Sukses

Jangan Pinjam Rentenir, Erick Thohir Sarankan Pekerja Migran Cari Pembiayaan ke BNI

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, mengakses pembiayaan lewat BNI mempunyai sejumlah keuntungan bagi pekerja migran.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir minta Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk menggunakan bank dalam mencari akses pembiayaan. Ia pun menyarankan para pekerja  migran mencari pembiayaan lewat PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang saat ini memang memiliki skema khusus.

Saran Erick Thohir tersebut bukan tanpa sebab. Menurutnya, saat ini banyak Pekerja Migran Indonesia yang terjerat dengan praktik rentenir modern oleh lembaga jasa keuangan ilegal. Hal ini terjadi karena lembaga pembiayaan ilegal tersebut mengenakan bunga tinggi terhadap para nasabah.

"Jangan lagi (PMI) kita menjadi perbudakan modern, toh setelah mereka pulang bekerja (bisa bayar)," ujarnya saat memberikan Kuliah Umum di Universitas Padjajaran, Bandung, Sabtu (23/4/2022).

Erick mengatakan, mengakses pembiayan lewat BNI mempunyai sejumlah keuntungan. Antara lain tingkat suku bunga yang lebih murah. "Saya bilang pekerja migran dan diaspora yang akan berangkat butuh pembiayaan pinjam aja ke BNI dengan bunga murah," tekannya.

Selain suku bunga murah, lanjut Erick, mengakses pembiayan lewat BNI juga lebih terjamin keamanannya. Sehingga, para pahlawan devisa ini bisa terjebak dari jerat rentenir.

Tak hanya itu, BNI juga menawarkan sejumlah program asuransi yang diperlukan para PMI maupun diaspora. Bahkan, dengan mengakses pembiayan lewat BNI bisa mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan bisnisnya saat pulang ke Indonesia nanti karena sudah memenuhi syarat (bankable).

"Sekarang akses ke program KUR atau pinjaman murah tanpa agunan itu sudah Rp 250 juta. Kadang-kadang yang bankable bisa sampai Rp 8 miliar tanpa agunan. Kembali ke track record," tutup Erick Thohir.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

BNI Dukung Perkembangan Diaspora lewat Kehandalan Jaringan Internasional

BNI berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam mengeksplorasi setiap peluang untuk bisnis perdagangan internasional. Sebagai mitra perbankan global, BNI menetapkan lima target segmen untuk bisnis internasionalnya, salah satunya adalah Diaspora.

Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan mengatakan selain Diaspora, segmen lain yang menjadi target BNI untuk bisnis internasional adalah UMKM, Komersil, Korporasi & anak perusahaan Indonesia, Multi National Company global & regional, serta Financial Institution & Investor.

“BNI melalui jaringan international di luar negeri melakukan upaya-upaya strategis agar koneksi perdagangan international dapat terwujud melalui penyediaan produk-produk dan layanan baik banking maupun beyond banking,” kata Henry.

Dia melanjutkan melalui produk dan layanan tersebut, BNI akan membawa nasabahnya go global, baik mengajak perusahaan-perusahaan Indonesia untuk ekspansi ke luar negeri atau pun untuk mengekspor lebih banyak produk Indonesia.

Adapun, sepanjang 2021 BNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp2,49 triliun melalui program Xpora. BNI terus berupaya mendorong perusahaan-perusahaan dan UMKM untuk menjual produk yang mereka miliki ke luar negeri. Adapun Xpora sendiri merupakan akronim dari Export dan Diaspora.

Henry menyampaikan melalui Xpora, BNI akan membantu UMKM dan eksportir untuk memperluas pasar di luar negeri. Keberadaan kantor cabang luar negeri BNI dioptimalkan untuk mencari buyer terutama dari diaspora Indonesia yang ada di negara masing-masing.

Kemudian BNI secara reguler pertemukan antara eksportir dan importir tersebut melalui suatu business matching. Tentunya keberadaan BNI akan menambah keyakinan kedua belah pihak untuk merealisasikan transaksinya.

“Khusus di Hong Kong, model bisnis ini sudah berjalan dengan cukup baik, dan sudah banyak deal-deal yang terjadi antara debitur di KCLN Hong Kong selaku importir yang membeli produk dari nasabah binaan BNI di dalam negeri,” ujarnya.

 

3 dari 3 halaman

Surplus Perdagangan

Sementara itu, Konsul Bidang Ekonomi KJRI Hongkong Slamet Noegroho mengatakan dalam situasi global saat ini, terutama kondisi pandemi Covid19 dan geopolitik yang memanas, berpotensi mempengaruhi arus perdagangan dunia.

Namun, khusus untuk Indonesia pada 2020-2021, situasi global tersebut tidak terlalu mempengaruhi perdagangan bilateral Indonesia dengan dunia internasional.

Bahkan pada tahun lalu, 2021, Indonesia mencatat surplus perdagangan tertinggi sejak 2006 yaitu USD 35,34 miliar, sementara total ekspor USD 231,5 miliar tumbuh 41,88  persen dari 2020.

"Untuk Indonesia dan Hong Kong, tercatat total perdagangan tahun 2021 mencapai 40,02 miliar HKD atau naik 25 persen dibandingkan tahun 2020 senilai 31,88 miliar HKD.Untuk investasi, Hong Kong bahkan menduduki posisi terbesar kedua investasi asing di Indonesia senilai 4,6 miliar USD, naik 30,4  persen dari tahun 2020,” kata Slamet.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.