Sukses

151 Ribu Wisman Kunjungi Indonesia selama Oktober 2021, tapi Bukan untuk Wisata

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada Oktober 2021 mengalami peningkatan sebesar 21,73 persen.

Tercatat ada kunjungan sebanyak 151,03 ribu, lebih tinggi dibandingkan pada September 2021. Namun bila dibandingkan dengan Oktober 2020 mengalami penurunan 0,83 persen dibandingkan tahun lalu.

"Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada bulan Oktober 2021 mencapai 151,03 ribu kunjungan," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam sesi teleconference, Senin (1/12/2021).

Meski begitu, Margo menjelaskan kunjungan wisman tersebut bukan untuk berwisata. Melainkan untuk kebutuhan bisnis, reuni keluarga atau untuk misi kesehatan. Sehingga, tingginya wisman yang datang ke Indonesia tidak memberikan banyak pengaruh pada industri pariwisata, khususnya di Bali.

"Ini bulan wisman yang tujuannya wisata tapi masih tujuan tertentu," kata Margo.

Hal ini tercermin dari jumlah wisman yang datang berdasarkan kebangsananya didominasi berasal dari Timor Leste. Tercatat ada 78,8 ribu kunjungan atau 52,2 persen dari total kunjungan wisman selama bulan Oktober 2021.

Kemudian di urutan kedua, wisman dari Malaysia sebanyak 45,6 ribu kunjungan atau sekitar 30,2 persen. Disusul wisman berkebangsaan China sebanyak 6,1 ribu kunjungan atau 4 persen. Sementara itu, kunjungan wisman dari negara-negara lainnya yakni 20,5 ribu kunjungan atau sekitar 13,6 persen.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Hunian Kamar Hotel

Sementara itu, berdasarkan tingkat hunian kamar hotel berbintang di bulan Oktober baru mencapai 45,2 persen. Provinsi Bali masih menjadi wilayah paling rendah dengan tingkat hunian kamar hanya 17,73 persen.

Sedangkan tingkat hunian kamar tertinggi masih ada di Kalimantan Timur dengan persentase 62,40 persen. Diikuti DI Yogyakarta dan Sumatera Selatan masing-masing sebesar 61,65 persen dan 59,25 persen.

Berdasarkan data-data tersebut Margo menilai dibukanya kembali pariwisata Bali untuk wisman masih belum berdampak kepada pariwisata di Bali. Sebab, Indonesia masih memberlakukan persyaratan untuk bisa berlibur di Bali.

"Meski di Bali sudah dibuka tapi dengan persyaratan, penerbangannya tanpa transit," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com