Sukses

Mengintip Kinerja Keuangan BRI di Tengah Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Sunarso mengatakan BRI masih menunjukkan kinerja yang positif di industri perbankan. Hal itu terbukti dari pertumbuhan kredit BRI masih mampu tumbuh 1,4 persen dibanding kredit industri -3,8 persen.

“Jika dibandingkan dengan industri contoh adalah pertumbuhan kredit, BRI masih mampu tumbuh 1,4 persen dibandingkan industri tumbuhnya - 3,8 persen . Kemudian kalau deposit itu kita tumbuh 2  persen tapi secara industri tumbuh 9,5 persen,” kata Sunarso dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, memang kinerja kredit di industri masih mengalami stagnasi dalam penyaluran kredit. Lantaran pertumbuhan dana masyarakat ternyata sulit disalurkan dalam bentuk kredit.

 Sunarso membandingkan Net Interest Margin (NIM) antara BRI dengan industri. NIM BRI masih mencatatkan 7 persen sedangkan NIM industri hanya 4,62 persen. Begitupun dengan Non-performing loan (NPL) BRI dikisaran 3,12 persen, sementara NPL industri 3,17 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI diangka 19,4 persen, sedangkan CAR industri 24  persen.

“Artinya (BRI) masih lebih baik dibandingkan rata-rata industri,” imbuhnya.

Kemudian, Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan secara keseluruhan punya BRI diangka 86,77 persen sedangkan LDR perbankan industri hanya 80,93 persen. “Di sinilah saya katakan bahwa likuiditas bukan menjadi masalah tapi tantangan memang adalah bagaimana menyalurkan kredit,” katanya.

Sunarso menerangkan perbandingan itu muncul dilihat dari kinerja keuangan BRI hingga Maret 2021 masih menunjukkan pertumbuhan yang positif, dimana aset BRI mencapai Rp 1.374 triliun (aset tumbuh 6,8 persen).

“Dan kemudian dibentuk oleh pertumbuhan kredit yang masih mampu tumbuh positif 1,4 persen, kelihatannya kecil tapi kita bandingkan sama industri itu di mana industri tumbuhnya masih negatif,” katanya.

2 dari 3 halaman

NPL

Demikian, deposit simpanan dana masyarakat BRI masih tumbuh 5,6 persen. BRI pun selalu berusaha mengelola kualitas aset melalui restrukturisasi dan berbagai upaya untuk menjaga agar tidak menjadi NPL.

“NPL juga kita manage dalam level yang sangat baik yaitu di 3,12 persen dan alhasil dari neraca yang dikelola dengan baik masih menghasilkan laba BRI selama 3 bulan. Laba BRI Rp 6,7 triliun dan memang masih negatif kalau dibandingkan dengan tahun lalu tapi insya Allah nanti di semester 1 di kuartal kedua itu sudah tumbuh positif labanya dibandingkan  tahun lalu,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: