Sukses

Misi Mulia Presidensi G20 Indonesia, Vaksinasi Merata untuk Semua Negara

Liputan6.com, Jakarta Sebagai pemimpin dalam Presidensi G20, Indonesia akan memperjuangkan ketersediaan vaksin Covid-19 merata di seluruh dunia. Vaksinasi massal juga harus dilakukan di negara-negara berkembang, selain di negara-negara maju. Sehingga ketersediaan vaksin ini juga harus tersebar merata ke negara berkembang.

"Ketersediaan vaksin ini belum merata, makanya di kepemimpinan Indonesia ini, kita tunjukkan ke dunia vaksin ini juga harus tersebar ke negara-negara berkembang," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu dalam webinar Presidensi G20: Manfaat Bagi Indonesia dan Dunia, Jakarta, Senin (6/12).

Febrio mengatakan tantangan dari krisis yang dihadapi saat ini berasal dari virus yang penyebarannya tidak merata. Maka, sektor kesehatan perlu menjadi perhatian utama untuk bisa pulih bersama.

Hingga kini belum ada obat yang dinyatakan ampuh untuk menangkal penyakit atau sakit yang diakibatkan Covid-19. Bahkan perkembangan virusnya makin beragam yang tercermin dari munculnya berbagai varian virus dari hasil evolusi yang begitu cepat. Sehingga vaksin menjadi salah satu kunci utama demi menekan penyebaran virus.

"Obatnya belum ada, maka yang bisa kita lakukan sekarang ini baru vaksin," kata dia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Ketersediaan Vaksin

Menurut Febrio ketersediaan vaksin harus merata agar pemulihan ekonomi negara-negara di dunia bisa bangkit dalam waktu yang bersamaan. Sebab tanpa adanya pemerataan ketersediaan vaksin, sulit bagi dunia untuk bisa kembali bangkit.

"Kita tidak bisa recovery bersama kalau vaksinasi hanya cukup di negara-negara maju semetara negara-negara di Afrika tidak cukup, maka yang terjadi malah muncul varian Omicron," kata dia,

Dia menambahkan, Indonesia akan berupaya agar produksi vaksin bisa disebar ke berbagai negara. Sehingga tidak ada lagi negara yang kekurangan vaksin dan negara yang memiliki vaksin yang banyak.

"Kita harapkan kita bisa atur vaksinasi merata," kata dia mengakhiri.

 

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com