Hemat BBM di Tengah Ketidakpastian Harga, Begini Strateginya

Langkah pertama yang paling mendasar adalah menggunakan BBM dengan nilai oktan sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan

Diterbitkan 03 April 2026, 09:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memang belum terjadi saat ini. Namun, bukan tidak mungkin penyesuaian harga akan berlangsung di masa mendatang, terutama akibat dinamika global seperti konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada pasokan energi dunia.

Menghadapi potensi tersebut, pengendara kendaraan bermotor disarankan mulai menerapkan pola berkendara yang efisien. Tujuannya jelas, agar konsumsi BBM tetap hemat dan pengeluaran tidak membengkak.

Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, membagikan sejumlah tips praktis yang bisa diterapkan oleh pengguna kendaraan sehari-hari.

Langkah pertama yang paling mendasar adalah menggunakan BBM dengan nilai oktan sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan. Hal ini penting untuk memastikan proses pembakaran di dalam mesin berlangsung optimal.

Penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna, yang berujung pada konsumsi bahan bakar lebih boros sekaligus menurunkan performa mesin.

Kebiasaan memanaskan mesin kendaraan terlalu lama ternyata tidak lagi relevan untuk kendaraan modern. Sony menyarankan pemanasan cukup dilakukan maksimal satu menit sebelum kendaraan digunakan.

“Pemanasan berlebihan justru meningkatkan konsumsi BBM tanpa memberikan manfaat signifikan pada performa kendaraan modern,” jelas Sony seperti dikutip dari ANTARA.

Efisiensi bahan bakar juga dipengaruhi oleh cara pengemudi mengatur putaran mesin. Untuk kendaraan manual, disarankan melakukan perpindahan gigi pada putaran mesin maksimal 2.000 RPM.

Sementara itu, pengguna kendaraan matik sebaiknya menghindari penggunaan fitur kickdown secara berlebihan, karena dapat meningkatkan konsumsi BBM secara signifikan.

 

Hindari Akselerasi dan Deselerasi Mendadak

Teknik berkendara yang halus juga berperan penting dalam menghemat bahan bakar. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan secara bertahap tanpa terlalu sering menginjak pedal rem.

Selain itu, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dapat membantu mengurangi kebutuhan pengereman mendadak.

Pola berkendara agresif seperti akselerasi dan deselerasi mendadak terbukti membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros.

Sebaliknya, menginjak pedal gas secara halus dan menjaga laju kendaraan tetap stabil dapat membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Menghindari pola berkendara stop and go yang kasar juga menjadi kunci penting dalam menjaga konsumsi BBM tetap irit.

Dengan menerapkan kebiasaan berkendara yang efisien, pengendara tidak hanya dapat menghemat BBM, tetapi juga menjaga performa kendaraan tetap optimal.

Di tengah ketidakpastian harga energi global, langkah sederhana seperti ini bisa menjadi solusi efektif untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali.