmFuJMWsoka0PzJwfekH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298637/original/010650700_1784178420-INGGRIS_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287272/original/017051900_1783206951-pra1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264050/original/062227400_1782063258-063_2282639788.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7253349/original/074810700_1780039482-Gemini_Generated_Image_iul334iul334iul3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297178/original/073412700_1784082785-Gemini_Generated_Image_ux2ir6ux2ir6ux2i.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297285/original/068110000_1784086597-tempat_paket_3_a.jpeg)